3 Cara Mudah Isi Baterai Smartphone Lebih Cepat

PT Bestprofit Futures

Smartphone tak dimungkiri telah menjadi perangkat wajib saat ini, sebab perangkat ini sudah memenuhi kebutuhan telekomunikasi sampai bermain gim. Namun salah satu kendala untuk bisa melakukan seluruh kegiatan tersebut adalah kapasitas baterai.

Karenanya, proses pengisian daya yang lebih cepat bisa menjadi solusi untuk mengatasi masalah tersebut. Namun tak semua pengguna mungkin mengetahui bahwa ada cara mudah untuk bisa melakukan isi daya baterai secara cepat.

Untuk itu telah mengutip informasi dari laman Popular Science, Minggu (5/3/2017), mengenai tiga cara mudah mengisi baterai dengan lebih cepat. Seperti apa caranya? Simak artikel berikut ini:

1. Gunakan modus airplane

Salah satu cara efektif untuk mengisi baterai lebih cepat adalah dengan mengaktfikan modus pesawat (airplane). Cara ini terbilang cukup manjur karena membuat perangkat mematikan fungsi seluler, sehingga daya yang diperlukan untuk tak sebesar saat berada dalam keadaan normal.

Namun, perlu diingat saat mengaktikan modus airplane, kamu tak bisa menggunakan smartphone untuk kebutuhan komunikasi. Kendati demikian, perangkat dipastikan dapat terisi lebih cepat dari biasanya.

2. Sambungkan dengan sumber listrik di tembok

Kamu memang bisa mengisi daya smartphone dengan menghubungkannya ke laptop, tapi sebenarnya hal itu disarankan. Untuk mendukung pengisian daya yang lebih cepat, kamu perlu memasangnya ke sumber listrik yang stabil seperti soket listrik di tembok.

Lewat metode ini, waktu yang diperlukan untuk melakukan pengisian daya akan lebih cepat ketimbang menyambungkan smartphone ke laptop. Sekadar saran, sebisa mungkin memakai charger yang dibundel dalam pembelian karena biasanya sudah disesuaikan dengan kebutuhan perangkat.

3. Gunakan smartphone dengan fitur fast-charging

Saat ini hampir sebagian besar vendor smartphone khususnya Android telah menyediakan fitur fast-charging pada produknya. Beberapa di antaranya bahkan mengklaim mampu mengisi daya dari 0 hingga 90 persen dalam satu jam.

Untuk itu, tak ada salahnya bagi kamu yang memang memiliki mobilitas tinggi dapat mulai mempertimbangkan memiliki perangkat dengan fitur anyar tersebut. Tak pula, sesuaikan pula smartphone yang akan dibeli dengan kebutuhanmu.

Selain beberapa cara di atas, sebenarnya ada salah trik yang cukup efektif untuk melakukan pengisian daya smartphone lebih cepat tapi sering tak dilakukan, yakni dengan tak memakainya saat sedang di-charge.

Dengan demikian, proses pengisian daya di perangkat dapat berjalan lebih maksimal. Tak ada salahnya untuk benar-benar meninggalkan perangkat yang sedang diisi daya tanpa perlu terlalu sering mengeceknya.

( mfs – PT Bestprofit Futures )

Mengapa Masih Ada Ancaman Hukuman Pasal Karet di Revisi UU ITE?

Bestprofit Futures Jakarta

Banyak pihak bertanya-tanya mengapa ancaman hukuman di Pasal 27 ayat 3 dan 28 ayat 2 pada revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) hanya dikurangi dan tidak dihapuskan. Pertanyaan ini dijawab oleh Direktur Jenderal Aplikasi dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Semuel Abrijani, Senin (28/11/2016) malam Bestprofit Futures Jakarta.

Ia menjelaskan alasan pemerintah tak menghapuskan pasal yang dianggap pasal karet itu. “Kami tidak bisa menghapuskan pasal itu (tentang pencemaran nama baik dan ancaman kekerasan) karena diatur di peraturan lainnya,” kata Semuel. Oleh karena itu, menurut Semuel, norma hukum diperlukan untuk mengatur aktivitas dalam internet. “Kalau tidak diatur dengan payung hukum, bisa merusak kebhinekaan. Karenanya, ini yang terbaik untuk saat ini,” kata Semuel.

