http://www.seputarforex.com

Yen melaju pesat terhadap Dolar AS pada sesi Asia Jumat (24/10) pagi ini, dengan USD/JPY yang diperdagangkan pada 108.03 atau menurun 0.22 persen. Terhadap Euro, mata uang Jepang tersebut mendaki 0.2 persen ke 136.71 per Euro.

Pasien Di New York Positif Ebola, Pasar Cemas

Penguatan Yen untuk pertama kalinya dalam tujuh hari ini terjadi setelah media melaporkan bahwa seorang pasien di New York City positif terserang Ebola. Yen yang berfungsi sebagai safe haven pun akhirnya banyak diburu. Akan tetapi, Bloomberg menulis bahwa laporan dari New York Times menyebutkan akan dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai hal ini tanpa menyebutkan sumber informasinya.

Menurut Greg Gibbs dari Royal Bank of Scotland di Singapura, ekuitas berjangka saat ini tengah anjlok. Begitu juga dengan USD/JPY akibat kecemasan akan potensi wabah penyakit mematikan tersebut. Kekhawatiran akan Ebola telah tertangkap oleh radar pasar.

Klaim Pengangguran AS Di Level Rendah

Selain itu, malam tadi Dolar diperdagangkan lebih tinggi terhadap mata uang-mata uang mayor setelah laporan jumlah klaim pengangguran mingguan dan pendapatan kuartal ketiga. Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa jumlah orang yang mengisi permohonan tunjangan pengangguran pada pekan yang berakhir tanggal 18 Oktober, mengalami peningkatan sebesar 17,000 hingga total menjadi 283,000. Angka tersebut sejajar dengan prediksi para analis.

Namun, rata-rata empat mingguan klaim pengangguran turun ke posisi 281,000, level terendah sejak Mei tahun 2000. Meskipun orang yang mengajukan klaim tak pernah berhenti, jumlah pemohon dalam dua bulan berturut-turut ini masuk dalam level rendah 14 tahunan. Akibatnya Dolar AS pun memperoleh kenaikan meskipun, Euro, salah satu rivalnya, juga menguat akibat positifnya data PMI manufaktur Zona Euro.

Ekonomi AS Optimis

Faktor lain yang memperkuat Dolar AS malam tadi adalah menanjaknya laba pendapatan General Motors serta Caterpillar, dua perusahaan raksasa Paman Sam. Hal ini menjadikan para investor berasumsi bahwa meskipun tak seluruhnya data ekonomi AS baik, secara garis besar pemulihan ekonomi AS tetap berjalan. Korelasinya, QE kemungkinan dapat diakhiri bulan ini dan suku bunga The Fed tetap naik tahun depan.