Bestprofit Futures Jakarta

Emas bergerak naik setelah Ketua Federal Reserve Janet Yellen mengatakan kenaikan suku bunga dilakukan secara bertahap, tanpa menentukan waktu, mengurangi kemungkinan terjadi pada bulan Juni atau Juli.

Bullion untuk pengiriman segera diperdagangkan pada level $ 1,245.31 per ons pada pukul 9:22 pagi waktu Singapura dari level sebelumnya $ 1,245.34 pada hari Senin ketika naik 0,1 %, menurut harga dari Bloomberg. Logam kuning ini telah memperoleh 17 % selama tahun ini.

Emas rebound setelah data ekonomi Jumat lalu menunjukkan pengusaha AS menciptakan lapangan pekerjaan paling sedikit dalam hampir enam tahun terakhir, mengurangi harapan untuk peningkatan biaya pinjaman. Berikut komentar Yellen, hari Senin bahwa pedagang sekarang melihat kesempatan 2 % untuk Fed akan menaikkan suku bunga pada bulan ini dan peluang 22 % untuk bulan Juli dibandingkan dengan 22 % dan 55 % pada hari sebelum rilis data payrolls, sesuai indikasi kontrak berjangka.

Sementara itu, pada Comex New York Mercantile Exchange, harga emas futures untuk pengiriman bulan Desember mengalami kenaikan sebesar 0.11 persen menjadi di level harga 1,319 dolar AS per troy ons. Sedangkan harga perak futures untuk pengiriman bulan Desember ke level harga 19.32 dolar AS per troy ons, meningkat sebesar 0.13 persen dan tembaga futures untuk pengiriman bulan Desember menjadi 2.148 dolar AS per pound, melandai sebesar 0.37 persen.

Sedangkan selama sesi perdagangan emas semalam, harga emas reli dan berusaha naik seiring dengan munculnya beragam spekulasi dari spekulator dan sebagian besar para investor memilih untuk melindungi aset mereka dengan membeli emas. Disamping itu, adanya penurunan pada mata uang dolar AS pada sesi perdagangan hari Senin kemarin mendorong permintaan logam mulia emas sebagai aset investasi alternatif.

 

Pelaku Pasar Tunggu Pernyataan The Fed

Rapat kebijakan bank sentral AS yang akan dilaksanakan selama dua hari ini akan dimulai hari Selasa malam nanti. Sedangkan pengumuman tingkat suku bunga AS dan pernyataan serta komentar dari the Fed akan dilakukan pada hari Kamis dini hari nanti. Para analis memprediksi the Fed akan mempertahankan suku bunganya dan bisa jadi akan memberikan indikasi yang jelas terkait kapan tingkat suku bunga AS akan terjadi.

Apabila tingkat suku bunga AS tidak berubah, hal ini memicu mata uang dolar AS berada di bawah tekanan. Kondisi ini selanjutnya berpotensi membuat logam mulia emas lebih menarik untuk dibeli oleh pelaku pasar. Namun sebaliknya, jika bank sentral memutuskan untuk menaikkan tingkat suku bunga di AS, maka investor akan cenderung memilih investasi dengan aset yang berimabalik bunga ketimbang membeli emas yang tidak berhubungan langsung dngan kenaikan suku bunga tersebut.

Selain menunggu pengumuman suku bunga dan pernyataan the Fed, kini pelaku pasar tengah menantikan hasil rapat kebijakan dan pengumuman suku bunga oleh bank sentral Jepang (BoJ) yang juga mengadakan rapat tanggal 20-21 bulan ini.
(mfs – Bestprofit Futures Jakarta)