Kebiasaan Buruk Orangtua soal Uang Bisa Berlanjut ke Anak?

Bestprofit Futures

Kebiasaan jelek soal uang dimulai dari sejak kecil. Berdasarkan studi terbaru menemukan kalau orangtua memiliki kebiasaan buruk soal keuangan juga akan berlanjut kepada anaknya.

Hasl penemuan studi itu dilakukan oleh perusahaan asset management T.Rowe Price. Perusahaan tersebut mensurvei sekitar 1.000 orangtua yang memiliki anak berusia 8-14 tahun. Mereka juga mewawancarai anaknya.

Dari survei itu disebutkan, kalau 98 persen anak memiliki orangtua yang punya tiga jenis tabungan untuk menabung, misalkan pensiun, dana daruat, dan biaya kuliah. Sedangkan 86 persen anak memiliki orangtua yang tidak punya tiga jenis tabungan tersebut.

Anak yang memiliki orangtua suka menabung tersebut juga suka mendiskusikan soal uang kepada anaknya. Jumlah anak yang suka diskusi soal uang kepada orangtuanya mencapai 83 persen dibandingkan anak yang orangtuanya tidak memiliki banyak jenis tabungan. Jumlahnya mencapai 66 persen.

Kebiasaan menabung orangtua pun berlanjut kepada anaknya. Anak tersebut jarang menghabiskan sekaligus uangnya ketika sudah mendapatkan uang. Jumlahnya mencapai 40 persen ketimbang anak yang tidak memiliki tabungan yang mencapai 52 persen.

Sedangkan orangtua yang memiliki kesulitan keuangan mencapai 71 persen memiliki anak yang biasanya menghabiskan uang begitu mendapatkannya.

“Ini tidak mengejutkan tapi menyedihkan. Kalau kebiasaan jelek orangtua soal uang dapat dilanjutkan ke anak-anak mereka. Orangtua ini mendapatkan konsekuensi berganda dari kesalahan keuangan mereka sendiri, mulai dari kesalahan mengatur uang dan prospek hal itu berlanjut ke anaknya,” jelas Roger Young, Perencana Keuangan Senior T.Rowe Price, seperti dikutip dari laman Marketwatch, Senin (27/3/2017)

Young menyarankan orangtua mulai membuka diskusi soal keuangan kepada anak termasuk salah mengatur keuangan. Jadi dengan diskusi itu, keluarga dapat belajar, dan anak belajar dari pengalaman orangtuanya.

Orangtua yang diskusi soal keuangan kepada anak setidaknya sekali seminggu biasanya anak tersebut pintar soal uang. Dengan membiarkan anak mengatur keuangan itu juga dapat membantu.

Sebagian orangtua menyatakan, kalau pihaknya membiarkan anak memutuskan untuk simpan dan habiskan uang sesuai keinginannya. 40 persen anak menyatakan kalau dirinya segera habiskan uang ketika mendapatkannya. Sedangkan 53 persen anak yang tidak dapat mengontrol uangnya mencapai 53 persen.

( mfs – Bestprofit Futures )

Ini Daftar Rumah Subsidi Bagi Pekerja Bergaji Minim

Best profit Futures

Keberadaan rumah subsidi menjadi solusi ‎bagi para pekerja berpendapatan minim namun ingin memiliki rumah sendiri. Rumah subsidi ini biasanya ditawarkan dengan harga tidak lebih dari Rp 150 juta. Best profit Futures

Dalam pameran Indonesia Properti Expo 2017 yang diselenggarakan oleh Bank Tabungan Negara (BTN), sejumlah pengembang menawarkan rumah subsidi dengan harga yang murah. Namun ada syarat-syarat tertentu yang harus diikuti oleh para peminat rumah subsidi tersebut.

Marketing perumahan Permata Mutiara Maja, Meira mengatakan, ada sejumlah syarat yang harus wajib dipenuhi oleh calon pembeli rumah ini. Pertama, pekerja tersebut memiliki gaji maksimal Rp 4 juta per bulan.

