Hai salam PT Bestprofit Futures, ini artikel dari detik.com

best profit 126Pemilihan Presiden (pilpres) yang digelar kemarin berjalan lancar namun dengan hasil yang anti klimaks. Kedua kubu calon presiden (capres) mengaku telah memenangkan pilpres melalui hasil quick count di sejumlah lembaga survei.

 

Hal ini akan berimbas kepada pergerakan pasar keuangan, salah satunya adalah nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Bagaimana kira-kira pelaku pasar menyikapi masalah ini?

 

Menurut Analis Senior Standard Chartered Bank, Fauzi Ichsan, nilai tukar rupiah diprediksi akan menguat jika pasangan capres nomor urut satu Joko Widodo dan Jusuf Kalla yang pada akhirnya dipercaya pelaku pasar menjadi presiden Indonesia periode lima tahun ke depan.

 

Namun, jika akhirnya nanti malah pasangan capres nomor satu Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa yang menang, maka rupiah justru akan melemah.

 

“Kalau Jokowi menang rupiah bisa menguat ke Rp 11.300 sementara kalau Prabowo menang rupiah terkoreksi di Rp 12.000,” katanya kepada detikFinance, Kamis (10/7/2014).

 

Kubu Jokowi-JK sudah mengumumkan kemenangan. Sejumlah hasil lembaga survei SMRC, Litbang Kompas, RRI, dan LSI menunjukkan kemenangan mereka berdasar quick count.

 

Namun kubu Prabowo-Hatta juga tak mau kalah dan menunjukkan hasil quick count versi mereka sendiri, yaitu Puskaptis, LSN, JSI, dan IRC. Hasil quick count empat lembaga survei tersebut menunjukkan Prabowo-Hatta unggul tipis dibanding Jokowi-JK.