Melihat Dampak Neraca Dagang RI yang Positif terhadap Pasar Modal

PT Bestprofit Futures – Jakarta – Data makro ekonomi antara lain neraca dagang dan transaksi berjalan akan jadi sentimen positif untuk investor asing. Dengan data ekonomi tersebut akan mendorong aliran dana investor asing masuk ke obligasi.

Dalam laporan mingguan Ashmore Asset Management Indonesia, ditulis Senin (20/9/2021), Indonesia mencatat surplus neraca dagang pada Agustus 2021 menjadi sinyal indikator makro ekonomi akan lebih baik. Neraca transaksi berjalan pun diprediksi tidak alami defisit pada akhir 2021.

Sebelumnya Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan surplus neraca perdagangan berturut-turut dalam 15 bulan terakhir, sejak April 2020. Indonesia membukukan surplus neraca dagang sekitar USD 4,74 miliar atau setara Rp 67,5 triliun (kurs Rp 14.250 per dolar AS).

Sedangkan sepanjang Januari-Agustus 2021, surplus neraca perdagangan mencapai USD 19,17 miliar. Indonesia mencatat ekspor menyentuh USD 21,4 miliar pada Agustus 2021, dan relatif stabil impor USD 16,6 miliar. Ekspor tumbuh 63,6 persen year on year (yoy) dari perkiraan konsensus tumbuh 36,1 persen.

Ekspor crude palm oil (CPO) atau minyak kelapa sawit mencatat pertumbuhan yang kuat. Ekspor CPO tumbuh 70,1 persen yoy mencapai USD 4 miliar atau sekitar Rp 56,92 triliun. Sementara itu, ekspor batu bara tumbuh 53,5 persen yoy. Ekspor batu bara sekitar USD 2,9 miliar atau sekitar Rp 41,26 triliun.

Kontribusi ekspor terbesar lainnya dari besi dan baja tumbuh 9,1 persen yoy menjadi USD 1,7 miliar atau sekitar Rp 24,19 triliun.

Tiga komoditas tersebut meningkat hingga double digit selama sebulan. Di sisi lain, impor juga meningkat yang didorong minyak dan gas. Namun, impor yang lebih didorong minyak dan gas ketimbang modal barang itu menunjukkan siklus belanja modal masih lemah.

Surplus neraca dagang secara keseluruhan merupakan kejutan yang positif pada 21 Agustus 2021. “Kami pasti sudah menunggu kontribusi ekspor lebih kuat dari CPO dan batu bara untuk mendukung perbaikan struktural di  neraca perdagangan besi dan baja,” demikian mengutip dari laporan tersebut.

Dampak terhadap Pasar Modal

PT Bestprofit Futures – Selain itu, neraca transaksi berjalan diperkirakan tidak defisit pada kuartal III 2021. Hal ini pertama kali sejak awal 2020, neraca menjadi surplus seiring impor berhenti pada saat awal pandemi COVID-19.

“Kami melihat neraca transaksi berjalan yang surplus akan mendorong mata uang yang menguat dan indikator makro ekonomi lainnya,” tulis laporan itu.

Apa dampaknya bagi pasar modal?

Ashmore melihat dari sudut pandang investor asing, arus yang dolis akan mendorong neraca transaksi berjalan mengubah keseluruhan risiko Indonesia. Secara keseluruhan risiko menurun, valuasi Indonesia akan menjadi lebih menarik terutama karena mata uang yang menguat.

Melihat sejarah, aliran dana investor asing akan lebih dulu masuk ke obligasi sebelum ke sektor saham yang diuntungkan dari kenaikan konsumsi karena modal dan nilai mata uang yang lebih murah.

best jakartaprofit jakartafutures jakartabpf jakartabestprofit jakartaBest Profitbest profit futures jakartaPT Bestprofit Futurespt Bestprofit Futures jakartaBestprofitPT Bestprofit

IHSG Melemah Tipis, 7 Sektor Saham Lesu

PT Bestprofit Futures – Jakarta – Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah ke zona merah pada sesi pertama perdagangan Jumat (17/9/2021). Investor asing melakukan aksi jual saham pada sesi pertama.

