Best Profit Futures Jakarta

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi bergerak variatif pada perdagangan saham hari ini. Analis PT Reliance Securities Lanjar Nafi mengatakan, IHSG akan bergerak pada support 5.376 dan resistance 5.445.

Pada penutupan perdagangan saham Selasa (1/11/2016) IHSG melemah tipis 6,53 poin ke level 5.416,01. Pelemahan indeks ditekan oleh kinerja sektor manufaktur dalam negeri.

“Data indeks kinerja manufaktur di dalam negeri justru turun,” kata dia di Jakarta, Rabu (2/11/2016).

Namun demikian, saham sektor pertambangan dan aneka industri justru menguat. Dia mengatakan, penguatan ditopang oleh meningkatnya harga komoditas.

“Kembalinya melonjak harga komoditas terimbas sentimen optimistis dari indeks kinerja manufaktur di China menjadi faktor utama penggerak sektor pertambangan,” terang dia.

Sementara, pada perdagangan saham kemarin investor asing tercatat melakukan aksi beli bersih. Dia menuturkan, aksi beli itu didorong oleh rilis data inflasi.

“Data tingkat inflasi yang dirilis lebih rendah dari periode sebelumnya berhasil meredakan aksi jual investor. Hingga investor asing pun berbalik optimis dengan tercatat net buy Rp 492,93 miliar,” kata dia.

Lanjar merekomendasikan saham PT Astra International Tbk (ASII), PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI), PT XL Axiata Tbk (EXCL), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) untuk dicermati pelaku pasar.

PT Bahana Securities memperkirakan IHSG bergerak variatif cenderung menguat. Rentang gerak IHSG berada pada support 5.400 dan resistance 5.450.

Beberapa saham pilihan Bahana Securities yakni PT Summarecon Agung Tbk (SMRA), PT Adaro Energy Tbk (ADRO), PT Elnusa Tbk (ELSA).

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat tipis pada penutupan sesi pertama perdagangan saham awal pekan ini. Kenaikan IHSG ini di tengah rilis inflasi Oktober 2016 sebesar 0,14 persen.

Pada penutupan sesi pertama perdagangan saham, Selasa (1/11/2016), IHSG naik tipis 4,8 poin atau 0,09 persen ke level 5.427,41. Indeks saham LQ45 menguat 0,15 persen ke level 928,46. Indeks saham acuan pun bervariasi.

Ada 134 saham menguat sehingga mendorong penguatan IHSG. Sedangkan 137 saham melemah sehingga menahan pelemahan IHSG. 102 saham lainnya diam di tempat. Total frekuensi perdagangan saham sekitar 168.324 kali dengan volume perdagangan saham 5,5 miliar saham. Nilai transaksi harian saham sekitar Rp 2,8 triliun.

Pada penutupan sesi pertama, IHSG sempat sentuh level tertinggi 5.439,02 dan terendah 5.423,71. Investor asing pun melakukan aksi jual sekitar Rp 108 miliar di pasar reguler. Posisi dolar Amerika Serikat berada di kisaran Rp 13.035.

(mfs – Best Profit Futures Jakarta)