Bestprofit Futures Jakarta

Jika sebelumnya Jamal, tersangka penganiaya polisi di GBK, dihukum menghafalkan Pancasila. Kali ini pelaku ujaran kebencian dihukum menyanyikan lagu Indonesia Raya. Sama dengan sebelumnya, pria berbadan gembul itu tidak hafal lagu nasional.

Pemandangan itu direkam Direktur Reserse dan Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Pol Krishna Murti dalam video berdurasi 1 menit. Padahal dalam akun Facebooknya, tersangka sempat menantang semua orang.

“Supporter brutal yang upload hate speech nantangin semua orang. Berani mukulin orang kalau ramai-ramai. Nangis di kantor polisi. Lagu Indonesia Raya tidak bisa. Bener-bener enggak sumbut gayanya. Sudahlah; hentikan kerusuhan saat nonton bola,” tulis krishnamurti_91, Rabu (29/6).

Setelah diunggah, video tersebut mendapatkan respon dari sejumlah netizen.

“Buat malu Negara RI. mikir!” tulis geraldo_sheva.

“Persija sampai mati (konyol) lagu kebangsaan sama Pancasila enggak hapal,” tulis fachriansyah_hidayat.

Salah satu anggota Jakmania sekaligus tersangka kerusuhan di Gelora Bung Karno (GBK) yakni J alias Oboy, ternyata memiliki tato yang bernada kebencian pada polisi. tato tersebut bertuliskan ‘ACAB’ (All Corps Are Bastard).

“Tersangka J alias Oboy ini memiliki tato di bagian lengan kanannya yang bertuliskan ‘ACAB’, yang merupakan singkatan dari All Corps Are Bastard,” kata Kasubdit Jatanras Dit Reskrimum Polda Metro Jaya AKBP Hendy Kurniawan, kepada wartawan, Rabu (29/6).

Hendy menuturkan, tato tersebut diduga menggambarkan pemikiran mereka yang sudah tidak simpatik terhadap polisi. Sebab arti tato itu merupakan bentuk kebencian dari kelompok suporter terhadap polisi.

Menurut Hendy, kebencian segelintir orang terhadap polisi merupakan potensi ancaman. Namun, pihaknya tidak bisa melakukan penangkapan jika tak ada unsur pidananya.

“Intinya harus masuk unsur pidana, baru kami lakukan penangkapan, kalau tidak ya kami tidak bisa lakukan penangkapan,” ucap dia.

“Simbol-simbol yang berpotensi mendatangkan kebencian seperti ‘ACAB’, permusuhan terhadap Polri, paling tidak kita amankan, paling tidak kita berikan pemahaman dulu,” ucapnya.

(mfs – Bestprofit Futures Jakarta)