Liputan6.com, New York – Pasar saham Amerika Serikat (AS) ditutup menguat pada Selasa (Rabu pagi) usai indeks saham Standard & Poor (S&P) 500 mencetak rekor setelah adanya laporan pesanan barang tahan lama AS naik dan adanya tawaran JBS SA untuk membeli Hillshire Brands Co senilai US$ 6,4 miliar.

Indeks S&P 500 (SPX) menguat untuk hari keempat, sebesar 0,6% menjadi 1.911,91. Indeks saham Dow Jones Industrial Average naik 69,23 poin atau 0,4% menjadi 16.675,50. Indeks Nasdaq Composite naik 1,2% dan indeks saham Russell 2000 (RTY) melonjak 1,4%.

Melansir laman Bloomberg, Rabu (28/5/2014), penguatan pasar saham AS antara lain dipicu kenaikan saham Hillshire karena adanya tawaran pembelian JBS Pilgrim Pride Corp. Perusahaan gabungan ini akan memiliki nilai penjualan sebesar $ 12,4 miliar.

Saham perusahaan energi FirstEnergy Corp, NRG Energy Inc dan Exelon Corp ikut menyumbang kenaikan lebih dari 3,6% kepada indeks saham S & P 500. Saham Bank of America Corp juga tercatat naik 3,4% setelah perusahaan kembali mengirimkan rencana modalnya ke Federal Reserve. Saham dengan pasar kecil dan perusahaan teknologi memperpanjang pemulihan dari aksi jual dua bulan.

“Data makro barang tahan lama akan melanjutkan kondisi pasar yang lebih baik di babak kedua tahun ini. Itu akan menjadi hal yang positif,” kata Daniel Skelly, Ahli Strategi Ekuitas di Morgan Stanley Wealth Management yang berbasis di New York.

Adapun pesanan barang tahan lama naik ketiga kalinya di April, yang menjadi tanda kebangkitan industri akan mendorong penguatan perekonomian di negara terbesar dunia ini.

Pemesanan barang naik 0,8% dalam 3 tahun setelah naik 3,6% di bulan sebelumnya, menurut data Departemen Perdagangan. Padahal, perkiraan median dari 68 ekonom yang disurvei oleh Bloomberg menyebutkan penurunan 0,7%.

Dalam laporan ekonomi lainnya, indeks Conference Board kepercayaan konsumen AS meningkat menjadi 83 di Mei dari 81,7 bulan sebelumnya.

Indeks harga properti S&P/Case-Shiller di 20 kota di AS meningkat 12,4% dari Maret 2013 setelah naik 12,9% pada tahun yang berakhir pada bulan Februari.

Pasar ekuitas AS ditutup kemarin untuk libur Memorial Day. Sekitar 5,5 miliar saham berpindah tangan di bursa AS hari ini, 14% lebih rendah dari rata-rata tiga bulan.

Adapun nilai ekuitas di seluruh dunia tercatat mencetak rekor mencapai US$ 63,8 triliun. Ini usai Presiden Bank Sentral Eropa Mario Draghi kemarin mengisyaratkan kesiapan untuk bertindak atas inflasi yang rendah, sementara Perdana Menteri China mengatakan kemungkinan menyempurnakan kebijakan ekonomi.

Investor akan kembali ke perusahaan-perusahaan kecil dan saham teknologi, di mana indek saham NASDAQ dan Russell 2000 naik lebih dari 3,4% dalam empat hari terakhir. Valuasi yang terlalu mahal memicu aksi jual di awal Maret.

Facebook Inc misalnya, tercatat melonjak 3,5% menjadi US$ 63,48, ini merupakan saham teknologi terkemuka di S&P 500 dengan keuntungan 1%, terbesar di antara 10 industri utama.

S&P 500 diperdagangkan di 16,2 kali rata-rata proyeksi pendapatan, naik dari 14,8 pada 3 Februari lalu, menurut data yang dikumpulkan oleh Bloomberg. (Nrm)