Sebagaimana diketahui, salah satu poin revisi UU ITE adalah pengurangan ancaman hukuman untuk orang yang mendistribusikan konten dengan muatan pencemaran nama baik. Semula mereka terancam pidana maksimal enam tahun, kemudian dikurangi menjadi empat tahun. Dendanya pun dikurangi dari maksimal Rp 1 miliar menjadi Rp 750 juta.

Selain itu, pengurangan hukuman juga diberlakukan bagi orang yang mengirimkan konten berisi ancaman kekerasan, yang semula bisa dipidana maksimal 12 tahun dikurangi jadi 4 tahun. Denda pun dikurangi dari maksimal Rp 1 miliar menjadi Rp 750 juta.

“Sehingga, bagi pengguna internet tidak langsung dilakukan penahanan selama proses hukum, hingga diputus bersalah oleh pengadilan. Ini membuat keseimbangan dan menjaga keharmonisan di level masyarakat,” tutur Semuel. Ia menambahkan, yang semula pelapor punya kedudukan lebih tinggi dari terlapor, sekarang tidak demikian. Menurutnya, jika pengadilan memutuskan terlapor bersalah, barulah ia bisa ditahan. Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) yang baru direvisi, akan berlaku mulai hari ini, Senin (28/11/2016).

“Berdasar UU no 12 tahun 2011 Pasal 73, suatu RUU disahkan melalui tanda tangan Presiden paling lambat 30 hari setelah disetujui DPR dan Presiden,” kata Ketua Tim Panitia Kerja (Panja) RUU ITE Henry Subiakto melalui pesan singkat, Senin (28/11/2016). “Kalau belum ditandatangani Presiden dalam waktu paling lama 30 hari terhitung saat disetujui bersama, maka RUU tersebut sah menjadi UU dan wajib diundangkan,” lanjut Henry. Ada empat perubahan dalam UU ITE yang baru.

Pertama, adanya penambahan pasal hak untuk dilupakan, yakni pasal 26. Pasal itu menjelaskan seseorang boleh mengajukan penghapusan berita terkait dirinya pada masa lalu yang sudah selesai, namun diangkat kembali. Salah satunya seorang tersangka yang terbukti tidak bersalah di pengadilan, maka dia berhak mengajukan ke pengadilan agar pemberitaan tersangka dirinya agar dihapus.

Kedua, yakni durasi hukuman penjara terkait pencemaran nama baik, penghinaan dan sebagainya dikurangi menjadi di bawah lima tahun. Dengan demikian, berdasarkan Pasal 21 KUHAP, tersangka selama masa penyidikan tak boleh ditahan karena hanya disangka melakukan tindak pidana ringan yang ancaman hukumannya penjara di bawah lima tahun. Ketiga, tafsir atas Pasal 5 terkait dokumen elektronik sebagai bukti hukum yang sah di pengadilan.

UU ITE yang baru mengikuti putusan Mahkamah Konstitusi yang menyatakan dokumen elektronik yang diperoleh melalui penyadapan (intersepsi) tanpa seizin pengadilan tidak sah sebagai bukti. Terakhir, yakni penambahan ayat baru dalam Pasal 40. Pada ayat tersebut, pemerintah berhak menghapus dokumen elektronik yang terbukti menyebarkan informasi yang melanggar undang-undang. Informasi yang dimaksud terkait pornografi, SARA, terorisme, pencemaran nama baik, dan lainnya.

Jika situs yang menyediakan informasi melanggar undang-undang merupakan perusahaan media, maka akan mengikuti mekanisme di Dewan Pers. Namun, bila situs yang menyediakan informasi tersebut tak berbadan hukum dan tak terdaftar sebagai perusahaan media (nonpers), pemerintah bisa langsung memblokirnya. “Persetujuan DPR dengan Pemerintah untuk RUU ITE sudah dilakukan pada 27 Oktober, 30 harinya berarti hari ini harus sudah dinomori di Sekretariat Negara,” kata Henry lagi.

