Sebagian Besar Sektor Melemah, IHSG Ditutup Turun ke 6.315,43

PT Bestprofit Futures – Pengunjung melintasi layar pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (10/2).

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memerah pada penutupan perdagangan saham Jumat ini. Posisi Dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 14.155.

Pada penutupan perdagangan saham, Jumat (21/6/2019), IHSG merosot 20,26 poin atau 0,32 persen ke posisi 6.315,43. Indeks saham LQ45 juga melemah 0,39 persen ke posisi 1.005,07. Sebagian besar indeks saham acuan memerah.

Sebanyak 165 saham menguat namun tak mampu mengangkat IHSG ke zona hijau. Kemudian 246 saham melemah dan 119 saham diam di tempat.

PT Bestprofit Futures – Pada hari ini, IHSG sempat berada di level tertinggi 6.352,52 dan terendah 6.269,69. Total frekuensi perdagangan saham 466.105 kali dengan volume perdagangan saham 18,1 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 19,6 triliun.

Investor asing beli saham Rp 193 miliar di total pasar. Posisi Dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 14.155.

Sebagian sektor melemah. Pelemahan terbesar dibukukan oleh sektor aneka industri yang mengalmi penurunan 1,74 persen. Disusul kemudian sektor kontruksi yang melemah 1,23 persen dan sektor barang konsumsi turun 0,99 persen.

PT Bestprofit Futures – Adapun saham-saham yang menguat antara lain saham YULE naik 34,21 persen ke posisi Rp 204 per saham, saham SFAN melonjak 24,75 persen ke posisi Rp 494 per saham, dan saham YPAS menguat 24,03 persen ke posisi Rp 382 per saham.

Sedangkan saham-saham yang melemah sehingga menekan IHSG antara lain saham KONI turun 24,80 persen ke posisi Rp 376 per saham, saham PSDN terpangkas 24,44 persen ke posisi Rp 204 per saham, dan saham POLL merosot 24,32 persen ke posisi Rp 1.400 per saham.

Sesuai Prediksi Analis

best jakartaprofit jakartafutures jakartabpf jakartabestprofit jakartabest profitbest profit futures jakartapt bestprofitpt best profitPT Bestprofit Futurespt best profit futures jakarta

Rupiah Menguat ke 14.080 per Dolar AS, IHSG Naik Terbatas

PT Bestprofit Futures – Pekerja tengah melintas di dekat papan pergerakan IHSG usai penutupan perdagangan pasar modal 2017 di BEI, Jakarta, Jumat (29/12). Pada penutupan perdagangan saham, Jumat (29/12/2017), IHSG menguat 41,60 poin atau 0,66 persen.

Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat terbatas pada perdagangan saham Jumat pekan ini.

Penguatan IHSG juga diikuti nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Pada pra pembukaan perdagangan saham, Jumat (21/6/2019), IHSG naik tipis 7,78 poin atau 0,12 persen ke posisi 6.343,48.

Pada pukul 09.00 waktu JATS, IHSG menguat 15,22 poin atau 0,24 persen ke posisi 6.350. Indeks saham LQ45 naik 0,28 persen ke posisi 1.011,87. Sebagian besar indeks saham acuan menguat.

PT Bestprofit Futures – Sebanyak 133 saham menguat sehingga mengangkat IHSG ke zona hijau. 37 saham melemah dan 106 saham diam di tempat. Pada awal sesi perdagangan, IHSG sempat berada di level tertinggi 6.352,02 dan terendah 6.341,05.

Total frekuensi perdagangan saham 11.642 kali dengan volume perdagangan 637,7 juta saham. Nilai transaksi harian saham Rp 214,8 miliar. Investor asing  Investor asing jual saham Rp 3,53 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) melemah ke posisi Rp 14.080.

Sebagian besar indeks saham acuan menghijau kecuali indeks saham pertanian melemah 0,04 persen dan indeks saham infrastruktur susut 0,13 persen. Sektor saham tambang menguat 0,70 persen, sektor saham konstruksi naik 0,55 persen dan sektor saham keuangan menguat 0,35 persen.

