Bestprofit Futures Jakarta

Bursa saham Jepang rebound dari penurunan terburuk mereka sejak pasca gempa 2011 setelah saham-saham defensif memimpin kenaikan dan Perdana Menteri Shinzo Abe mengeluarkan instruksi untuk menenangkan pasar.

Indeks Topix menguat 1,1 persen menjadi 1,217.38 pada 09:22 di Tokyo, dengan lima saham menguat untuk setiap satu yang jatuh. Indeks tersebut pada hari Jumat jatuh 7,3 persen, penurunan terbesar satu hari sejak saham-saham anjlok 9,5 persen pada 15 Maret 2011. Yen tetap stabil di 102,22 per dolar, bahkan setelah pound Inggris kembali turun, setelah mata uang Jepang membukukan kenaikan terbesar pada hari Jumat sejak merebaknya krisis keuangan di Asia.

Abe meminta berbagai langkah untuk menstabilkan pasar, Menteri Keuangan Taro Aso kepada wartawan di Tokyo setelah pertemuan dengan perdana menteri, Deputi Gubernur Bank of Japan Hiroshi Nakaso, Sekretaris Kabinet Suga dan lain-lain. Abe memerintahkan BOJ menyediakan dana untuk mendukung sistem keuangan, dan memberi petunjuk untuk memastikan likuiditas, kata Nakaso.

Indeks Nikkei 225 Stock Average naik 1,1 persen menjadi 15,120.98. Kontrak pada Indeks S&P 500 tergelincir 0,5 persen. Indeks ekuitas AS yang mendasari jatuh 3,8 persen pada hari Jumat, terbesar dalam 10 bulan, bergabung dengan aksi jual di aset berisiko global akibat kekhawatiran dari keputusan Inggris untuk meninggalkan Uni Eropa akan menghambat pertumbuhan di seluruh dunia.
(mfs – Bestprofit Futures Jakarta )

Sumber: Bloomberg