Dolar AS Kembali Tekan Euro & Yen

http://economy.okezone.com

SYDNEY – Nilai tukar euro melemah terhadap sebagian besar mata uang utama, menyusul penurunan terbesar selama empat bulan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Mei. Investor masih menanti data inflasi dan data pengangguran, yang mungkin memaksa bank sentral untuk menerbitkan kebijakan tambahan.

Analis memperkirakan Bank Sentral Eropa akan menjadi yang pertama, di antara Bank Sentral lainnya yang menetapkan suku bunga ke wilayah negatif.

“Bias euro turun menjelang pertemuan ECB minggu ini, dan membantu dolar AS menguat. Kemungkinan euro akan dipermainkan oleh data inflasi Eropa,” kata analis senior Ueda Harlow Ltd, Toshiya Yamauchi, seperti dilansir dari Bloomberg, Senin (2/6/2014).

Euro diperdagangkan pada USD1,3626 per euro dari USD1,3635 per euro pada 30 Mei. Sementara terhadap yen Jepang ditutup di 138,73. Dolar AS sedikit berubah ke 101,82 per yen Jepang dari 101,77 per yen Jepang.

Presiden ECB Mario Draghi diperkirakan akan memangkas suku bunga deposito menjadi minus 0,1 persen dari nol saat ini. Salah satu pejabat ECB mengatakan, Bank Sentral Eropa saat ini tengah membuat proposal untuk operasi refinancing jangka panjang bersyarat.

Indeks Pembelian Manajer (PMI) China naik menjadi 50,8 pada Mei, dibandingkan dengan perkiraan analis sebesar 50,7. Angka di atas 50 menunjukkan adanya ekspansi. Laporan ini mengisyaratkan langkah-langkah pemerintah untuk melawan perlambatan ekonomi. (mrt)