Best profit Futures

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi menguat pada perdagangan saham Selasa pekan ini. Penguatan IHSG tersebut didukung data ekonomi Indonesia yang positif. Best profit Futures

Analis PT Asjaya Indosurya Securities William Suryawijaya menuturkan, IHSG masih memiliki pergerakan yang akan terus menguat. Ini mengingat rekor baru yang terus tercipta diiringi aliran dana investor asing dan kondisi ekonomi yang masih terkendali masih jadi penopang pergerakan IHSG.

Ini terlihat dari data ekonomi yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada awal April 2017. Tercatat deflasi Maret 2017 di kisaran 0,02 persen. Namun, William menuturkan yang perlu dipahami oleh investor adalah tingkat fokus sebaiknya terhadap saham-saham memiliki likuiditas tinggi dan jajaran lapis pertama.

William menilai, saham-saham lapis pertama lebih tahan uji terhadap pasar. Melihat kondisi itu, William memprediksi, target resistance berpeluang untuk kembali ditembus dalam beberapa waktu mendatang. “IHSG akan menguat di kisaran 5.524-5.623,” ujar dia dalam ulasannya, Selasa (4/4/2017).

Sebelumnya pada perdagangan saham kemarin, IHSG ditutup naik 0,69 persen ke level 5.606 usai bergerak di antara 5.581-5.616. Investor mencatatkan aksi beli sekitar Rp 493 miliar. Sebanyak 8 dari 10 sektor saham menguat.

Untuk saham-saham yang dicermati besok antara lain saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), PT Adhi Karya Tbk (ADHI), PT Jasa Marga Tbk (JSMR), dan PT PP Tbk (PTPP).

Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih akan melanjutkan penguatan. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan deflasi Maret 0,02 persen masih jadi katalis positif.

Analis PT Semesta Indovest Aditya Perdana menyampaikan hal itu saat dihubungi Liputan6.com, Selasa (4/4/2017). Aditya menuturkan, deflasi Maret 2017 diharapkan dapat mendorong inflasi masih sesuai target di kisaran plus minus empat persen pada 2017. Sentimen ini akan memberi penguatan ke IHSG.

Sedangkan dari sentimen eksternal, menurut ADitya masih menunggu hasil pertemuan bank sentral Eropa pada Kamis pekan ini. Diharapkan bank sentral Eropa masih mempertahankan pelonggaran kebijakan moneternya. Dengan melihat kondisi itu, IHSG menurut Aditya akan berada di kisaran support 5.580 dan resistance 5.650.

Analis PT Asjaya Indosurya Securities William Suryawijaya menuturkan, IHSG masih memiliki pergerakan yang akan terus menguat. Ini mengingat rekor baru yang terus tercipta diiringi aliran dana investor asing dan kondisi ekonomi yang masih terkendali masih jadi penopang pergerakan IHSG.

Ini terlihat dari data ekonomi yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada awal April 2017. Tercatat deflasi Maret 2017 di kisaran 0,02 persen. Namun, William menuturkan yang perlu dipahami oleh investor adalah tingkat fokus sebaiknya terhadap saham-saham memiliki likuiditas tinggi dan jajaran lapis pertama.

William menilai, saham-saham lapis pertama lebih tahan uji terhadap pasar. Melihat kondisi itu, William memprediksi, target resistance IHSG berpeluang untuk kembali ditembus dalam beberapa waktu mendatang. “IHSG akan menguat di kisaran 5.524-5.623,” ujar dia

Pada perdagangan saham Selasa pekan ini, Aditya memilih saham-saham unggulan untuk dicermati pasar.

“Saham-saham bluechip masih kuat untuk ditradingkan. Saham-sahamnya yaitu saham PT Astra International Tbk (ASII), PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk BBRI),” kata Aditya.

Sedangkan William memilih saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), PT Adhi Karya Tbk (ADHI), PT Jasa Marga Tbk (JSMR), dan PT PP Tbk (PTPP) untuk dicermati pasar.

( mfs – Best profit Futures )