Dunia Usaha Tak Terpengaruh Alotnya Pembahasan Susunan Kabinet

http://katadata.co.id

KATADATA – Kalangan pengusaha mengaku tidak terlalu khawatir dengan belum diumumkannya susunan kabinet pemerintahan Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK) hingga saat ini. Hal itu tidak akan mengganggu kegiatan di dunia usaha, khususnya masalah perijinan-perijinan usaha.

Rencananya Presiden Jokowi akan mengumumkan susunan kabinetnya pada sore hari kemarin di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Namun batal, karena masih menunggu pertimbangan dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengenai nomenklatur kementerian. Mengingat ada perubahan beberapa struktur di kabinet tersebut. (Baca:  Jokowi-JK dan Mega Berseberangan Soal Adiningsih)

“Tidak masalah. Karena proses perijinan hanya sedikit yang sampai ke tingkat menteri,” kata Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Franky Sibarani kepada Katadata, Kamis (23/10).

Justru, kata Franky, dunia usaha mengapresiasi langkah-langkah yang dilakukan Jokowi dalam memilih nama-nama menteri di kabinetnya. Menurut dia dengan melibatkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), maka diharapkan menteri-menteri yang dipilih adalah orang yang tepat. (Baca:  Jokowi Coret 8 Kandidat Menteri yang Masuk Daftar Merah KPK)

“Kami apresiasi. Proses itu menunjukkan mereka bukan tidak bekerja, tapi hati-hati,” ujarnya.

Tertundanya pengumuman kabinet ini juga tidak mempengaruhi pasar modal. Hari ini indeks harga saham gabungan (IHSG) di buka sedikit lebih tinggi dari penutupan kemarin. Bahkan hingga menjelang penutupan perdagangan sesi pertama, indeks menguat 0,2 persen ke level 5.084. Pasar lebih fokus pada siapa sosok menteri yang dipilih, bukan pada proses pembahasannya. (Baca: IHSG Bisa Capai 5.300 Kalau Kredibilitas Menteri Terjamin)

Ekonom Universitas Brawijaya Ahmad Erani Yustika juga menilai belum diumumkannya nama menteri tidak akan berpengaruh besar terhadap kondisi ekonomi Indonesia. Dalam Undang-Undang Kementerian Negara pun, Presiden diberi waktu 14 hari untuk menentukan kabinetnya.

Dia sangat memaklumi dalam proses pemilihan proses tersebut tidak mudah. “Banyak aspek yang dipertimbangkan,” katanya ketika dihubungi Katadata.

Dia juga berharap menteri yang akan dipilih nantinya adalah orang yang kredibel dan mampu menjalankan platform yang menjadi visi misi Presiden Jokowi. Selain itu menurutnya ada beberapa hal yang harus dijadikan prioritas di kabinet Jokowi.

Pertama adalah masalah iklim investasi. Kalangan pengusaha sangat berharap pemerintahan Jokowi dapat mempercepat dan mempermudah proses perijinan usaha di Indonesia. Kedua adalah reformasi birokrasi, dan ketiga program maritim yang selama ini menjadi visi misi Jokowi.

KATADATA – Kalangan pengusaha mengaku tidak terlalu khawatir dengan belum diumumkannya susunan kabinet pemerintahan Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK) hingga saat ini. Hal itu tidak akan mengganggu kegiatan di dunia usaha, khususnya masalah perijinan-perijinan usaha.

Rencananya Presiden Jokowi akan mengumumkan susunan kabinetnya pada sore hari kemarin di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Namun batal, karena masih menunggu pertimbangan dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengenai nomenklatur kementerian. Mengingat ada perubahan beberapa struktur di kabinet tersebut. (Baca:  Jokowi-JK dan Mega Berseberangan Soal Adiningsih)

“Tidak masalah. Karena proses perijinan hanya sedikit yang sampai ke tingkat menteri,” kata Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Franky Sibarani kepada Katadata, Kamis (23/10).

Justru, kata Franky, dunia usaha mengapresiasi langkah-langkah yang dilakukan Jokowi dalam memilih nama-nama menteri di kabinetnya. Menurut dia dengan melibatkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), maka diharapkan menteri-menteri yang dipilih adalah orang yang tepat. (Baca:  Jokowi Coret 8 Kandidat Menteri yang Masuk Daftar Merah KPK)

“Kami apresiasi. Proses itu menunjukkan mereka bukan tidak bekerja, tapi hati-hati,” ujarnya.

Tertundanya pengumuman kabinet ini juga tidak mempengaruhi pasar modal. Hari ini indeks harga saham gabungan (IHSG) di buka sedikit lebih tinggi dari penutupan kemarin. Bahkan hingga menjelang penutupan perdagangan sesi pertama, indeks menguat 0,2 persen ke level 5.084. Pasar lebih fokus pada siapa sosok menteri yang dipilih, bukan pada proses pembahasannya. (Baca: IHSG Bisa Capai 5.300 Kalau Kredibilitas Menteri Terjamin)

Ekonom Universitas Brawijaya Ahmad Erani Yustika juga menilai belum diumumkannya nama menteri tidak akan berpengaruh besar terhadap kondisi ekonomi Indonesia. Dalam Undang-Undang Kementerian Negara pun, Presiden diberi waktu 14 hari untuk menentukan kabinetnya.

Dia sangat memaklumi dalam proses pemilihan proses tersebut tidak mudah. “Banyak aspek yang dipertimbangkan,” katanya ketika dihubungi Katadata.

Dia juga berharap menteri yang akan dipilih nantinya adalah orang yang kredibel dan mampu menjalankan platform yang menjadi visi misi Presiden Jokowi. Selain itu menurutnya ada beberapa hal yang harus dijadikan prioritas di kabinet Jokowi.

Pertama adalah masalah iklim investasi. Kalangan pengusaha sangat berharap pemerintahan Jokowi dapat mempercepat dan mempermudah proses perijinan usaha di Indonesia. Kedua adalah reformasi birokrasi, dan ketiga program maritim yang selama ini menjadi visi misi Jokowi.

– See more at: http://katadata.co.id/berita/2014/10/23/dunia-usaha-tak-terpengaruh-alotnya-pembahasan-susunan-kabinet#sthash.bvvEDwTJ.dpuf