Dolar Selip Setelah Yield Obligasi Eropa Meroket, Harga Minyak Pulih

http://www.seputarforex.com

Pelemahan Dolar AS berlanjut pagi ini (13/5) setelah kenaikan yield obligasi Eropa dan Asia meningkatkan daya tarik mata uang-mata uang lainnya. Indeks spot Dolar versi Bloomberg selip setidaknya 0.1 persen di sesi perdagangan Tokyo seiring dengan melemahnya Dolar AS terhadap Euro dan Dolar Australia.

Pulihnya harga minyak dan tanda-tanda pertumbuhan inflasi di area Euro telah mendorong yield obligasi Jerman naik 51 basis poin dalam dua pekan terakhir. Sedangkan kemarin imbal hasil obligasi 10-tahunan Jepang juga naik ke level tertinggi sejak bulan Maret. Rebound harga minyak dipandang membuka kemungkinan bagi European Central Bank (ECB) untuk mengakhiri program QE lebih cepat dari jadwal karena inflasi kemungkinan akan naik lebih cepat menyusul kenaikan harga bahan bakar.
Sementara itu, pimpinan the Fed New York sekaligus voting member FOMC 2015, William Dudley, kemarin malam mencetuskan keraguan tentang kenaikan suku bunga the Fed. Dilaporkan bahwa dalam sebuah event di Zurich, Swiss, ia mengatakan “Saya tidak tahu kapan the Fed akan menaikkan suku bunga” dan mengindikasikan bahwa FOMC tidak memiliki jadwal tertentu untuk melakukan kebijakan tersebut. Komentar itu dinilai sebagai keraguan dari sebagian anggota FOMC the Fed untuk menormalisasi kebijakan moneternya di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi global.
Di sisi lain, Yunani kemarin sukses menggunakan dana cadangannya untuk melakukan pembayaran cicilan tagihan utang sebesar 750 juta Euro, dan dipandang kian mendekati jurang kebangkrutan. Perundingan antara Yunani dan petinggi Eropa tentang renegosiasi persyaratan bailout masih terus berlanjut; kedua belah pihak telah mengatakan bahwa sudah ada banyak kemajuan, tetapi kesepakatan final belum juga tercapai. Meski demikian, pembayaran utang Yunani kali ini membuat banyak pihak bertanya-tanya, kapan Yunani akan benar-benar kehabisan dana.