http://economy.okezone.com

SINGAPURA Dolar Amerika Serikat (AS) mencatat penurunan tiga hari, karena tanda-tanda pemulihan ekonomi yang tidak merata di Amerika, menyebabkan investor melihat kenaikan suku bunga tahun depan sebelum Federal Reserve menetapkan kebijakan moneter saat ini.

Greenback mendekati level terendah mingguan terhadap beberapa mata uang utama, setelah data menunjukkan pesanan barang tahan lama tiba-tiba menurun. The Fed mengatakan bahwa mereka akan memberikan keputusan pelonggaran kuantitatif (Quantitative easing/QE) bulan ini, jika ekonomi terus membaik.

“QE pasti akan berakhir suatu saat, tetapi pertanyaannya adalah bagaimana the Fed memandang data ekonomi. Jika mereka mempertahankan suku bunga tetap rendah untuk ‘waktu yang cukup,’ mungkin akan ada reaksi langsung untuk menjual dolar,” kata seorang pedagang di Union Bank NA, Kazuo Shirai, seperti dilansir dari Bloomberg, Rabu (29/10/2014).

Dolar AS diperdagangkan di USD1,2738 per euro dari USD1,2734 per euro di New York, setelah turun 0,7 persen tiga hari sebelumnya. Dolar sedikit berubah pada 108,15 per yen Jepang, dan yen Jepang diperdagangkan pada 137,75 per euro dari 137,73 per euro.

The Bloomberg Dollar Spot Index, yang melacak dolar terhadap 10 mata uang utama, sedikit berubah pada 1.063,17 setelah menyentuh 1.062,65, terendah sejak 21 Oktober.