http://ekbis.sindonews.com

SINGAPURA – Emas global diperdagangkan di bawah harga tertinggi tiga pekan karena menguatnya pasar saham global dan harga minyak.

Ini terjadi menjelang laporan tenaga kerja Amerika Serikat (AS), yang akan memberikan petunjuk tentang prospek suku bunga AS (Fed rate) dan menyusutnya kepemilikan emas di SPDR Gold Trust.

Kepemilikan aset di SPDR Gold Trust jatuh untuk hari kedua, kemarin menjadi 704,83 metrik ton, level terendah sejak September 2008.

Emas untuk pengiriman segera diperdagangkan pada USD1.213,38 per ons pada pukul 09.46 pagi di Singapura dari sebelumnya USD1.211,41. Logam ini naik pada 6 Januari ke USD1.223,19, tertinggi sejak 16 Desember 2014 karena terkoreksinya harga minyak mentah di bawah USD50 per barel.

Dolar Amerika Serikat (USD) sedikit berubah mendekati penutupan rekor tertinggi setelah pertemuan The Fed pada 16-17 Desember 2014, menunjukkan bahwa pembuat kebijakan memperkirakan ekonomi AS akan terus membaik.

Data tenaga kerja AS pada Desember diharapkan bertambah 200 ribu atau di atas bulan sebelumnya, yang akan mendukung naiknya suku bunga. Ketua Fed Janet Yellen sempat mengatakan bahwa Bank Sentral AS kemungkinan akan menaikkan suku bunga sebelum akhir April tahun ini.

“Kami melihat kondisi sedikit tenang di pasar saham dan minyak, sehingga emas kembali melemah,” kata ahli strategi di CITIC Futures Co Wang Tao seperti dilansir dari Bloomberg, Kamis (8/1/2015).

Dia memperkirakan bahwa The Fed akan menaikkan suku bunganya tahun ini, sehingga akan mendorong menguatnya USD dan kembali menekan harga emas.

Emas di Comex New York untuk pengiriman Februari naik 0,2% menjadi USD1.213,60 per ons setelah kontrak berjangka naik pada 6 Januari ke USD1.223,30.

Perak untuk pengiriman segera diperdagangkan pada USD16,563 per ons dari sebelumnya USD16,5354, spot platinum naik 0,4% menjadi USD1.223,63 per ons, dan paladium naik 0,2% menjadi USD792,68 per ons.