Pada penutupan sesi pertama, IHSG melemah tipis 0,18 persen ke posisi 6.098. Indeks LQ45 tergelincir 0,96 persen ke posisi 854,41. Sebagian besar indeks acuan tertekan.

Pada sesi pertama, IHSG berada di level tertinggi 6.126 dan terendah 6.086. Sebanyak 287 saham melemah sehingga menekan IHSG. 182 saham menguat dan 177 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan 911.004 kali. Total volume perdagangan dan nilai transaksi perdagangan Rp 6,7 triliun. Investor asing jual saham Rp 111,7 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 14.277.

Sebagian besar sektor saham tertekan. Indeks sektoral IDXindustry susut 1,68 persen, dan catat penurunan terbesar. Diikuti indeks sektoral IDXEnergy melemah 1,36 persen dan IDXnonsiklikal susut 0,54 persen.

Sementara itu, IDXtechno melonjak 3,08 persen, diikuti IDXtransportasi mendaki 0,84 persen dan IDXsiklikal menanjak 0,37 persen.

Top Gainers dan Losers

PT Bestprofit Futures – Saham-saham yang masuk top gainers antara lain:

-Saham SQMI naik 34,31 persen

-Saham SWAT naik 30 persen

-Saham YPAS naik 24,42 persen

-Saham BAPA naik 23,21 persen

-Saham TEBE naik 22,58 persen

Saham-saham yang masuk top losers antara lain:

-Saham RELI turun 6,87 persen

-Saham DSFI turun 6,86 persen

-Saham TIFA turun 6,85 persen

-Saham SLIS turun 6,82 persen

-Saham TRUE turun 6,63 persen

Aksi Investor Asing

PT Bestprofit Futures – Saham-saham yang dibeli investor asing antara lain:

-Saham TLKM senilai Rp 23,3 miliar

-Saham BBCA senilai Rp 18,3 miliar

-Saham BUKA senilai Rp 14,5 miliar

-Saham EMTK senilai Rp 13,9 miliar

-Saham MTDL senilai Rp 7,7 miliar

Saham-saham yang dijual investor asing antara lain:

-Saham BBRI senilai Rp 97,1 miliar

-Saham PGAS senilai Rp 34,5 miliar

-Saham ADRO senilai Rp 23,9 miliar

-Saham UNTR senilai Rp 21,9 miliar

-Saham UNVR senilai Rp 21,4 miliar

Bursa Saham Asia

PT Bestprofit Futures – Bursa saham Asia sebagian besar tertekan. Indeks Hang Seng naik 0,29 persen, indeks Korea Selatan Kospi menanjak 0,16 persen dan indeks Jepang Nikkei mendaki 0,69 persen. Sementara itu, indeks Thailand susut 0,65 persen, indeks Shanghai merosot 0,15 persen, indeks Singapura tergelincir 0,23 persen dan indeks Taiwan turun 0,01 persen.

best jakartaprofit jakartafutures jakartabpf jakartabestprofit jakartaBest Profitbest profit futures jakartaPT Bestprofit Futurespt Bestprofit Futures jakartaBestprofitPT Bestprofit

Wall Street Kompak Menguat, Investor Optimistis terhadap Pertumbuhan Ekonomi AS

PT Bestprofit Futures – New York – Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street kompak menguat pada perdagangan Rabu, 15 September 2021. Indeks Dow Jones naik setelah alami serangkaian sesi perdagangan yang negatif pada September 2021.

Pada penutupan perdagangan wall street, indeks Dow Jones naik 236,82 atau hampir 0,7 persen menjadi 34.814,39. Indeks S&P 500 naik 0,8 persen menjadi 4.480,70. Indeks Nasdaq menanjak 0,8 persen menjadi 15.161,53.

“Meski ada kekhawatiran tentang penurunan baru-baru ini dalam momentum siklus ekonomi dan bisnis, kami tetap yakin pertumbuhan yang kuat ada di depan dan aktivitas akan kembali meningkat,” ujar Strategist JPMorgan, Dubravko Lakos-Bujas, dilansir dari CNBC, Kamis (16/9/2021).

