Bestprofit Futures Jakarta

Emas berjangka menggebrak perdagangan hari pertama pada bulan Juni dengan kenaikan setelah terpukul pada bulan Mei menyusul keuntungan yang tidak terlalu bagus.

Logam kuning ini menemukan bidders seiring investor menjual saham dan menjauhi dolar AS untuk beralih ke yen yang biasa dianggap sebagai aset haven.

Yen menguat dan dolar jatuh setelah secara potensi “Brexit” menemukan beberapa traksi dominan dalam dua jajak pendapat. Pasar global terus menilai dampak potensial baik dari dalam maupun luar referendum di Inggris Raya mengenai keputusan bertahan atau meninggalkan Uni Eropa. referendum dijadwalkan akan berlangsung pada 23 Juni dengan hasil yang diharapkan akan dikeluarkan pada tanggal 24 Juni.

Analis juga melihat penurunan beruntun panjang untuk emas dan mengatakan pemantulan sederhana terjadi secara tak terduga.

Pada awal perdagangan, emas Juni berada di $ 2, atau sekitar 0,2%, lebih tinggi di level $ 1,216.80 per ounce. Harga, berdasarkan kontrak teraktif, turun hampir $ 76 per ounce pada bulan Mei dari posisi settle $ 1,290.50 pada akhir April. Emas berjangka sendiri menetap di level $ 1,295.80 yang merupakan level tertinggi 15-bulan baru-baru ini pada 2 Mei lalu.

“Selama tiga setengah tahun bersama, kami menikmati momen tak terlupakan dengan kemenangan hebat dan dua gelar juara dunia, serta beberapa waktu sulit yang membuat kami tambah kuat,”

“Kami bekerja dengan keras tahun ini untuk merebut gelar juara. Ini kehormatan besar bisa jadi bagian dari keluarga Honda dan saya senang bisa bertahan dengan kelompok spesial untuk dua tahun ke depan,” pungkasnya.

Sebelumnya masa depan Marquez sempat dipertanyakan ketika Jorge Lorenzo resmi hijrah ke Ducati. Meski terkesan mustahil, muncur kabar yang mengatakan The Baby Alien siap jadi rekan baru Valentino Rossi di Yamaha.

Suku bunga yang lebih tinggi cenderung mengangkat permintaan untuk dolar, meredam minat pembeli di logam mulia yang dihargakan dalam dolar. Kenaikan suku bunga juga dapat menempatkan tekanan pada emas seiring ketidakmampuan komoditas ini dalam membayar bunga, mengirim investor mencari imbal hasil yang lebih tinggi pada iklim kenaikan suku bunga.

(mfs – Bestprofit Futures Jakarta)