http://www.seputarforex.com

Harga emas terpantau flat pada pagi hari ini dan sedikit mengendur di Sesi Asia Jumat (05/12) pagi ini, akibat para investor yang memilih untuk fokus pada data ketenagakerjaan AS malam nanti. Di Comex New York, emas berjangka untuk pengiriman Februari diperdagangkan pada $1,205.20 per troy ons atau menurun tipis 0.06 persen, setelah menyentuh level rendah di $1,201.50 dan level tinggi $1,213.50 pada sesi malam tadi.

Pada sesi overnight, harga emas berjangka cenderung datar dan melemah, terutama setelah Bank Sentral Eropa (ECB) memutuskan untuk mempertahankan ukuran stimulusnya saat ini. Akibatnya, Euro pun menguat dan Dolar AS mengendur.

Emas Fisik Dilirik

Emas yang diperdagangkan secara berbanding terbalik dengan Dolar, tak bisa menikmati momentum penguatan dalam waktu lama. Karena setelah pengumuman kebijakan moneter ECB, AS mengeluarkan laporan mengenai jumlah klaim penganggurannya yang menurun akibat minimnya penghentian pegawai. Kabar positif ini direspon baik oleh Dolar AS, sehingga emas pun harus kembali meluncur ke area negatif.

Harga bulion untuk pengiriman segera, yang tercatat di data Bloomberg, menurun 0.2 persen ke posisi $1,2053.51 per ons dan diperdagangkan pada $1,204.06 pada pukul 10:01 waktu Singapura.

Malam nanti, Amerika Serikat akan melaporkan data mengenai Non-Farm Payroll (NFP). Menurut Jonathan Barratt, Kepala Investasi di Ayers Alliances Securities yang diwawancarai oleh Bloomberg, para pembeli emas fisik dan para investor yang bijak sedang memikirkan apakah emas fisik akan memiliki nilai yang bagus untuk saat ini. Namun, Barratt sendiri lebih menginginkan agar pasar berforkus pada data pertumbuhan tenaga kerja lebih dahulu.