Ia menuturkan, pihaknya tetap positif pada prospek saham. Ia berharap indeks S&P 500 dapat mencapai 4.700 pada akhir 2021 dan melampaui 5.000 pada 2022 dengan pendapatan yang lebih baik dari yang diharapkan.

Sejumlah berita ekonomi yang positif yang dirilis sebelum bel perdagangan Rabu pekan ini membantu menstabilkan sentimen investor. Indeks the Fed, yang mengukur manufaktur di kawasan itu berada di 34,3 pada September 2021. Hal ini jauh di perkiraan konsensus berada di kisaran 18, dari Facset. Ini menandai percepatan dari Agustus 2021.

Gerak Saham di Wall Street

PT Bestprofit Futures – Saham energi yang telah menjadi taruhan popular di kalangan investor mengandalkan pemulihan ekonomi besar, cenderung menguat. Hal ini seiring harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik. ETF sektor energi menguat hampir 3,7 persen. Saham Exxon bertambah 3,3 persen.

Imbal hasil obligasi AS membantu mengangkat saham bank dengan Citigroup naik 2,4 persen. Saham Morgan Stanley menanjak 1,1 persen. Suku bunga lebih tinggi biasanya dongkrak keuntungan bank.

Nama-nama industri yang terkait erat dengan pemulihan ekonomi juga naik. Hal ini menyusul saham General Electric dan Caterpillar melambung.

Saham Microsoft naik 1,6 persen setelah umumkan kenaikan dividen dan program pembelian kembali saham senilai USD 60 miliar. Saham Kasino seperti Las Vegas Sands dan Wynn Resorts kembali diperdagangkan di zona merah pada Rabu pekan ini.

Saham-saham yang besar mendapatkan pukulan ketika pemerintah Makau berupaya meningkatkan pengawasan peraturan atas kasino dan otoritas kesehatan China melaporkan pandemi COVID-19.

Pasar telah berada dalam kegalauan sepanjang September di tengah meningkatnya kekhawatiran investor tentang varian delta yang menggagalkan pemulihan ekonomi. Hal ini juga diikuti tindakan selanjutnya yang dilakukan the Federal Reserve.

Wall Street pada September 2021

PT Bestprofit Futures – September secara historis menunjukkan bulan yang alami koreksi bagi pasar. Rata-rata mengalami penurunan 0,56 persen dalam sebulan sejak 1945, berdasarkan CFRA. Setelah delapan bulan kenaikan berturut-turut, ahli strategi mengatakan kemunduran bisa segera terjadi.

Pada September 2021, indeks Dow Jones turun 1,5 persen dan indeks S&P 500 susut 0,9 persen. Indeks S&P 500 berada di jalur untuk kinerja bulanan terburuk sejak Januari 2021.

Indeks S&P 500 terus menguat sepanjang 2021, turun di bawah rata-rata pergerakan 50 hari hanya sekali berdasarkan Fundstrat. Chief Investment Officer Morgan Stanley Mike Wilson menuturkan, hal itu baru permulaan.

“Transisi pertengahan siklus selalu berakhir dengan koreksi pada indeks,” ujar dia.

Ia menambahkan, rata-rata pergerakan 50 harian bertahan sepanjang 2021, sehingga pola yang biasanya dilihat pada bagian fase pemulihan ini.

best jakartaprofit jakartafutures jakartabpf jakartabestprofit jakartaBest Profitbest profit futures jakartaPT Bestprofit Futurespt Bestprofit Futures jakartaBestprofitPT Bestprofit

IHSG Bergerak di Zona Merah, Sektor Saham Keuangan Pimpin Pelemahan

PT Bestprofit Futures – Jakarta – Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di zona merah pada awal sesi perdagangan Rabu (15/9/2021). Pelemahan IHSG itu terjadi di tengah aksi beli investor asing.

Pada pra pembukaan perdagangan, IHSG turun enam poin ke posisi 6.123,91. Pada pukul 09.04 WIB, IHSG susut 0,14 persen ke posisi 6.120. IHSG pun bergerak turun 0,34 persen ke posisi 6.108. Indeks LQ45 susut 0,48 persen ke posisi 866. Seluruh indeks acuan kompak tertekan.

