Bestprofit Futures Jakarta

Jakarta -Perekonomian Indonesia tahun depan diperkirakan akan lebih baik dari tahun ini. Pertumbuhan ekonomi dunia yang juga diproyeksikan lebih tinggi mendorong ekonomi Indonesia lebih optimistis.

Ditambah, harga komoditas di tahun depan diperkirakan akan kembali rebound setelah terperosok cukup dalam.

Demikian dikatakan Plt Kepala Eksekutif Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Fauzi Ichsan saat ditemui di Kementerian Keuangan, Senin (12/10/2015) malam.

“Jadi tahun depan kita lebih optimis karena satu, pertumbuhan ekonomi dunia lebih baik. Kedua harga komoditas diperkirakan rebound,” ujarnya.

Selain itu, Fauzi menjelaskan, program-program infrastruktur pemerintah akan terealisasi lebih agresif di tahun depan.

Fauzi memperkirakan, ekonomi Indonesia di tahun depan akan tumbuh di kisaran 5,3-5,5%, lebih tinggi dari target ekonomi tahun ini di angka 5,3%.

“Program infrastruktur pemerintah diperkirakan jalan lebih efektif tahun depan. Pertumbuhan ekonomi range-nya 5,3% sampai dengan 5,5%,” sebut dia.

Perbaikan ekonomi tersebut, kata Fauzi, mendorong pertumbuhan kredit perbankan yang lebih baik.

Tahun depan, kredit akan tumbuh di angka 13,8%, lebih tinggi dari perkiraan pertumbuhan kredit tahun ini yang hanya 11,8%.

Meski demikian, angka kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) tahun depan diperkirakan akan lebih tinggi di angka 2,8% dibanding tahun ini di 2,7%.

“NPL naik sedikit tahun depan lah. Biasanya dampak dari perlambatan ekonomi, harga komoditas, kredit bank makan waktu, dari lancar ke tidak lancar makan waktu,” katanya.

(mfs – Bestprofit Futures Jakarta)