Data Ekonomi Cina Mengecewakan, Dolar Semakin Perkasa

http://katadata.co.id

KATADATA – Pelemahan nilai tukar rupiah berlanjut. Pada perdagangan Senin (8/12), rupiah dibuka pada angka Rp 12.336 per dolar Amerika Serikat (AS) atau turun 37 poin dibanding pada penutupan akhir pekan lalu.

Ini merupakan titik terendah rupiah selama enam tahun terakhir. Pelemahan kurs rupiah pada hari ini didorong oleh kinerja perdagangan Cina yang mengecewakan. Kinerja ekspor negeri “panda” tersebut hanya tumbuh 4,7 persen pada November 2014. Angka ini jauh lebih rendah dari ekspektasi sebesar 8,2 persen.

Sementara, nilai impor Cina tercatat turun 6,7 persen yang merupakan penurunan terbesar sejak Maret. Hal ini membuat surplus perdagangan Cina semakin melebar menjadi US$ 54,5 miliar dari ekspektasi US$ 43,5 miliar. Menurut analis, situasi ini akan meningkatkan tekanan terhadap kurs yuan.

“Meskipun surplus mencatatkan rekor baru, tapi ini memberikan gambaran yang suram. Pertumbuhan ekspor menunjukkan perlambatan serta adanya tekanan terhadap impor komoditas,” kata Andy Ji, analis Commonwealth Bank of Australia, di Singapura, seperti dikutip dari Reuters, Senin (8/12).

(Baca:  Tak Perlu Dikhawatirkan, Meski Melemah Rupiah Tetap Kompetitif)

Perlambatan kinerja perdagangan Cina ini membuat nilai tukar dolar AS semakin kuat. Kurs yen Jepang tercatat turun 0,04 persen pada perdagangan pagi ini. Begitupula dengan dolar Australia dan Selandia Baru masing-masing turun 0,37 persen dan 0,82 persen. Cina merupakan mitra dagang terbesar kedua negara di sebelah selatan Indonesia.

– See more at: http://katadata.co.id/berita/2014/12/08/data-ekonomi-cina-mengecewakan-dolar-semakin-perkasa#sthash.qL11SK63.dpuf