Awal sesi perdagangan, IHSG berada di level tertinggi 6.125,33 dan terendah 6.102. Sebanyak 203 saham melemah sehingga menekan IHSG. 185 saham menguat dan 187 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan 252.327 kali dengan volume perdagangan 4,2 miliar saham. Nilai transaksi harian Rp 1,6 triliun. Investor asing beli saham Rp 100,60 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 14.242.

Secara sektor saham, sebagian besar indeks sektoral saham melemah. Indeks sektoral IDXproperty susut 0,39 persen, IDXfinance tergelincir 0,50 persen dan IDXhealth susut 0,38 persen. Indeks sektoral IDXenergy menguat 0,66 persen, IDXnonsiklikal menanjak 0,30 persen dan IDXtransportasi mendaki 0,29 persen.

Top Gainers dan Losers

PT Bestprofit Futures – Saham-saham yang masuk top gainers antara lain:

-Saham ASMI naik 25 persen

-Saham TEBE naik 24,62 persen

-Saham FISH naik 19,78 persen

-Saham TRUE naik 19,63 persen

-Saham BIKA naik 14,49 persen

Saham-saham yang masuk top losers antara lain:

-Saham BBHI turun 6,99 persen

-Saham RELI turun 6,92 persen

-Saham OILS turun 6,92 persen

-Saham LABA turun 6,79 persen

Aksi Investor Asing

PT Bestprofit Futures – Saham-saham yang dibeli investor asing antara lain:

-Saham BMRI senilai Rp 54 miliar

-Saham TLKM senilai Rp 15,5 miliar

-Saham ASII senilai Rp 11 miliar

-Saham BFIN senilai Rp 9,7 miliar

-Saham BUKA senilai Rp 6,6 miliar

Saham-saham yang dijual investor asing antara lain:

-Saham BBCA senilai Rp 7,7 miliar

-Saham BBNI senilai Rp 7,3 miliar

-Saham MSIN senilai Rp 6,9 miliar

-Saham BABP senilai Rp 6,3 miliar

-Saham BBRI senilai Rp 4,2 miliar

Bursa Saham Asia

PT Bestprofit Futures – Bursa saham Asia kompak melemah. Indeks Hang Seng turun 0,54 persen, indeks Nikkei melemah 0,52 persen, indeks Shanghai tergelincir 0,11 persen, indeks Singapura susut 0,64 persen dan indeks Taiwan merosot 0,54 persen. Indeks Korea Selatan Kospi naik 0,25 persen.

Mengutip laporan Ashmore Asset Management Indonesia, bursa saham Amerika Serikat ditutup melemah setelah data inflasi Amerika Serikat (AS) mereda di 5,3 persen yoy pada Agustus 2021. Angka ini lebih kecil dari harapan 5,4 persen yoy.

Selain itu, meningkatnya ketidakpastian kemungkinan kenaikan pajak perusahaan untuk membiayai paket pengeluaran USD 3,5 triliun, memperlambat pertumbuhan ekonomi dan meningkatnya COVID-19.

Saham-saham yang berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi turun dengan saham Bank of America dan GE masing-masing turun 2,6 persen dan 3,9 persen.

Saham Apple susut 1 persen setelah meluncurkan iPhone 13 baru di acara produk musim gugur tahunannya. Sementara harga Brent terus menembus USD 73-74 pada tanda-tanda badai lain yang dapat pengaruhi produksi di Texas setelah Badai Ida mendatangkan malapetaka di pantai Teluk.

best jakartaprofit jakartafutures jakartabpf jakartabestprofit jakartaBest Profitbest profit futures jakartaPT Bestprofit Futurespt Bestprofit Futures jakartaBestprofitPT Bestprofit

IHSG Kembali Sentuh Posisi 6.100, Investor Asing Borong Saham BBRI hingga BTPS

PT Bestprofit Futures – Jakarta – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di zona hijau pada awal sesi perdagangan Selasa (14/9/2021). Investor asing melakukan aksi beli saham pada awal sesi perdagangan.