(mfs – Bestprofit Futures Jakarta)

Maksimalkan Performa Android Kamu dengan 5 Hal Ini

Bestprofit Futures Jakarta

Android menjadi salah satu sistem operasi dengan pengguna terbanyak. Hal itu bukannya tanpa alasan sebab sistem operasi besutanGoogle itu terbilang memiliki beragam fitur menarik dan dukungan aplikasi Bestprofit Futures Jakarta.

Namun ternyata tak semua pengguna ponsel robot hijau itu mengetahui beragam hal menarik yang bisa dilakukan dengan perangkatnya. Bahkan, hal menarik ini tak membutuhkan aplikasi pihak ketiga untuk bisa digunakan.

Berikut ini 5 (lima) hal keren yang dapat digunakan langsung dari sistem operasi Android. Penasaran?

1. Hemat kuota data

Kehadiran beragam konten internet saat ini membuat konsumsi data dipastikan kian membesar. Karenanya, tak jarang pengguna Android enggan mengakses banyak informasi dari browser Chrome.

Namun tahukah kamu, sebenarnya Chrome memiliki fitur hemat data yang mampu mengurangi konsumsi data internet.

Untuk mengaktifkannya, buka peramban Chrome, pilih Settings lalu Data Saver, dan aktifkan fitur tersebut dengan menggeser ikon ke tanda ‘On’.

2. Optimalkan penggunaan baterai

Daya tahan baterai kerap menjadi salah satu faktor penting untuk mendukung performa sebuah ponsel Android. Hanya terkadang tak seluruh smartphone dibekali dengan baterai berkapasitas besar.

Untuk itu, pemanfaatan fitur Battery Saver setidaknya dapat membantu pengguna Android yang kerap kehabisan daya.

Fitur ini dapat diaktifkan dengan membuka Settings, lalu pilih Battery Saver dan aktifkan fitur tersebut. Namun perlu diingat pengaturan di masing-masing ponsel dapat berbeda satu sama lain.

3. Manfaatkan Google Now

Google Now didesain sebagai asisten virtual untuk pengguna Android, sehingga memudahkan informasi diterima secara lebih cepat dan mudah.

Namun perlu diingat, aplikasi ini dapat berinteraksi dengan seluruh aplikasi yang ada dismartphone, seperti untuk mengatur alarm atau membuat catatan.

Asyiknya lagi, fitur ini tak perlu dibuka terlebih dulu untuk bisa aktif, cukup menyerukan ‘Ok Google’, fitur ini akan segera aktif dalam segala situasi.

Untuk memulainya, buka Google Settings, pilih Search & Now. Lalu pilih Voice dan bukaOk Google Detection, selanjutnya aktifkan opsi ‘From any screen’.

4. Manfaatkan Android Device Manager

Android Device Manager memang bukan aplikasi bawaan di Google, tapi fitur yang ada di dalamnya sangat berguna untuk pengguna.

Lewat aplikasi ini, pengguna dapat melacak posisi ponsel, menghapus seluruh data di ponsel dari jarak jauh, termasuk menampilkan pesan khusus ketika ponsel hilang.

Pun demikian, Google sudah membenamkan pengaturan untuk mengaktifkan fitur keamanan ini di Google Settings.

Agar seluruh kemampuan aplikasi ini dapat digunakan, pengguna bisa membuka Google Settings lalu pilih Security. Selanjutnya, aktifkan opsi ‘Remotely locate this device’ dan‘Allow remote lock and erase’.

Namun sebelumnya, pastikan juga ponsel dapat memberi akses pada fitur Android Device Manager. Buka Setting lalu pilih Security, dan centang opsi ‘Android Device Manager’.

Batasi Akses

5. Atur izin untuk masing-masing aplikasiFitur ini memang baru tersedia untuk Android Marshmallow. Untuk itu, pastikan pakai sistem operasi paling anyar itu untuk menggunakan fitur ini.

Lewat fitur ini, pengguna dapat membatasi akses dari masing-masing aplikasi yang terpasang di ponsel.

Meski terkadang mematikan beberapa izin akses membuat aplikasi tak berjalan maksimal, setidaknya pengguna bisa mengatur akses untuk masing-masing aplikasi.

