Di Tengah Krisis dan Aksi Demonstrasi, Piala Dunia Dibuka

SAO PAOLO, KOMPAS.com — Di tengah krisis ekonomi, aksi protes, dan belum selesainya pembangunan sejumlah stadion, Piala Dunia 2014 Brasil dibuka, di Arena Corinthians, Sao Paolo, Kamis atau Jumat (13/6/2014) dini hari WIB.

Sekitar 600-an artis menari di sekeliling bola lampu raksasa di tengah lapangan. Mereka menampilkan kekayaan alam dan tradisi Brasil dengan kostum-kostum dan dekorasi yang merepresentasikan kekayaan alam dan tradisi Samba, termasuk anak-anak yang bermain sepak bola.

Sementara para artis menari, muncullah penyanyi Jennifer Lopez, Pitbull, dan Claudia Leitte. Mereka menyanyikan lagu tema Piala Dunia 2014,  “We Are One”, yang musik dan syairnya dinilai publik Brasil tidak mewakili tradisi negeri mereka.

Lagu itu mengakhiri rangkaian upacara pembukaan. Setelahnya, laga perdana akan digelar, yaitu antara Brasil dan Kroasia. Bagi Brasil, laga itu akan mengawali perjalanan mereka menebus kegagalan menjadi juara ketika terakhir kali menjadi tuan rumah, pada 1950.

Beban Seleccao kali ini lebih berat dari 1950 karena pada 1950 mereka berjuang dengan dukungan penuh dari publik sendiri, tetapi kali ini, mereka tampil untuk menyatukan Brasil, yang terbelah karena penyelenggaraan Piala Dunia dinilai sejumlah kalangan membuat anggaran untuk kesejahteraan masyarakat berkurang.

Di sisi lain, berbagai masalah itu merupakan kesempatan bagi Brasil untuk menunjukkan bahwa sepak bola adalah aliran darah di urat nadi mereka. Siapa pun bisa mengalami masalah, tetapi tidak sembarang orang bisa bangkit dan mengatasi masalah.