“Gaji nggak boleh lebih dari Rp 4 juta. Idealnya antara Rp 3 juta sampai Rp 4 juta per bulan,” ujar dia di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, seperrti ditulis Senin (13/2/2017).

Kedua, rumah yang dibeli merupakan rumah pertama dan diperuntukkan untuk ‎dijadikan tempat tinggl. Artinya rumah ini tidak boleh disewakan atau dikontrakan.

Ketiga, ‎pekerja tersebut lolos Bank Indonesia (BI) checking. Hal ini biasanya dilakukan untuk melihat portofolio pekerja‎ jika sebelumnya pernah membeli barang secara kredit. Jika sebelumnya pernah bermasalah, maka sulit untuk lolos dari BI checking ini.

“Juga tidak boleh sambil mengangsur mobil,” lanjut dia.

Dan keempat, pekerja telah memiliki masa kerja minimal 3 tahun. Akan lebih baik jika pekerja tersebut telah karyawan tetap ditempatnya bekerja.

“Minimal sudah bekerja 3 tahun. Kalau belum karyawan tetap ya tetap bisa, tapi lebih baik lagi kalau sudah (karyawan) tetap,” kata dia.

1. Permata Mutiara Maja

Perumahan yang dikembangkan oleh PT Buktinusa Indahperkasa ‎ini berlokasi di Desa Curug Badak, Kecamatan Maja, Banten. Harga yang ditawarkan sekitar Rp 123 juta dengan total kewajiban uang muka sebesar Rp 17,3 juta.

Untuk angsuran, dipatok sekitar Rp 1,2 juta untuk 10 tahun, Rp 938 ribu untuk 15 tahun dan Rp 781 ribu untuk 20 tahun. Harga jual rumah tersebut sudah‎ termasuk IMB, SHGB atas nama pengembng, listrik 1.300 watt dan air bersih.

2. Surya Cibitung Asri

Perumahan ‎ini berlokasi di Cikarang Utara, Bekasi, Jawa Barat. Harga yang ditawarkan sekitar Rp 134 juta dengan total kewajiban uang muka sebesar Rp 2,5 juta dan booking fee Rp 500 ribu

Untuk angsuran, dipatok sekitar Rp 1,4 juta untuk 10 tahun, Rp 1 juta untuk 15 tahun dan Rp 932 ribu untuk 20 tahun. Harga jual rumah tersebut sudah‎ termasuk AJB, BPHTB, IMB, listrik dan air bersih.

3. Griya Asri Tigaraksa

Perumahan yang dikembangkan oleh PT Mustika Putra Nusantara ini berlokasi di Tigaraksa, Tangerang. Harga yang ditawarkan sekitar Rp 141 juta dengan total kewajiban uang muka sebesar Rp 7,5  juta.

Untuk angsuran, dipatok sekitar Rp 1,4 juta untuk 10 tahun, Rp 1 juta untuk 15 tahun dan Rp 881 ribu untuk 20 tahun. Harga jual rumah tersebut belum termasuk biaya administrasi, BPHTB, AJB, IMB, SHGB listrik dan lain-lain.

4. Ambar Telaga 3

‎Perumahan yang dikembangkan oleh CK Group ini berlokasi di Jalan Raya Ranca Bungur, Bogor. Harga yang ditawarkan sekitar Rp 141 juta dengan total kewajiban uang muka sebesar Rp 7,5  juta dan booking fee Rp 1 juta.

Untuk angsuran, dipatok sekitar Rp 1,4 juta untuk 10 tahun, Rp 1 juta untuk 15 tahun dan Rp 892 ribu untuk 20 tahun. Harga jual rumah tersebut belum termasuk biaya proses KPR, BPHTB, AJB, balik nama SHGB atas nama konsumen.

5. Cluster Mutiara Korelet 3

Perumahan yang dikembangkan oleh PT Mustika Putra Nusantara ini berlokasi di Jalan Pasar Korelet, Panongan. Harga yang ditawarkan sekitar Rp 141 juta dengan total kewajiban uang muka sebesar Rp 7,5  juta dan booking fee Rp 1 juta.