Sejumlah saham-saham yang mencatatkan penguatan antara lain saham ESSA naik 4,73 persen ke posisi Rp 310 per saham, saham ISAT melonjak 4,09 persen ke posisi Rp 2.290 per saham dan saham MEDC mendaki 3,85 persen ke posisi Rp 810 per saham.

PT Bestprofit Futures – Saham-saham yang melemah antara lain saham LRNA melemah 5,8 persen ke posisi Rp 130 per saham, saham TKIM susut 5,7 persen ke posisi Rp 12.000 per saham, dan saham MASA turun 5,08 persen ke posisi Rp 560 per saham.

Bursa saham Asia pun bervariasi. Indeks saham Hong Kong Hang Seng melemah 0,21 persen indeks saham Korea Selatan Kospi susut 0,15 persen, indeks saham Jepang Nikkei melemah 0,18 persen dan indeks saham Singapura tergelincir.

Sementara itu, indeks saham Shanghai naik 0,43 persen dan indeks saham Taiwan mendaki 0,37 persen.

Prediksi Analis

Menanti Hasil Pertemuan BI, IHSG Berpeluang Lanjutkan Penguatan

PT Bestprofit Futures – Pekerja tengah melintas di bawah papan pergerakan IHSG di BEI, Jakarta, Jumat (29/12). Karena hal tersebut, Jokowi memberi apresiasi kepada seluruh pelaku industri maupun otoritas pasar modal.

Jelang Hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada  20 Juni 2019, Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan menguat.

Vice President Research PT Artha Sekuritas Indonesia, Frederik Rasali memprediksi, IHSG akan melanjutkan penguatan dan berhasil tembus ke level 6.300.

Adapun hari ini menurut dia, IHSG kemungkinan diperdagangkan pada rentang support dan resistance di 6.305-6.356.

“Pergerakan indeks ke depan akan dipengaruhi hasil keputusan suku bunga The Fed & Suku Bunga Bank Indonesia,” terang dia, Kamis (20/6/2019).

PT Bestprofit Futures – Meski senada, Analis PT Indosurya Bersinar Sekuritas William Suryawijaya menuturkan IHSG kemungkinan memang menguat tapi terbatas.

IHSG, ia perkirakan bakal ditutup ke zona hijau dengan kisaran 6.123 – 6.336.

Sejumlah saham milik pun jadi rekomendasi William pada hari ini. Saham pilihannya antara lain PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), PT Jasa Marga Tbk (JSMR), serta saham PT AKR Corporindo Tbk (AKRA).

Sedangkan Frederik menyarankan investor untuk memburu saham PT XL Axiata Tbk (EXCL) dan PT PP (Persero) Tbk (PTPP).

IHSG Melonjak 81,93 Poin pada Perdagangan Kemarin

Intip Kinerja Saham Emiten Kapitalisasi Besar di BEI

Akhir tahun 2017, IHSG Ditutup di Level 6.355,65 poin

PT Bestprofit Futures – Dari 10 emiten berkapitalisasi terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI), ada sejumlah kinerja pertumbuhan saham emiten tersebut melebihi laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Berdasarkan data BEI, seperti ditulis Kamis (13/6/2019), laju IHSG hanya naik tipis 1,32 persen secara year to date (ytd) ke posisi 6.276,18 pada Rabu 12 Juni 2019.

Kinerja saham emiten kapitalisasi besar yang melebihi performa IHSG tersebut sebagian besar didominasi dari emiten bank. Adapun emiten kapitalisasi besar yang performa sahamnya tumbuh di atas IHSG antara lain PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI).

Mengutip data RTI, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang mencatatkan kapitalisasi pasar terbesar di BEI tumbuh 12,40 persen ke posisi Rp 29.225 per saham pada Rabu 12 Juni 2019. Sepanjang tahun berjalan 2019, saham BBCA berada di level tertinggi Rp 30.950 dan terendah Rp 25.575 per saham.

PT Bestprofit Futures – Transaksi saham BBCA pun ramai diperdagangkan. Total nilai transaksi Rp 51 triliun dengan frekuensi perdagangan 730.005 kali.

