Bestprofit Futures Jakarta

Credit Suisse memprediksikan bahwa emas akan menyentuh level $ 1.500 per ons pada awal tahun depan seiring ketidakpastian ekonomi makro yang berkepanjangan.

Credit Suisse mengatakan bahwa emas akan naik tajam sepanjang tahun ini. Emas sendiri sudah melewati level perkiraan harga Credit Suisse sebelumnya setelah referendum Brexit yang memutuskan bahwa Inggris akan meninggalkan Uni Eropa. April lalu , Credit Suisse memperkirakan emas akan menyentuh level $ 1.350 per ons pada kuartal pertama 2017.

“Argumen umum yang kita dengar dari participan emas yakni bahwa saat ini emas mendapat keuntungan dari ketakutan perdagangan efek Brexit, dan hal itu memang mungkin menjad sebuah alasan,” kata Credit Suisse dalam laporannya Rabu lalu. “namun, kita berpikir ketakutan perdagangan baru-baru ini mengarah ke sesuatu yang lebih abadi seiring hasil pemungutan suara Brexit yang mengejutkan pasar global kejutan menguatkan dan mengintensifkan ketidakpastian makro dan politik serta memperpanjang kerangka waktu untuk suku bunga riil negatif di AS dan juga secara potensial di luar negeri.”

Sekarang, bank melihat emas akan berada di rata-rata $ 1.475 pada kuartal keempat dan $ 1.500 pada kuartal pertama tahun depan.  Terdapat pengaruh dukungan lainnya termasuk berlanjutnya diversifikasi bank sentral ke dalam emas dan ketidakpastian politik menjelang pemilihan presiden November nanti. Credit Suisse memperkirakan defisit pasokan emas untuk tahun ini dan berikutnya, memproyeksikan peningkatan permintaan dari dana yang diperdagangkan di bursa yang didukung emas dan penimbunan batangan dan koin.

“Sementara itu, kami terus mengharapkan pasokan tambang menurun selama tiga tahun ke depan,” kata Credit Suisse.

Credit Suisse juga menaikkan proyeksi perak menjadi $ 19,50 per ounce pada kuartal keempat. Ban ini juga mencatat prospek “jangka panjang” sebesar $ 20, dengan rasio emas / perak kembali menjadi 65-1. (sdm)

(mfs – Bestprofit Futures Jakarta)