http://economy.okezone.com

MELBOURNE – Dolar Amerika Serikat (AS) mengalami penurunan mingguan terhadap 11 dari 16 mata uang utama. Para pedagang mencermati perlambatan pertumbuhan ekonomi global, yang diperkirakan mengekang perekonomian Amerika.

Kerugian Greenback minggu ini, berasal dari perkiraan data yang menunjukkan peningkatan housing starts dan izin bangunan di ekonomi terbesar dunia tersebut. Pedagang telah mendorong kembali harapan agar the Federal Reserve menaikkan suku bunga lebih cepat.

“Dolar Amerika terlihat bullish dan sedikit menyerah. Pasar valuta asing sedikit berpengaruh dari pertumbuhan ekonomi, sedangkan pasar adalah menanti FOMC,” kata ahli strategi mata uang senior di ANZ Bank New Zealand Ltd, Sam Tuck, seperti dilansir dari Bloomberg, Jumat (17/10/2014).

Dolar diperdagangkan pada 106,34 per yen Jepang dan mengalami penurunan mingguan 1,2 persen. Sementara terhadap euro berada di 1,2809 per euro, turun 1,4 persen dari level tertingginya.

JPMorgan Chase & Co. Global FX Volatilitas Index naik sebanyak 8,56 persen minggu ini, terbesar sejak 6 Februari. Indeks ini telah naik dari level terendahnya 5,28 persen pada Juli. Spekulasi bank sentral AS akan menaikkan suku tahun depan telah menyebabkan reli rekor dalam mata uang AS.