Data Ekonomi AS Bikin Bursa Saham Asia Sumringah

http://bisnis.liputan6.com

Liputan6.com, Tokyo – Menjelang akhir pekan, bursa saham Asia mendatar dengan kecenderungan menguat seiring yen melemah karena data tenaga kerja Amerika Serikat (AS) dan harapan terhadap laporan keuangan perusahaan di AS.

Indeks MSCI Asia Pacific di luar Jepang hampir mendatar di awal perdagangan. Sementara itu, bursa saham Jepang cenderung menguat di awal perdagangan seiring yen melemah karena data tenaga kerja AS.

Indeks saham Jepang Nikkei menguat 1 persen ke level 17.788,74. Penguatan indeks saham ini diikuti indeks saham Jepang Topix menguat 0,9 persen ke level 1.425,94 di awal perdagangan.

Selain itu, indeks saham Australia ASX 200 mendaki 0,5 persen didorong dolar Australia melemah mendukung perusahaan sumber daya alam.
Indeks saham Hong Kong Hang Seng menguat 0,71 persen ke level 24.771,36 dan indeks saham Singapura naik 0,11 persen ke level 3.422,93.

Data tenaga kerja AS mempengaruhi laju bursa saham Asia menjelang akhir pekan ini. Orang AS mengajukan klaim baru untuk tunjangan pengangguran cenderung menurun 43 ribu menjadi 265 ribu ke level terendah sejak April 2000.

“Ada keyakinan yang berkembang untuk ekonomi AS seperti yang terlihat oleh The Federal Reserve. Data pekerjaan sudah lebih baik, dan efek dari harga minyak murah. Investor pun optimistis terhadap saham di bursa Jepang,” ujar Shigetoshi Kamata, seperti dikutip dari laman Bloomberg, Jumat (30/1/2015).

Sementara itu, pimpinan bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve, Yellen Chair menuturkan kepada anggota parlemen Demokrat kalau tidak ada rencana untuk menaikkan suku bunga acuan secepatnya. (Ahm/)