Untuk angsuran, dipatok sekitar Rp 1,4 juta untuk 10 tahun, Rp 1 juta untuk 15 tahun dan Rp 881 ribu untuk 20 tahun. Harga jual rumah tersebut belum termasuk biaya administrasi, BPHTB, AJB, IMB, SHGB listrik dan lain-lain.

( mfs – Best profit Futures )

10 Jurus Anti-Bokek di Akhir Bulan

PT Bestprofit Futures

Sudah berbagai upaya kita lakukan, tapi kita masih saja bergulat untuk memenuhi kebutuhan setiap bulan.

Kejadian tekor atau kelebihan penanggaran seperti akrab sekali bagi banyak keluarga.

Namun demikian, para pakar mengatakan ada beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk memastikan anggaran tidak bocor lagi. PT Bestprofit Futures
Dikutip dari Daily Mail pada Rabu (7/12/2016), berikut ini adalah sejumlah cara untuk menjaga anggaran. Mulai dari gaya penganggaran seperti layaknya seorang kepala sekolah, hingga penggunaan prinsip 50/20/30.

Ayo simak di sini:

1. Perhatikan pengeluaran sepele

Carlo Gualandri, pendiri dan CEO untuk Soldo, menjelaskan bahwa, sebagai konsumen, kita terus-menerus berbelanja, bahkan tanpa menyadari seberapa besar dan untuk apa.

Ia mengatakan, “Jumlah pengeluaran ‘sepele’ kita setiap hari membukit jika kita hitung-hitung, misalnya pengeluaran jajan kopi setiap tahun bisa mengejutkan.”

“Pepatah lama mengajak kita untuk peduli dengan setiap duit receh tetap menolong di masa kini. Pastikan kita sadar akan pengeluaran harian sehingga bisa menstabilkan pengeluaran. Jika bisa melakukan hal ini untuk seluruh keluarga, maka lebih baik lagi.”

2. Penganggaran yang jelas

“Memang terdengar remeh, tapi ketahuilah apa yang masuk dan apa yang keluar. Tidak ada yang lebih berguna daripada menetapkan dan mentaati anggaran keluarga,” kata Carlo.

“Komedian Jerry Seinfeld pernah mengatakan ‘tidak ada yang satu hal mengasyikkan untuk seluruh keluarga’. Begitulah kenyataannya, keluarga adalah kumpulan dari beberapa individu dengan kebutuhan-kebutuhan dan keinginan-keinginan berbeda.”

“Rayakan perbedaan ini dan secara realistis menyusun anggaran untuk cocok dengan setiap kebutuhan tiap anggota keluarga.”

3. Manfaatkan teknologi

Sudah cukup banyak tersedia aplikasi dan layanan baru yang dapat membantu mengatur keuangan. Mulai dari pelacakan anggaran, investasi cerdas, dan melacak uang kita saat ini juga (real time), pergunakan teknologi sebaik-baiknya.”

4. Menabung, menabung, menabung

“Menyisihkan sebagian uang kita setiap bulan adalah cara yang baik untuk memegang kendali,” imbuh Carlo.

“Seberapapun yang didapat, jadikan kebiasaan untuk menyisihkan sebagian dan sebentar saja kita bisa kaget sendiri melihat hasil kebiasaan yang sangat positif ini, sekaligus memberi contoh yang baik bagi anak-anak.”

5. Tertarik dengan masalah keuangan

Jangan hanya mengandalkan orang lain untuk menentukan keputusan-keputusan besar bagi kita. Terus mencari informasi baru tentang berita-berita keuangan terbaru, bahkan untuk hal-hal yang mendasar.

“Seperti apa tingkat suku bunga? Apakah investasi kita menghasilkan imbal? Bisakah mendapatkan pinjaman dengan syarat yang lebih baik? Pengetahuan tentang keuangan sudah memenangkan setengah pertempuran,” lanjut Carlo.