Pengguna bisa membuka Setting, lalu pilih Apps untuk memilih aplikasi yang ingin diatur aksesnya. Setelah itu, buka Permissions dan tentukan sendiri izin untuk aplikasi itu.

(mfs – Bestprofit Futures Jakarta)

Baru Muncul, Nissan Serena Terbaru Bermasalah

Bestprofit Futures Jakarta

Nissan Motor Jepang mengumumkan kampanye perbaikan massal alias recall, Rabu (7/9/2016) untuk model minivan domestiknya, Serena. Selain menarik kembali, Nissan juga berhentikan sementara pengiriman kepada konsumen, untuk terlebih dahulu diperbaiki masalah fungsi idling stop.

Pihak Nissan mengatakan, penarikan kembali dilakukan untuk 9.481 unit Serena, yang mulai dijual sejak 24 Agustus 2016. Model terebut memiliki risiko hubungan pendek arus listrik atau korsleting, selama penggunaan fungsi idling stop system.

“Permasalahan mengenai kecacatan yang terjadi ini, awalnya dilaporkan oleh salah satu diler Nissan, di mana saat terjadi insiden, muncul percikan api kecil di bawah kap mesin,” ujar pihak Nissan, dilansirReuters, Rabu (7/9/2016).

Sebagian besar kendaraan yang terkena recall masih ada dalam proses pengiriman, atau masih tersmpan di diler Nissan seluruh Jepang. Sementara sekitar 600 unit telah dikirim ke pelanggan, dan diharapkanrecall akan cepat dilakukan, sehingga pengiriman bisa dilanjutkan minggu depan.

Serena ini adalah model pertama Nissan yang memiliki fitur semi-otonom baru, termasuk fungsi stop-start otomatis. Seorang juru bicara mengatakan bahwa masalah yang terjadi pada idling-stop system, tidak ada hubungannya dengan fitur semi-otonom.

Generasi kelima MPV Serena akhirnya mendebut di lantai kantor pusat Nissan Motor Company di Yokohama, Jepang, Rabu (13/7/2016). Tidak ada spesifikasi detail yang disampaikan, namun dari semua perubahannya fitur yang paling disorot adalah teknologi “semi otonomos” ProPilot.

Dalam keterangan resmi Nissan dijelaskan, ProPilot adalah teknologi yang didesain untuk dipakai di jalan bebas hambatan dan hanya berlaku pada satu jalur. Komputer mengatur secara otomatis kemudi, pedal gas, dan pedal rem, hingga diklaim memudahkan kerja pengemudi.

ProPilot bekerja mengontrol jarak kendaraan kita dengan kendaraan lain. Sistem bisa bekerja mengandalkan kamera dan perangkat lunak pembaca gambar. Komputer bisa membaca objek tiga dimensi seperti mobil lain di jalan raya serta mampu menganalisa garis jalan.

Serena jadi model pertama Nissan yang menggunakan ProPilot, tapi di masa depan akan diikuti model lainnya, dimulai dari SUV Qashqai pada tahun depan.

Konsep desain All-New Serena mengarah lebih elegan. Wajah depan baru, detail gril, bemper, dan lampu bertingkat mengangkat nuansa mewah. Nissan belum menjelaskan soal mesin namun dikatakan versi hibrida tersedia seperti model generasi sebelumnya.

Walau sudah diperkenalkan, All-New Serena baru mulai dijual pada Agustus mendatang. Penjualannya dimulai dari kampung halaman, Jepang.

(mfs – Bestprofit Futures Jakarta)

Apple Akhirnya Bisa Jualan iPhone di Indonesia

Bestprofit Futures Jakarta

Hingga saat ini, ada tiga seri iPhone -dengan spesifikasi 4G, yang belum masuk Indonesia, yakni 6S, 6S Plus, dan SE.
Namun, seiring diresmikannya tata cara pemenuhan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) ponsel 4G, ketiga iPhone itu bisa segera dijual resmi di Tanah Air Bestprofit Futures Jakarta.

Direktur Jenderal Industri Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (Ilmate), Kemenperin, I Gusti Putu Suryawirawan membenarkan mengenai kemungkinan Apple masuk ke Indonesia setelah resminya aturan TKDN.
Namun menurut Putu, Apple tidak akan membangun pusat riset di Tanah Air. Mereka justru memiliki rencana berbeda.

