http://bisnis.liputan6.com

Liputan6.com, San Francisco – Harga emas berjangka merosot pada sesi kedua di awal perdagangan seiring dolar menguat ditambah bursa saham Amerika Serikat (AS) bergerak positif. Hal itu mendorong investor keluar dari investasi logam mulia.

Harga emas untuk pengiriman April naik 1,3 persen ke level US$ 1.184,80 per ounce di divisi COMEX. Sementara itu, harga perak melemah 2,3 persen ke level US$ 16.674 per ounce.

“Emas sedang berjuang untuk reli di tengah kekuatan dolar menguat,” ujar Ross Norman, Chief Executive Officer Sharps Pixley, seperti dikutip dari laman Marketwatch, Selasa (31/3/2015).

Indeks Dolar AS menguat telah mendorong investor menghindari emas. Komentar kepala bank sentral China terhadap kebijakan moneternya membuat bursa saham AS menghijau sehingga menekan harga emas.

Norman mengatakan, saat ini pasar emas didukung saat pembelian ketika harga emas jatuh. Akan tetapi hal itu tidak memadai untuk mendorong harga emas keluar dari level US$ 1.198 dan level psikologis US$ 1.200.

Sementara itu, analis HSBC menilai, kekhawatiran terhadap ekonomi global dapat mendorong permintaan emas seperti yang terjadi di awal pekan lalu. Hal itu juga dapat menghambat investor untuk mencari investasi di portofolio lainnya.

“Secara historis kalau ketegangan politik dapat memberikan keuntungan harga emas. Namun saat ini, harga emas akan tetap peka terhadap perkembangan Timur Tengah,” tulis analis HSBC.

Pada pekan ini, pelaku pasar akan fokus untuk data tenaga kerja AS pada Maret 2015. Sentimen tersebut juga akan mempengaruhi harga emas. (Ahm/)