6. Jadikan 2017 bebas utang

Betapapun rendahnya tingkat bunga, upayakan dan tetaplah bebas utang atau lunasi utang apapun secepat mungkin.

Demikian juga, belajarlah dari kesalahan-kesalahan keuangan kita di masa lalu dan gunakan pengetahuan itu untuk memastikan kita tidak melakukan kesalahan yang sama.”

7. Belanjakan lebih sedikit

Dengan adanya informasi sekejap (real time) tentang pengeluaran, kita seharusnya lebih cepat mengerti jika telah membelanjakan lebih banyak daripada pemasukan.

Perhitungan matematis sederhana dapat berarti perbedaan antara terjerumus dalam utang atau menimbun tabungan di tiap akhir bulan.

8. Hanya uang tunai

“Ini mungkin seperti solusi zaman dulu, tapi membawa-bawa uang tunai memungkinkan kita mengerti ke mana dan bagaimana kita membelanjakan uang kita karena berkurang secara fisik,” kata Mutaz Qubbaj, pendiri aplikasi penanggaran, Squirrel. PT Bestprofit Futures

“Lebih mudah melihat sebarapa jauh uang membawa kita. Melakukan ini secara sering terkadang mengingatkan kita akan nilai uang itu dalam cara yang tidak bisa diberikan oleh kartu-kartu bayar.”

9. Periksa transaksi

Setiap hari, luangkan waktu sejenak untuk menelaah balik segala transaksi kita dari hari sebelumnya agar lebih mengerti tentang bagaimana kita melakukan pengeluaran dan apa yang terjadi dengan uang kita.

Setiap minggu, cobalah untuk melihat tren dalam kategori-kategori yang dapat dengan mudah kita pangkas.

10. Gunakan aturan 50/20/30

Pilah-pilahlah pemasukan bulanan dalam beberapa bagian. Misalnya, 50 persen untuk kebutuhan hidup sehari-hari, 20 persen untuk tabungan, dan 30 persen untuk hiburan dan senang-senang.

Kata Mutaz, “Hal ini harus selalu diperlakukan seperti prinsip umum, tapi bisa menjadi panduan yang bagus untuk menjalani perjalanan penganggaran.”

( mfs – PT Bestprofit Futures )

Anda Bisa Jadi Miliarder, Mau Tahu Caranya?

Bestprofit Futures Jakarta

Menjadi seorang miliarder bukan hanya perkara kerja keras, melainkan Anda juga butuh perencanaan yang hati-hati untuk mencapainya.

Deretan cara berikut bisa memperbesar peluang Anda menjadi miliarder jika Anda benar-benar melakoninya. Apa saja? Berikut ulasannya seperti dikutip dari CekAja.com:

Pekerjaan

Demi mengumpulkan miliaran rupiah, hal pertama yang bisa Anda lakukan adalah dengan memiliki pekerjaan yang bisa mengantarkan menjadi miliarder. Misalnya menjadi atlet, musisi, dan CEO Bestprofit Futures Jakarta.

Mengapa atlet? Pastinya masih segar diingatan Anda kalau peraih emas di ajang olimpiade lalu mendapat hadiah Rp 5 miliar dari pemerintah. Atlet-atlet luar negeri juga banyak yang menjadi kaya raya karena berprestasi di bidangnya, begitu pun dengan musisi.

Sedangkan untuk CEO, sudah bukan rahasia lagi kalau deretan orang terkaya di dunia seperti Bill Gates dan Mark Zuckerberg merupakan CEO perusahaan.

Memiliki pasangan berpenghasilan besar

Orangtua yang ingin memiliki menantu seorang dokter spesialis atau insinyur mungkin terdengar klise. Namun ada penjelasan logis di balik keinginan ini. Contohnya adalah dokter. Profesi dokter di Amerika memiliki gaji paling tinggi diantara negara lain di dunia.