“Katanya begitu (Apple jadi masuk ke Indonesia). Bukan (pusat riset), Apple akan membangun industri software untuk mobile apps,” ujarnya dalam pesan singkat pada KompasTekno, Selasa (6/9/2016).Jika raksasa teknologi tersebut telah mewujudkan komitmennya terhadap aturan TKDN, maka mereka bisa dengan bebas menjual iPhone dengan spesifikasi 4G di Indonesia.

Seperti diketahui, hingga saat ini Apple tak kunjung memasukkan iPhone 6S, 6S Plus dan SE ke Indonesia. Alasannya adalah tata cara pemenuhan TKDN yang saat itu tak kunjung jelas.Di sisi lain, vendor-vendor ponsel 4G termasuk Apple juga diminta memenuhi nilai komponen lokal tersebut hingga 30 persen dengan tenggat waktu 1 Januari 2017.

Kini, setelah Kemenperin resmi merilis Permenperin No 65 tahun 2016,Apple tinggal mengikuti acuan di dalamnya saja. Selanjutnya, perusahaan akan mendapatkan nilai TKDN dan diperbolehkan menjual ponsel 4G di Indonesia.

Apple sendiri belum memberikan konfirmasi apa pun terkait rencana mereka merilis tiga seri iPhone, yaitu 6S, 6S Plus dan SE di Tanah Air.

Apple mendapatkan cara untuk mengakali aturan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) di India dan bisa segera berjualan di sana. Apple akan membuka toko resmi lebih dulu, sebelum membuka pabrik.

Seperti diketahui, India juga memiliki aturan TKDN yang memaksa produsen ponsel, termasuk Apple, untuk membuat manufaktur lokal. Namun pembaruan peraturan yang terjadi baru-baru ini sedikitnya memberi celah agar perusahaan bisa berjualan tanpa harus membangun pabrik lebih dulu.

Celah tersebut adalah aturan baru yang menyatakan bahwa produsen asing yang berjualan di tokonya sendiri mendapatkan tenggat waktu tiga tahun untuk memenuhi aturan TKDN 30 persen.

Artinya, jika Apple tetap mewujudkan rencananya membuka AppleStore di India, mereka bisa berjualan iPhone tanpa harus mendirikan pabrik. Setidaknya selama rentang tiga tahun ke depan.

Sebagaimana dilansir KompasTekno dari Reuters, Selasa (21/6/2016), India merupakan salah satu pasar ponsel dunia yang sedang tumbuh dengan cepat. Penjualan ponsel di Negeri Sungai Gangga itu diprediksi naik hingga melebihi 25 persen pada tahun ini.

Bagi Apple, yang saat ini hanya memiliki pangsa pasar 2 persen di sana, penting sekali untuk menunjukkan eksistensinya. India bisa jadi tempat Apple berkembang ketika penjualan di China dan Amerika Serikat sedang merosot.

Selain itu masih ada celah lain yang akan dipakai oleh Apple. Ada pengecualian yang menyebut bahwa produk berteknologi canggih diizinkan untuk tidak mengikuti aturan TKDN selama rentang waktu tertentu.

Apple pun berusaha mengutip aturan tersebut. Sementara itu beberapa orang di pemerintahan India merasa keberatan dan mengritik langkah raksasa teknologi AS itu. Mereka tidak yakin bahwa produk yang dibuat memenuhi kriteria berteknologi canggih.

Dengan adanya celah pada peraturan itu, Apple bisa saja mengajukan rencana baru pada pemerintah India dan segera membuka toko di sana.

Jika berhasil meyakinkan pemerintah setempat mengenai teknologi canggih pada produknya, Apple pun bisa mendapat tambahan waktu lima tahun sebelum diharuskan memenuhi TKDN.

Bagaimana dengan Indonesia?

Di Indonesia sendiri pemerintah telah mengumumkan sedang menggodok TKDN dengan dua skema saja, yaitu 100 persen softwareatau hardware. Selain itu dibahas juga soal syarat turunan dari kedua skema tersebut.

(mfs – Bestprofit Futures Jakarta)