http://www.seputarforex.com

Bestprofit Futures Jakarta

Volatilitas forex kembali hidup di sesi perdagangan Kamis (23/10) malam tadi berkat kombinasi dari kebijakan ECB dan laporan ekonomi dari AS. Dalam pidatonya pasca mengumumkan kebijakan moneter Bank Sentral Eropa (ECB), Presiden ECB, Mario Draghi, memberikan sinyal bahwa pihaknya sedang bersiap-siap untuk memotong suku bunga dan menambah pelonggaran kuantitatif (QE)-nya demi menekan risiko yang ditimbulkan oleh kemerosotan ekonomi di Zona Euro.

Draghi juga mengumumkan bahwa Dewan ECB telah mendiskusikan perluasan pembelian obligasinya senilai 1.1 triliun Euro serta pemotongan suku bunga simpanan bank-bank Zona Euro di bank sentral. Saat ini, tingkat suku bunga bank di ECB sudah negatif 0.2 persen.

Berbicara di Malta, Draghi mengungkapkan bahwa sebagian anggota Dewan ECB cenderung lebih memilih untuk menambah stimulus perekonomian dengan segera. Ia juga menyalahkan perlambatan ekonomi yang terjadi di negara-negara berkembang, termasuk China, sehingga menimbulkan pelemahan baru di Zona Euro.

Di samping itu, ECB, lanjut Draghi, juga mungkin akan menambah pelonggaran kuantitatif mereka, yang keputusannya mungkin akan dibuat pada pertemuan bulan Desember setelah prediksi ekonomi terbaru sudah akan dirilis juga.

Euro Ambles

Pernyataan Draghi tersebut langsung menyetrum pasar termasuk pasar forex, dengan mata uang Euro yang langsung ambles menghadapi Dolar AS dan mata uang-mata uang mayor lainnya. EUR/USD terjun hingga lebih dari 2 persen setelah kabar tersebut dirilis, sehingga menjadi penurunan satu hari yang terparah sejak bulan Januari silam.

Pair EUR/USD diperdagangkan dalam rentang antara 1.1100 dan 1.1351, sebelum akhirnya turun 2.05 persen ke kisaran 1.1106. Sedangkan EUR/JPY pun melorot hingga 1.13 persen ke kisaran 134.06, diikuti oleh EUR/GBP sebanyak 1.41 persen ke angka 0.7216. Pada hari Jumat (23/10) pagi ini, EUR/USD diperdagangkan di kisaran 1.1115, masih di level rendah.

Pernyataan Draghi tersebut langsung menyetrum pasar termasuk pasar forex, dengan mata uang Euro yang langsung ambles menghadapi Dolar AS dan mata uang-mata uang mayor lainnya. EUR/USD terjun hingga lebih dari 2 persen setelah kabar tersebut dirilis, sehingga menjadi penurunan satu hari yang terparah sejak bulan Januari silam.

Pair EUR/USD diperdagangkan dalam rentang antara 1.1100 dan 1.1351, sebelum akhirnya turun 2.05 persen ke kisaran 1.1106. Sedangkan EUR/JPY pun melorot hingga 1.13 persen ke kisaran 134.06, diikuti oleh EUR/GBP sebanyak 1.41 persen ke angka 0.7216. Pada hari Jumat (23/10) pagi ini, EUR/USD diperdagangkan di kisaran 1.1115, masih di level rendah.

(mfs – Bestprofit Futures Jakarta)