okezone.com

PT. BESTPROFIT FUTURES

NEW YORK – Dunia finansial kembali dihentakan oleh aksi pembobolan data. Kali ini mendera Morgan Stanley.

Data yang dibobol adalah nomor rekening sebanyak 350.000 klien wealth manajemen yang rata-rata adalah kelas atas Amerika. Si pelaku juga memosting beberapa informasi secara online. Pelaku tidak lain adalah karyawan Morgan Stanley (MS) itu sendiri. Walhasil, bank berskala internasional itu memecat si pencuri data, yang hingga kini tidak disebutkan namanya oleh Morgan Stanley.

Pihak bank menyerahkan kasus ini kepada Federal Bureau of Investigation New York, untuk dilakukan investigasi. Morgan Stanley juga bersiap menyeret si pelaku ke meja hijau dengan sejumlah tuntutan.

Morgan Stanley mengklaim tidak menemukan bukti bahwa nasabah kehilangan dananya. Pelaku juga dikatakan pihak bank tidak membobol pasword atau personal identification number (PIN) nasabah.

Dalam sebuah pernyataan tertulis, seperti dikutip Bloomberg, Selasa (6/1/2015), perusahaan menegaskan tengah mengamankan informasi akun 900 klien di sebuah situs eksternal.

“Morgan Stanley sangat serius dan tanggung jawabnya untuk melindungi data klien, dan bekerja sama dengan pihak yang berwenang untuk melakukan dan menyimpulkan investigasi menyeluruh atas insiden ini,” jelas Morgan Stanley.

Sementara itu, Morgan Stanley terus memberikan informasi terkini kepada nasabah dan berjanji akan meningkatkan keamanan pada akun nasabah.

Regulator perbankan Amerika mendorong Morgan Stanley untuk lebih waspada dan mencermati risiko operasional, potensi kerugian bagi bisnis perusahaan atau reputasi dari ancaman eksternal, termasuk penipuan dan litigasi.

Sekadar diketahui, dunia finansial beberapa kali diretas oleh para hacker. Situasi tersebut pernah menimpa JPMorgan Chase & Co pada September 2014.

PT. BESTPROFIT FUTURES