http://bisnis.news.viva.co.id

Sikap positif sejumlah orang berhasil menaklukkan beragam masalah.

Bestprofit Futures Jakarta

VIVA.co.id – Ada banyak alasan yang bisa membuat semangat untuk menggapai masa depan yang lebih cerah, menjadi redup. Masalah hidup yang terus muncul tanpa henti, salah satunya.

Namun ada ungkapan yang menyebutkan bahwa sikap seseorang dalam menghadapi masalah itulah yang sebenarnya lebih menentukan dari masalah itu sendiri.

Berikut, adalah sejumlah orang yang berhasil menaklukkan beragam masalah yang dihadapinya berkat sikap positif. Mereka berhasil bangkit, bahkan jauh lebih bersinar dari diri mereka sebelumnya. Semoga, semangat Anda pun kembali menyala setelah membacanya:
1. Sabar Gorky, Pendaki Gunung Berkaki Satu
Sabar Gorky kehilangan kaki kanannya dengan cara tragis: diamputasi setelah terjatuh dari kereta 25 tahun lalu. Bila mengalami nasib yang sama, mungkin tak sedikit orang yang sulit keluar dari keterpurukan dan tak putus meratapi nasibnya. Namun tidak dengan Sabar. Tak hanya kembali bangkit, ia bahkan mendaki gunung hanya dengan kaki kirinya. Ia telah menaklukkan tiga dari tujuh puncak tertinggi di dunia satu pencapaian yang bahkan tak banyak manusia berkaki lengkap bisa melakukannya.

Puncak terakhir yang berhasil ia capai adalah Puncak Carstensz Pyramid di Pegunungan Jayawijaya, Papua, yang ketinggiannya mencapai 4.884 mdpl. Tak hanya ketinggian gunung, dalam pendakian ini ia harus menghadapi badai saju dan es yang membekukan tulang hingga 12 jam. “Saya ingin buktikan kepada dunia, kepada masyarakat, di dunia tak ada yang tidak mungkin, asal kita diberi kesempatan,” kata pria kelahiran tahun 1968 tersebut.

2. Undang Suryaman, Juru Parkir Penebar Ilmu
Pak Undang, memang hanya juru parkir di Universitas Padjadjaran Jatinangor Bandung, Jawa Barat. Penghasilannya pun hanya Rp20-50 ribu saja per harinya. Namun, ini tak menghalangi cita-citanya mendirikan Tempat Pendidikan Alquran gratis di sekitar tempat tinggalnya. Bermodal Rp300 ribu, ia bersama istri dan teman-temannya memberi pendidikan bagi anak-anak tanpa mendapat bayaran.

“Yang mendorong saya untuk membuat sekolah gratis adalah pengalaman pribadi. Saya tidak lanjut sekolah karena orang tua hanya seorang petani,” kata pria tamatan SD ini.

3. William Tanuwijaya, Membawa Tokopedia Bernilai US$100 Juta
Berawal dari kerja sambilan di warnet, kini William Tanuwijaya menjadi salah satu founder e-commerce yang mendapatkan investasi terbesar, yaitu senilai Rp1,2 miliar. Perjalanan William tak langsung mulus, awalnya banyak yang tak percaya dengan idenya, apalagi sampai menanamkan modal. Namun hal itu tak membuat pria kelahiran Pematang Siantar itu menyerah. Ketekunan dan usahanya untuk terus berkembang akhirnya membuahkan hasil yang maksimal.

4. Nadiem Makarim, sang Juragan Ojek Hi-tech
Nadiem Makarim punya Curriculum Vitae yang moncer. Ia, adalah lulusan Harvard University, salah satu universitas terbaik di dunia. Ini adalah modal yang lebih dari cukup baginya untuk meniti karir di perusahaan multinasional terkemuka di luar negeri. Tapi rasa nasionalisme, membuat ia memilih pulang kampung ke Indonesia dan menjadi juragan ojek.

Namun, ini bukan sembarang ojek. Bersama smartphone dan seragam hijaunya, ribuan ‘pasukan’ Go-Jek yang ia komandani berhasil menggoncang Indonesia, bahkan memicu munculnya usaha sejenis. Sukses Go-Jek adalah hasil keringat Nadiem sejak awal perusahaan ini dibentuk tahun 2011. Kala itu, ia menghadapi masalah cukup pelik: ojek masih enggan bergabung dengan perusahaan ini. Tak menyerah, Nadiem pun turun langsung ke lapangan,mentraktir mereka kopi dan rokok.

5. Razi Thalib, Menyelamatkan Jomblo lewat Algoritma
Ribuan mungkin, orang yang pernah menjalani percomblangan, namun mungkin baru Razi yang benar-benar memikirkan konsep di balik proses cari jodoh ini. Ia berpikir, pekerjaan Mak Comblang—mengenal seseorang dan menemukan calon yang pas bagi orang tersebut—bisa dilakukan lewat perhitungan algoritma komputer.Ia akhirnya mendirikan Setipe.com, biro jodoh online yang kini telah sukses mengantarkan 25 pasangan ke jenjang pernikahan dan menjaring ribuan anggota.
Sukses ini, harus dilalui Razi dengan susah payah, ia bahkan sempat bangkrut selama dua kali. Ini karena keyakinannya untuk mendirikan startup, ketimbang menjadi karyawan di perusahaan orang. Namun, pelan-pelan ia kembali bangkit. Kebangkrutan ini, tak membuatnya trauma, bahkan menjadi pelecut semangatnya.

6. Madelina Mutia, Penyuntik Semangat Hidup Pasien Kanker Payudara
Menerima vonis kanker payudara adalah mimpi buruk setiap wanita. Apalagi, bila ini adalah vonis yang sama telah diberikan beberapa tahun sebelumnya. Hal inilah yang dialami Madelina Mutia yang kembali harus menjalani pengobatan kanker yang melelahkan. Saat dikemoterapi, Muti—begitu ia biasa dipanggil—berkenalan dengan Shanti Persada,seorang pasien kanker payudara yang akan menjalani operasi. Merasa satu nasib, keduanya banyak mencurahkan isi hati satu sama lain tentang pengalaman menghadapi penyakit ini.
Dari sesi curhat ini, keduanya menyadari pentingnya berbagi cerita antar sesama pasien maupun survivor kanker payudara. Selain menjadi tempat berbagi infomasi, mereka juga dapat saling memberi dukungan moril, satu hal yang sangat dibutuhkan mereka yang tengah menjalani pengobatan kanker. Keduanya lantas membentuk Lovepink, komunitas yang mempertemukan para pejuang dan survivor kanker payudara.

Semoga keenam cerita di atas bisa menjadi inspirasi dan membuat Anda menemukan alasan untuk lebih mencintai hidup. Cerita inspiratif lain, bisa Anda temui di http://astralife.co.id/ilovelife/

 

(mfs – Bestprofit Futures Jakarta)