Pada pra pembukaan perdagangan, IHSG naik 0,20 persen ke posisi 6.100,62. IHSG bertahan di zona hijau pukul 09.00 WIB. IHSG naik 0,33 persen ke posisi 6.110. Indeks LQ45 menguat 0,27 persen ke posisi 868,15. Seluruh indeks acuan kompak menghijau.

Awal sesi perdagangan, IHSG berada di level tertinggi 6.119,20 dan terendah 6.099,15. Sebanyak 242 saham menguat sehingga mengangkat IHSG. Sedangkan 112 saham melemah dan 201 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan 158.230 kali dengan volume perdagangan 2,2 miliar saham. Nilai transaksi Rp 1,2 triliun. Investor asing beli saham Rp 98 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran Rp 14.220.

Secara sektor saham, sebagian sektor menguat. Indeks sektoral IDXEnergy naik 0,85 persen, dan bukukan penguatan terbesar. Indeks sektoral IDXIndustri menanjak 0,76 persen dan IDXInfrastruktur menguat 0,47 persen.

Sementara itu, indeks sektoral IDXTransportasi melemah 0,39 persen, IDXHealth susut 0,22 persen dan IDXBasic tergelincr 0,20 persen.

Top Gainers dan Losers

PT Bestprofit Futures – Saham-saham yang catat top gainers antara lain:

-Saham ASMI naik 24,84 persen

-Saham FISH naik 19,81 persen

-Saham BBHI naik 19,26 persen

-Saham ESTI naik 18,94 persen

-Saham DYAN naik 17,78 persen

Saham-saham yang masuk top losers antara lain:

-Saham IDEA turun 9,8 persen

-Saham LABA turun 6,9 persen

-Saham POLI turun 6,8 persen

-Saham INDO turun 6,8 persen

-Saham PCAR turun 6,78 persen

Aksi Investor Asing

PT Bestprofit Futures – Saham-saham yang dibeli investor asing antara lain:

-Saham BBRI senilai Rp 76,4 miliar

-Saham BBCA senilai Rp 33,9 miliar

-Saham BUKA senilai Rp 8,1 miliar

-Saham ASII senilai Rp 7,3 miliar

-Saham BTPS senilai Rp 6,9 miliar

Saham-saham yang dilepas investor asing antara lain:

-Saham ANTM senilai Rp 18,2 miliar

-Saham MSIN senilai Rp 3,2 miliar

-Saham BMRI senilai Rp 2,9 miliar

-Saham BFIN senilai Rp 2,3 miliar

-Saham DMMX senilai Rp 947,3 juta

Bursa Saham Asia

PT Bestprofit Futures – Bursa Asia sebagian besar menghijau. Indeks Hang Seng susut 0,03 persen dan indeks Shanghai turun 0,15 persen.

Sementara itu, indeks Korea Selatan Kospi menguat 0,91 persen, indeks Jepang Nikkei menanjak  0,73 persen, indeks Singapura menguat 0,33 persen dan indeks Taiwan naik 0,11 persen.

Mengutip laporan Ashmore Asset Management Indonesia, IHSG turun 0,11 persen pada Senin, 13 September 2021. Investor asing melakukan aksi beli saham senilai Rp 43,8 miliar. Aksi beli investor asing besar terjadi di ASII Rp 52 miliar, BUKA Rp 41,5 miliar, dan ANTM Rp 37,4 miliar.

Sedangkan investor asing melakukan aksi jual di BMRI Rp 88,3 miliar, BBRI Rp 52,2 miliar, dan ARTO Rp 50,7 miliar. Di sisi lain MAPA mengumumkan akan bekerja sama dengan Foot Locker untuk meluncurkan toko baru di Asia Tenggara. MAPA akan buka gerai baru di Indonesia dan situs web lokal pada kuartal IV 2021. Saham MAPA dan MAPI masing-masing naik 3,07 persen dan 3,45 persen.

best jakartaprofit jakartafutures jakartabpf jakartabestprofit jakartaBest Profitbest profit futures jakartaPT Bestprofit Futurespt Bestprofit Futures jakartaBestprofitPT Bestprofit