Rata-rata gaji untuk dokter umum saja mencapai US$ 186.044 atau sekitar Rp 2,2 miliar per tahun. Sedangkan gaji dokter spesialis lebih besar lagi, yakni di angka US$ 339.738 atau sekitar Rp 4,1 miliar per tahun.

Meski gaji rata-rata dokter di Indonesia masih tergolong rendah yaitu Rp 58 juta per tahun. Angka ini terbilang besar jika dibandingkan pekerja kantoran setara staf. Begitu juga dengan insinyur yang bisa bergaji dollar jika bekerja di luar negeri.

Memiliki perusahaan sendiri

Deretan orang-orang kaya di dunia terdiri dari CEO sekaligus pemilik perusahaan. Beberapa bahkan tidak lulus kuliah. Tapi bukan berarti Anda jadi mengenyampingkan pendidikan.

Mereka yang bergelar PHD pun banyak yang kaya raya. Sebut saja Stephen Hawking dengan total kekayaan hingga Rp 264 miliar.

 

Berinvestasi

Tanpa memiliki penghasilan atau perusahaan sendiri pun, sebenarnya Anda masih berpeluang menjadi miliarder. Caranya adalah dengan berinvestasi. Sudah banyak deretan orang yang menjadi miliarder lewat investasi.

Salah satunya adalah Jim Goetz. Lewat investasi di aplikasi WhatsApp, dia berhasil melipatgandakan uang US$ 60 juta menjadi lebih dari US$ 3 miliar. Bahkan dirinya berhasil mencatatkan diri sebagai pelaku salah satu transaksi terbaik sepanjang sejarah dunia venture capital.

Selama ini menjadi kaya raya dihubungkan dengan penghasilan besar. Dengan memiliki penghasilan besar, perlahan-lahan Anda bisa mengumpulkan sejumlah aset. Hal ini tidak selalu benar.

Misalnya penghasilan si A Rp 10 juta per bulan, namun si A hanya menyisihkan lima persen per bulan atau Rp 500 ribu untuk investasi. Sedangkan si B yang penghasilannya hanya Rp 5 juta per bulan menyisihkan 30 persen atau Rp 1,5 juta.

Jika nilai investasi tumbuh mencapai 20 persen per tahun, maka setelah 10 tahun, si A hanya mendapatkan Rp191 juta. Sedangkan si B mendapatkan Rp 573,5 juta.

Bagaimana, rencana apa yang sudah Anda siapkan untuk menjadi miliarder?

(mfs – Bestprofit Futures Jakarta)

4 Manfaat “Coaching” untuk Generasi Milenial

Bestprofit Futures Jakarta

Melanjutkan kajian mengenai peran kepemimpinan pada era generasi milenial yang semakin meningkat populasinya, pada edisi ini kita kupas secara cepat dan tepat 4 manfaat coaching khususnya untuk generasi milenial.

Sebagaimana penjelasan pada edisi yang lalu, generasi milenial atau mereka yang lahir pada era 1980-an hingga 2000-an terbukti secara ilmiah memiliki tipikal perilaku dan pola pikir yang khas, yang dalam hal ini memengarui cara mereka menjalankan proses kerja Bestprofit Futures Jakarta.

Di saat yang sama, banyak atasan mereka yang rata-rata adalah generasi X atau Y tidak sadar atau bahkan tidak memiliki pengetahuan tentang hal ini sehingga para pimpinan ini memperlakukan dan memimpin generasi milenial seperti mereka diperlakukan dan dipimpin oleh seniornya atau atasan mereka dulu.

Zaman sudah berubah!

Padahal kenyataannya, pendekatan itu ternyata tidak cocok dan tidak pas untuk digunakan dalam memimpin dan memberdayakan potensi dahsyat generasi milenial tersebut. Alhasil, yang terjadi adalah banyaknya friksi dan konflik antara atasan dan mereka para anggota tim, yang berujung pada meningkatnya angka turnover yang sangat signifikan.

Inilah yang disebut dengan “sindrom generation gap“. Ada beberapa korporasi yang merasakan dan menyadarinya. Namun, lebih banyak yang tidak sadar dan tetap merasakan dampaknya, yaitu sulitnya mempertahankan talenta dari generasi milenial.