Kapitalisasi pasar saham BBCA tercatat Rp 713 triliun pada Rabu 12 Juni 2019, dan catatkan kapitalisasi pasar terbesar di BEI.

Selain itu, saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) tumbuh 15,03 persen sepanjang tahun berjalan 2019 ke posisi Rp 4.210 per saham. Saham BBRI sempat berada di level tertinggi Rp 4.730 dan terendah Rp 3.580 per saham. Nilai transaksi harian saham Rp 60,4 triliun. Total frekuensi perdagangan 957.604 kali.

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mencatatkan kapitalisasi pasar terbesar kedua setelah BCA. Kapitalisasi pasar saham BBRI mencapai Rp 514 triliun pada 12 Juni 2019.

Saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) naik 5,07 persen ke posisi Rp 3.940. Saham TLKM berada di level tertinggi Rp 4.090 per saham dan terendah Rp 3.480 per saham. Total nilai transaksi Rp 45,9 triliun dengan frekuensi perdagangan saham 884.065 kali.

PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) mencatatkan kapitalisasi pasar saham terbesar keempat dengan nilai Rp 390 triliun.

PT Bestprofit Futures – Sementara itu, saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) tumbuh 6,78 persen ke posisi Rp 7.875 per saham. Pada tahun berjalan 2019, saham BMRI sempat berada di level tertinggi Rp 8.125 per saham dan terendah Rp 6.650 per saham. Nilai transaksi harian saham Rp 48,6 triliun. Total frekuensi perdagangan saham 692.712 kali.

PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) membukukan kapitalisasi pasar saham Rp 364 triliun pada 12 Juni 2019. Tercatat kapitalisasi pasar saham Bank Mandiri terbesar kelima di BEI.

Analis PT Binaartha Sekuritas, Nafan Aji menuturkan, rata-rata emiten bank kapitalisasi besar catatkan performa saham positif ditunjang oleh kinerja fundamental. Hal itu didukung pertumbuhan aset, kredit dan rasio kredit macet atau non performing loan (NPL) yang ditekan perbankan.

Contoh saja PT Bank Rakyat Indonesia Tbk mencatatkan pertumbuhan laba bersih 10,4 persen pada kuartal I 2019. Tercatat laba bersih konsolidasi sekitar Rp 8,2 triliun pada kuartal I 2019. Kredit BRI tumbuh 12,91 persen menjadi Rp 855,47 triliun. Aset perseroan tumbuh 14,35 persen menjadi Rp 1.279 triliun.

PT Bestprofit Futures – Selain itu, PT Bank Central Asia Tbk membukukan kenaikan laba bersih 10,1 persen menjadi Rp 6,1 triliun pada kuartal I 2019. Kredit BCA tumbuh 13,2 persen menjadi Rp 532 triliun selama kuartal I 2019.

“Kinerja fundamental positif juga buat pergerakan sektor saham keuangan positif di atas IHSG. Mampu menopang IHSG di tengah sentimen eksternal perang dagang,” ujar Nafan saat dihubungi Liputan6.com.

Sedangkan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk membukukan saham berkinerja positif menurut Nafan ditopang dari ekspansi bisnis yang dilakukan perseroan. Apalagi didukung perkembangan konektivitas 4G dan broadband digital di Indonesia.

Sementara itu, Analis PT Investa Saran Mandiri, Hans Kwee menuturkan, kalau valuasi saham PT Bank Central Asia Tbk sudah agak mahal. Meski demikian, kinerja BCA positif mendorong harga saham BCA naik sehingga kapitalisasi pasar saham terus meningkat.

Kinerja Saham Melemah

Saham Bank Danamon Anjlok, Ini Imbasnya terhadap MUFG

PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN).

PT Bestprofit Futures – Saham PT Bank Danamon Tbk (BDMN) kian terpuruk usai aksi korporasi akuisisi saham oleh Mitsubishi UF Financial Group (MUFJ), perusahaan bank besar asal Jepang pada April 2019. Penurunan ini juga usai saham Bank Danamon dikeluarkan dari indeks global MSCI.

