Ekonomi Eropa Melambat, Wall Street Kian Terpuruk

Hai salam PT Bestprofit Futures, ini artikel dari viva.co.id

best profit 9Indeks saham utama Amerika Serikat ditutup lebih rendah pada akhir perdagangan Selasa pekan lalu waktu New York, memperpanjang penurunan pada perdagangan sebelumnya.

 

Hal itu dipicu, seperti dikutip dari laman CNBC, Rabu 8 Oktober 2014, karena kecemasan investor terkait perlambatan pertumbuhan ekonomi di Eropa akan menimbulkan dampak yang potensial pada laporan pendapatan kuartal ketiga 2014 dari perusahaan-perusahaan besar AS.

 

The CBOE Volatilitas Index (VIX), yang secara luas dianggap sebagai ukuran terbaik dari kecemasan di pasar, levelnya naik 11 persen menjadi 17,22. Sedangkan indeks saham berkapitalisasi kecil, Russell 2000, merosot 1,7 persen.

 

Indeks Dow Jones Industrial Average pun melemah 272,58 poin (1,6 persen) ke level 16.719,33, dengan saham Caterpillar yang paling merugi pada 30 komponen utama indeks.

 

Sementara itu, indeks S&P 500 turun 29,72 poin (1,5 persen) ke level 1.935,10, atau menjadi level terendah sejak 12 Agustus, dengan saham sektor industrial yang paling tertekan dari 10 kelompok utama indeks.

 

Adapun indeks Nasdaq merosot 69,60 poin (1,6 persen) ke level 4.385,20.

 

Saham General Motors melemah setelah Morgan Stanley memangkas prospek pendapatan perusahaan itu. Saham Yara International menguat, setelah pejabat eksekutif perusahaan itu mengatakan bahwa merger dengan produsen pupuk tidak sesuai dengan lini bisnis perusahaan.

 

“Perkiraan IMF pagi ini mendapatkan banyak sorotan karena meningkatnya kekhawatiran perlambatan pertumbuhan ekonomi global,” ujar Kate Warne, Investment Strategist Edward Jones.

 

International Monetary Fund (IMF) menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi global untuk tahun ini dan tahun depan. Pertumbuhan ekonomi global pada 2014 diperkirakan menjadi 3,3 persen, turun 0,1 persen dari perkiraan pada Juli. Sementara, proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun depan menjadi 3,8 persen.

 

“Data ekonomi dari Jerman dan Prancis saat ini melemah jauh dari harapan pasar sebelumnya,” kata James Liu, Global Market Strategist J.P Morgan Funds.

 

Data output industri Jerman turun 4 persen pada Agustus, atau penurunan bulanan terbesar sejak krisis keuangan global pada 2009.

 

“Perhatian utama kami adalah berapa besar perlambatan ekonomi Eropa akan berdampak pada prospek pendapatan kuartal ketiga dan keempat tahun ini,” kata Art Hogan, Chief Market Strategist Wundelich Securities.

 

Volume saham yang diperdagangkan di Bursa Efek New York hampir mencapai 791 juta unit saham dengan volume komposit mendekati 3,7 miliar unit saham.

 

Nilai tukar mata uang dolar berbalik melemah terhadap mata uang mitra dagang utama AS. Sementara itu, imbal hasil (yield) treasury 10 tahun yang digunakan untuk menentukan suku bunga KPR dan kredit konsumsi turun 8 basis poin menjadi 2,34 persen. (ita)