http://www.antaranews.com

New York (ANTARA News) – Kurs dolar melemah terhadap sebagian besar mata uang utama pada Rabu (Kamis pagi WIB) dan turun terhadap yen untuk sesi ketiga berturut-turut, karena penurunan pasar ekuitas AS dan Eropa mendorong permintaan aset-aset “safe haven”.

Saham-saham AS menyaksikan penurunan pada Rabu, karena kemerosotan harga minyak mentah memukul sektor energi. Harga minyak merosot ke posisi terendah lima tahun setelah Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) memangkas perkiraan permintaan untuk 2015 menjadi 28,92 juta barel per hari, tingkat terendah dalam lebih dari satu dekade, lapor Xinhua.

Pasar saham Eropa ditutup lebih rendah Rabu, terbebani oleh kekhawatiran politik tentang Yunani dan kemerosotan harga minyak mentah.

Bursa Asia juga mengalami penurunan luas minggu ini, dengan Indeks Komposit Shanghai Tiongkok jatuh lebih dari lima persen karena Tiongkok bergerak untuk mendinginkan pasar kredit.

Para investor menarik diri dari posisi berisiko dan beralih ke mata uang “safe haven” termasuk franc Swiss dan yen Jepang. Kurs dolar/yen turun 1,21 persen pada Rabu dari sesi sebelumnya.

Indeks dolar, yang melacak greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,47 persen menjadi 88,271 pada akhir perdagangan.

Pada akhir perdagangan di New York, euro naik menjadi 1,2444 dolar dari 1,2374 dolar di sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi 1,5708 dolar dari 1,5662 dolar. Dolar Australia turun ke 0,8301 dolar dari 0,8303 dolar.

Dolar AS dibeli 118,08 yen Jepang, lebih rendah dari 119,49 yen pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,9670 franc Swiss dari 0,9712 franc Swiss, dan bergerak naik ke 1,1488 dolar Kanada dari 1,1439 dolar Kanada.  (A026)