Bestprofit Futures Jakarta

Rapat koordinasi di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jumat (7/10/2016) memutuskan pemberian keringanan pajak berupa tax allowancekepada dua perusahaan di sektor pertanian.

Kedua perusahaan tersebut yaitu PT Sukses Mantap Sejahtera dan PT Permata Hijau Palm Oleo. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, Sukses Mantap Sejahtera merupakan investor yang membuka lahan tebu di Dompu, Nusa Tenggara Barat Bestprofit Futures Jakarta.

“Investasi untuk lahannya sekitar Rp 1 triliun. Tetapi tidak semua. Baru dihitung tax allowance 30 persen dari nilai investasi,” kata Darmin usai rapat.

Darmin mengatakan, prosedur yang ditempuh Sukses Mantap Sejahtera memang ada sedikit ganjalan di awal. Namun pada akhirnya, setelah semua persyaratan terpenuhi, rapat koordinasi memutuskan untuk memberikan tax allowance.

“Jangan dibiarkan berlarut-larut dan mengganggu permohonantax allowance untuk perusahaan, tetapi harus dibicarakan,” kata Darmin.

Selain untuk lahan tebu, pemerintah juga menyepakati tax allowance untuk pabrik olein milik PT Permata Hijau Palm Oleo.

Perusahaan ini sebelumnya mendapat izin mendirikan pabrik di Belawan, Medan. Namun lantaran masalah ketersediaan pasokan gas, mereka lantas memindahkan lokasinya di Deli, Serdang, Sumatera Utara dan mengganti energinya menjadi batubara.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, komitmen pemerintah memberikan fasilitas tax allowance ini bisa menjadi contoh investor lain. Airlangga yakin, iklim investasi di Indonesia masih menarik.

Sebagai informasi, fasilitas tax allowance ini diberikan berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2016 tentang perubahan atas PP Nomor 18 Tahun 2015 tentang fasilitas Pajak Penghasilan untuk Penanaman Modal di Bidang-bidang Usaha Tertentu dan/atau di Daerah-daerah Tertentu Bestprofit Futures Jakarta.

Menurut David Holland dan Richard J. Van., tax holiday adalah pembebasan pajak yang diberikan kepada perusahaan yang baru dibangun pada sebuah negara dalam periode tertentu. Sedangkantax allowance adalah pengurangan pajak yang dihitung berdasarkan besar jumlah investasi yang ditanamkan. Secara rinci berikut adalah beda dari kedua kebijakan pajak hasil tersebut:

1. Dari segi fasilitas

Tax holiday: perusahaan akan dibebaskan dari pajak penghasilan badan selama 10 tahun paling lama dan minimal 5 tahun sejak dimulainya produksi komersial. Setelah itu perusahaan akan diberikan potongan pajak penghasilan dari pajak terutang sebanyak 50% selama 2 tahun.

Tax allowance: perusahaan akan diberikan potongan pajak 30% maksimal dihitung dari besar investasi yang ditanamkan, serta kompensasi kerugian yang tidak lebih dari 10 tahun.

2. Ketentuan pemberian pengurangan pajak

Tax holiday: tax holiday akan diberikan kepada investor yang memiliki rencana untuk menanamkan modal minimal sebesar satu triliun rupiah.

Tax allowance: pengurangan pajak akan diberikan kepada perusahaan dengan nilai investasi yang tinggi atau nilai ekspor yang tinggi, bisa menyerap banyak tenaga kerja, serta memanfaatkan sumber daya lokal yang tinggi.

3. Jenis usaha

Tax holiday: akan diberikan pada perusahaan pioner yang bergerak di bidang industri pertambangan, industri mesin, dan/atau industri peralatan komunikasi.

Tax allowance: pada dasarnya akan diberikan kepada semua bidang perusahaan dengan ketentuan dan syarat yang berlaku.

4. Syarat pemberian pengurangan pajak hasil

Baik tax holiday maupun tax allowance akan diberikan haknya apabila perusahaan yang akan menerima telah melakukan semua penanaman modalnya di Indonesia dan telah berproduksi secara komersial.

(mfs – Bestprofit Futures Jakarta)