Berdasarkan data RTI,seperti ditulis Kamis (13/6/2019), saham Bank Danamon turun 49,46 persen ke posisi Rp 4.700 per saham pada periode 1 April-12 Juni 2019. Saham Bank Danamon sempat berada di level tertinggi Rp 10.000 per saham dan terendah Rp 4.620 per saham.

Total volume perdagangan saham sekitar 5,67 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 52,4 triliun. Total frekuensi perdagangan saham 128.450 kali.

PT Bestprofit Futures – Sepanjang Mei 2019, saham Bank Danamon anjlok 47,68 persen ke posisi Rp 4.630 per saham. Saham Bank Danamon sempat berada di level tertinggi 8.900 dan terendah 4.630 per saham. Nilai transaksi Rp 2,4 triliun dengan total frekuensi 91.345 kali.

Bila melihat pergerakan saham Bank Danamon sepanjang tahun 2019, saham Bank Danamon turun 38,16 persen ke posisi 4.700 per saham. Total volume perdagangan saham 6,36 miliar saham. Nilai transaksi Rp 58,6 triliun dengan total frekuensi 220.496 kali.

Koreksi saham Bank Danamon ini dinilai mempengaruhi kinerja MUFG. Bank terbesar asal Jepang ini hadapi risiko penurunan miliaran dolar AS karena harga sahamnya yang anjlok dalam beberapa pekan terakhir.

PT Bestprofit Futures – Mengutip laman Nikkei, biaya penurunan nilai dapat mencapai sekitar 300 miliar yen atau USD 2,76 miliar atau sekitar Rp 39,37 triliun (asumsi kurs Rp 14.267 per dolar AS). Hal ini akan mengancam MUFG alami rugi pada kuartal April-Juni pertama kali sejak grup ini terbentuk pada 2005.

Pada April 2019, MUFG meningkatkan investasi di Bank Danamon menjadi 94 persen. Hal ini membuat Bank Danamon menjadi anak perusahaan MUFG. Dana investasi MUFG di Bank Danamon menjadi 680 miliar yen, dan menjadi pembelian perusahaan di luar negeri terbesar oleh Bank Jepang.

 

PT Bestprofit Futures – Meski demikian, saham Bank Danamon anjlok usai pembelian saham selesai pada 29 April 2019. Saham Bank Danamon turun dari Rp 8.850 pada 30 April 2019 menjadi Rp 5.400 pada 7 Mei 2019. Pada perdagangan 12 Juni 2019, saham Bank Danamon turun tipis 0,21 persen ke posisi Rp 4.700 per saham.

Imbas Saham Bank Danamon Dikeluarkan dari Indeks MSCI

PT Bestprofit Futures – Anjloknya saham Bank Danamon ini setelah Bank Danamon dikeluarkan indeks saham MSCI. Penghapusan saham Bank Danamon dari indeks MSCI membuat kemungkinan penurunan pembelian oleh investor asing melalui reksa dana indeks. Hal tersebut memicu aksi jual.

Likuiditas saham Bank Danamon juga menjadi rendah setelah pembelian oleh MUFG. Sisa saham beredar tinggal enam persen di pasar.

PT Bestprofit Futures – MUFG dinilai perlu kembali menilai goodwill dari transaksi yang dibayarkan atas nilai buku Bank Danamon jika saham diperdagangkan di bawah sekitar Rp 4.700 pada 30 Juni. Goodwill adalah kelebihan harga beli di atas harga pasar dari sebuah perusahaan yang dibeli.

Pada tingkat harga saat ini, biaya penurunan nilai akan mencapai 200 miliar yen-300 miliar yen. Adapun pada kuartal Aprul-Juni 2018, grup MUFG membukukan laba bersih 315 miliar yen. MUFG tidak berencana mengubah strategi luar negerinya yang mencakup unit Indonesia.

“Sekarang kami menjadikan Danamon sebagai anak perusahaan, kami telah mengembangkan jaringan bank komersial di Asia,” ujar CEO MUFG, Kanetsugu Mike.

best jakartaprofit jakartafutures jakartabpf jakartabestprofit jakartabest profitbest profit futures jakartapt bestprofitpt best profitPT Bestprofit Futurespt best profit futures jakarta