Hai salam PT Bestprofit Futures, ini artikel dari detik.com

A trader works on the floor of the New York Stock Exchange at the end of the trading day, in New YorkPasar saham Wall Street anjlok lebih dari satu persen setelah panik jual melanda akibat adanya pasien terdiagnosis ebola masuk ke Amerika Serikat (AS). Sentimen ini memicu kekhawatiran investor.

 

Kasus ebola ini memberi tekanan kepada saham-saham maskapai penerbangan dan sarana transportasi lainnya. Indeks sektor penerbangan di Bursa New York amblas 3,1% sementara sektor transportasi jatuh 2,5%.

 

“Saham-saham lapis dua mulai kena koreksi, terutama gara-gara minimnya likuiditas. Sekarang ini lebih likuid saham-saham unggulan, apalagi jika ada ketidakpastian seperti ini investor cenderung lari ke saham blue chip,” kata Bruce Zaro, kepala analis teknikal dari Bolton Global Asset Management di Boston, seperti dikutip Reuters, Kamis (2/10/2014).

 

Pada penutupan perdagangan Rabu waktu setempat, Indeks Dow Jones jatuh 238,19 poin (1,4%) ke level 16.804,71, Indeks S&P 500 kehilangan 26,13 poin (1,32%) ke level 1.946,16 dan Indeks Komposit Nasdaq anjlok 71,31 poin (1,59%) ke level 4.422,09.

 

(ang/ang)