Riset empiris yang kami lakukan, ada satu pendekatan sederhana yang ternyata cocok untuk memimpin dan memberdayakan generasi yang terkenal sangat inovatif dan kreatif ini, dan cara itu adalah coaching.

Namun, ini bukan sembarang teknik coaching yang mungkin selama ini Anda kenal atau praktikkan.  Langsung saja, kita kupas 4 manfaat coaching untuk memimpin dan mengelola generasi milenial. Hal ini penting untuk membangun kesadaran kita, betapa saat ini kondisi sangat berbeda dan tentu membutuhkan cara yang berbeda pula.

Manfaat pertama adalah, coaching yang dilakukan kepada generasi milenial akan mampu membangun rasa hormat atau respek dari semua pihak, baik pihak yang memimpin dalam hal ini generasi X dan Y atau pihak yang dipimpin, yaitu generasi Z atau milenial.
Mengapa ini bisa terjadi?

Pendekatan coaching sangat cocok dengan tipikal generasi milenial, yaitu mereka sangat ingin diakui kehebatan, kontribusi, serta ide brilian mereka. Oleh sebab itu, mereka sangat merindukan untuk dilibatkan dalam berbagai proses pengambilan keputusan, bukan sebaliknya, hanya sebagai obyek keputusan.

Ketika mereka dilibatkan, mereka merasa dihormati; dan jika ini terjadi maka mereka akan melakukan hal yang sama, yaitu menghormati atau respek kepada atasan mereka dengan sukarela dan sukacita.

Adapun manfaat kedua adalah, coaching akan memampukan generasi milenial untuk terus terikat secara kuat atau memiliki engagement dengan korporasi dan pemimpin mereka. Hal ini wajar terjadi akibat dari manfaat pertama di atas; yaitu ketika mereka menaruh rasa hormat dengan sendirinya, mereka akan terus menjadi bagian dari tim.

Hal ini sangat penting karena salah satu isu krusial berkaitan dengan generasi milenial ini adalah bahwa sulit sekali mereka terikat secara kuat dengan pimpinan atau organisasi. Fakta bahwa 75 persen mereka resign karena meninggalkan pemimpin mereka bukan karena korporasi, hal ini harus menjadi pertimbangan.

Kita lanjutkan kepada manfaat ketiga dari coaching khusus untuk generasi milenial, yaitu akan menyeimbangkan fungsi leading dan managing yang harus dilakukan oleh atasan langsung mereka.

Fungsi leading dan managing ini juga wajib dijalankan oleh mereka generasi Z, terutama ketika harus menyelesaikan suatu tugas atau mencapai target tertentu.

Dengan coaching, kedua fungsi tersebut bisa dijalankan secara seimbang dan paralel. Sebagai dampaknya, kedua belah pihak akan semakin akur dan kompak sehingga meminimalkan friksi dan mencegah konflik yang tidak perlu.

Manfaat keempat atau yang terakhir adalah, coaching terbukti secara masif mampu membentuk high performance team, khususnya untuk tim yang baru terbentuk.

Menurut penulis Bruce Tuckman, ada setidaknya 4 tahap bagi sebuah tim untuk terbentuk dan mampu mencapai kinerja terbaik, yaitu forming, storming, norming, dan performing.

Umumnya, tim yang baru terbentuk, khususnya jika sebagian besar dari mereka adalah generasi milenial, akan menghadapi tantangan besar pada tahap storming.

Jika seorang leader gagal melewati fase tersebut, maka bisa dipastikan tim yang dipimpinnya bubar barisan, dan dia harus mulai dari awal lagi, yaitu forming alias harus merekrut tim baru lagi, dengan coaching fase storming bisa diatasi secara mulus sehingga sebuah tim akan mudah mencapai tahap performing Bestprofit Futures Jakarta.

Selamat memimpin, dan salam sukses selalu untuk Anda!

(mfs – Bestprofit Futures Jakarta)