http://economy.okezone.com

NEY YORK – Dolar Amerika Serikat (AS) bergerak mendatar di pasar Asia, beberapa jam sebelum the Federal Reserve akan mengambil keputusan besar terkait tingkat suku bunga mereka untuk pertama kalinya dalam hampir sembilan tahun terakhir.Sebuah pernyataan Gubernur the Fed Janet Yellen, merilis perkiraan untuk inflasi dan suku bunga. Beberapa analis menduga target yang dulu ditingkatkan akan mengalami penurunan.

Serangkaian data gaji yang kuat telah meninggalkan kesan yang bahwa the Fed akan menurunkan referensi untuk membuat kenaikan tarif, tergantung pada perkembangan ekonomi.

“Pandangan kami bahwa Fed dapat akan memulai proses normalisasi sekitar pertengahan tahun,” kata analis Australia and New Zealand Bank, Tom Kenny, seperti dilansir dari Reuters, Rabu (18/3/2015).

“Hal apa pun yang membuat inflasi inti turun, akan menunda kebijakan tersebut, karena bisa menjadikan dolar AS agresif. Prospek Yellen untuk dolar, inflasi inti dan upah akan menjadi penting,” tambahnya.

Di sisi lain, pelonggaran kuantitatif Bank Sentral Eropa dan pembelian obligasi Bank of Jepang yang masih berlangsung satu tahun, akan memberikan sentimen positif untuk dolar AS.

Euro bekerja ditutup di USD1,0591, setelah gagal untuk mempertahankan posisi USD1,0651 semalam. Dukungan terlihat di USD1,0551 menjelang level terendah 12 tahunan di USD1,0457.

Dolar juga stabil di 121,34 per yen Jepang. Sterling berada di bawah tekanan pada USD1,4748 menjelang sesi sibuk yang meliputi data pekerjaan Inggris.