Hai salam PT Bestprofit Futures, ini artikel dari viva.co.id

best profit 11Pada perdagangan Senin 30 Juni 2014, indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat 33 poin (0,7 persen). IHSG ditutup di kisaran 4.879, dan mendekati resistance pada level 4.880.

 

“Investor asing melakukan pembelian bersih sebesar Rp506 juta dengan penyumbang penguatan terbesar antara lain saham BBRI, BBCA, TLKM, PGAS, PNBN, BMRI, UNTR, dan MNCN,” kata analis PT Bahana Securities, Chandra Widjanarka, dalam risetnya, Selasa 1 Juli 2014.

 

Chandra mengatakan, hari ini, IHSG diperkirakan bergerak mixed dengan kecenderungan melemah. Walaupun, indeks masih bergerak sideways, sama seperti sepekan terakhir dalam rentang 4.840-4.880.

 

Setelah mengalami window dressing pada akhir perdagangan Juni, menurut Chandra, kini pergerakan IHSG akan lebih ditentukan oleh data makro yang akan keluar pada hari ini, seperti inflasi dan neraca perdagangan. Sementara itu, dari regional, sentimen akan mengarah ke data indeks pembelian manajer (PMI) Tiongkok.

 

“Dengan semakin dekatnya pemilu presiden, investor akan cenderung wait and see,” ujarnya.

 

Sementara itu, seperti dikutip dari CNBC, di kawasan Asia, gerak saham cenderung beragam di awal sesi perdagangan Selasa. Kondisi ini dipengaruhi sikap hati-hati para investor menjelang laporan data ekonomi Tiongkok.

 

Indeks Nikkei di bursa Tokyo pagi ini naik 0,9 persen. Indeks acuan pasar saham Jepang ini terangkat, meskipun survei Bank of Japan’s Tankan menunjukkan sentimen bisnis anjlok dalam tiga bulan hingga Juni.

 

Adapun indeks Kospi di bursa Seoul turun 0,5 persen. Indeks utama pasar saham Korea Selatan ini tergelincir, setelah naik ke posisi tertinggi sejak rekor 12 Juni pada sesi perdagangan sebelumnya. Pelemahan indeks terseret oleh penurunan 1,3 persen pada saham Samsung Electronics.