Emas Cenderung Lemah, Berayun Antara Level Untung Dan Rugi

http://www.seputarforex.com

Emas masih mempertahankan perolehannya malam tadi hingga Rabu (12/11) sore ini namun tetap harus berupaya keras untuk melanjutkan relinya dengan Dolar AS yang ditutup pada level tinggi empat tahun serta arus pembelian bulion yang belum menunjukkan tanda-tanda akan mereda.

emas
Emas berayun antara keuntungan dan kerugian dengan para investor yang masih berharap-harap cemas akan kenaikan suku bunga AS dan setelah aset-aset di bursa-bursa besar diperdagangkan menguat akibat merosotnya harga emas.

Emas untuk pengiriman segera diperdagangkan naik dan turun 0.3 persen dan pada posisi $1,167.74 per ons pada pukul 3:39 sore waktu Singapura dari $1,164.33 kemarin, demikian menurut data Bloomberg. Pada tanggal 7 November, logam mulia jeblok ke level rendah empat tahun sebelum reli ke posisi $1,178.82 akibat data NFP AS yang mengecewakan dan melemahkan Dolar.

Emas Di Ujung Tanduk

Di Comex New York, harga emas untuk pengiriman Desember bertambah 0.3 persen ke $1,1166.40 per ons setelah harga yang paling aktif mengalami kenaikan pada tanggal 7 November ke $1,179, level tertinggi sejak 31 Oktober. Menurut analis HSBC, James Steel, yang dikutip oleh Reuters, “Emas nampak terpaku di range perdagangan ketat $1,131-$1,181 dan diperkirakan masih akan lemah.”

Permintaan emas fisik di China terpantau meningkat. Emas batangan dipandang sebagai sebuah investasi alternatif terhadap aset-aset berisiko seperti ekuitas, dalam ketidakpastian ekonomi. Akan tetapi optimisme terhadap pemulihan ekonomi AS telah mendorong saham dan Dolar.

Dolar AS juga mendapat sokongan akibat lemahnya Yen hingga level rendah tujuh tahun terhadap Dolar AS. Produsen emas merasa terhimpit dalam rendahnya harga emas ini. AngloGold Ashanti di Afrika Selatan bahkan berencana untuk memotong jumlah karyawannya dan Bank National Swiss (SNB) bahkan akan membailout emas agar harganya tidak terus terpuruk.