Bestprofit Futures Jakarta

Emas melemah. Bullion sedikit berubah untuk hari kedua karena investor menunggu petunjuk lebih lanjut pada kebijakan moneter global, dengan pembuat kebijakan Bank Sentral Eropa yang akan bertemu pada hari Kamis dan data lebih lanjut dari AS yang akan menjadi bahan pertimbangan The Fed Bestprofit Futures Jakarta.

Bullion untuk pengiriman cepat diperdagangkan pada $ 1,211.86 per ons pada 9:31 pagi di Singapura dari $ 1,212.98 pada hari Rabu kemarin, ketika harga tersebut berakhir hanya 0,2 persen lebih rendah, menurut Bloomberg generic pricing. Juni sejauh ini telah terbukti merupakan bulan yang lebih buruk dari Mei, ketika emas kehilangan 6,1 persen di tengah spekulasi bahwa The Fed akan memperketat kebijakannya.

Emas telah memangkas reli tahun ini menjadi 14 persen karena pedagang meningkatkan spekulasi dari kemungkinan kenaikan suku bunga di AS pada bulan Juni atau Juli, meredam daya tarik emas. Sementara ECB mungkin tidak akan menambah stimulus pada pertemuan hari Kamis, Presiden Mario Draghi telah mengsahkan suku bunga negatif untuk memulai pertumbuhan. Di seberang Atlantik, non-farm payrolls pada hari Jumat, serta komentar Ketua The Fed Janet Yellen pada 6 Juni ini, akan diperhatikan oleh investor sebagai petunjuk kenaikan suku bunga oleh pejabat The Fed di 14-15 Juni nanti.

Pada perdagangan hari ketiga di minggu ini, emas masih akan mencoba kembali untuk mendobrak level-level atasnya terbantu masih akan rendahnya suku bunga global dan paket stimulus ekonomi Jepang yang baru.

Di perdagangan awal pekan kemarin, emas sendiri lanjutkan kenaikannya setelah keputusan bank sentral Australia menurunkan suku bunga nya sebesar 25 bps disertai harapan penurunan suku bunga lebih lanjut dikemudian hari.

Selain itu tekanan terhadap index dollar tak berhenti disitu saja disebabkan pemerintah Jepang menyetujui paket bantuan ekonomi terbaru sebesar $ 73 milyar dan data core PCE AS yang juga mereda sehingga tekanan terhadap laju inflasi berkurang.

Bayang-bayang redupnya ekonomi global ini juga turut menekan harga minyak mentah sehingga nantinya juga akan meredakan laju inflasi dengan sendirinya, dan membuat tekanan kenaikan suku bunga khususnya di AS juga akan meredup pula.

Poin penting pada perdagangan hari ini adalah data aktivitas jasa di sebagian besar negara dan data awal payroll AS.

Melihat perkembangan laju inflasi dan pertumbuhan ekonomi negeri secara global nampak bisa meredup sejenak sehingga kami memperkirakan bahwa aktivitas jasa di Eropa dan AS sedikit ada koreksi sehingga peluang koreksi terhadap index dollar bisa muncul kembali.

Data awal situasi tenaga kerja yang tertuang pada ADP payroll nampak masih belum menunjukkan sebuah hal yang positif kali ini sebagai dampak jelang pilpres di AS yang tentunya menggiring investor masih menanti calon mana yang akan unggul kali ini di pilpres AS pada akhir tahun ini.

Penguatan emas masih bisa berlanjut bila pasar ekuitas seperti pasar saham meredup kembali yang kemarin terjadi sebagai dampak dari kuatirnya investor saham terhadap perkembangan ekonomi global yang terus kontraksi.

(mfs – Bestprofit Futures Jakarta)