Bestprofit Futures Jakarta

Saya sering sekali berbagi informasi tentang apa itu Merencanakan Keuangan, Investasi dan Asuransi. Semua itu diberikan secara gratis melalui tulisan saya di Bestprofit Futures Jakarta ini, blog saya di www.aidilakbar.com, media social seperti twitter dan facebook di AidilAkbar ataupun Instagram. Kalau pun ada yang berbayar seperti workshop dan kelas, nilai investasi yang dilakukan tidaklah sebanding dengan ilmu dan benefit yang didapatkan di kelas-kelas tersebut.

Akan tetapi tetap saja lho, banyak orang yang lebih memilih melakukannya sendiri (tanpa mengerti atau ada ilmu khusus) dibandingkan mencoba belajar dulu sebelum memulai merencanakan keuangan dan berinvestasi.

Akibatnya apa? Yes anda mendapati salah informasi yang berakibat salah berinvestasi. Banyak informasi-informasi yang berseliweran di luar sana yang ujung-ujungnya salah sehingga uang anda tidak berkembang secara maksimal. Beberapa contoh akan kita bahas di bawah ini.

DPLK Tapi Konservatif
Well, sebagian orang sudah tahu bahwa DPLK (Dana Pensiun Lembaga Keuangan) adalah produk yang dipakai untuk mempersiapkan sejumlah dana yang akan dipakai ketika kita pensiun suatu hari nanti. Pertanyaanya adalah kapan anda akan pensiun? Kalau anda sekarang masih di usia 20-30an atau bahkan 40an, berarti anda masih punya 15-25 tahun lagi jangka waktu sebelum anda pensiun. Nah, kalau tahu masih lama, lalu kenapa investasi anda pada DPLK tersebut ditempatkan ke produk yang konservatif (pasar uang/pendapatan tetap).

Alasan kebanyakan adalah karena takut risiko investasi. Yes betul sekali investasi memang memiliki risiko tapi bila dilakukan dalam jangka pendek. Sementara bila dipergunakan dalam jangka panjang, maka sejarah dan statistik dari investasi tersebut justru risikonya menurun seiring dengan waktu dikarenakan kenaikan hasil investasi itu sendiri.

Asuransi Pendidikan
Ini adalah kesalahan yang paling klasik yang dilakukan oleh mayoritas penduduk/masyarakat Indonesia, dan saya yakin anda salah satu di antaranya, benar kan? Mengaku saja. Surprise sedikit ya, bahwa sebenarnya tidak ada yang namanya Asuransi Pendidikan. Produk Asuransi ya cuma ada 4, yaitu Asuransi Jiwa Berjangka (TermLife), Asuransi Seumur Hidup (Whole Life), Asuransi Dwiguna (Endowment), dan Asuransi Plus Investasi (Unitlink). Nah lhooooo… terus di mana letak Asuransi Pendidikan?

Kalau anda saja tidak tahu produk yang anda beli, kira-kira anda yakin tidak produk yang anda beli sudah benar? Jawabannya kemungkinan besar pasti salah. Khusus untuk Asuransi Pendidikan ini akan kita bahas di 1 tulisan panjang tersendiri agar bisa dibahas secara detil. Yang pasti di dalam produk asuransi jiwa, tidak ada yang namanya Asuransi Pendidikan.

Akibatnya apa, banyak orang yang salah beli, karena informasinya salah, pemahamannya salah, produknya juga salah dan sering kali agen memaksakan menjual produk yang tidak sesuai dengan skema dan keinginan dari klien-kliennya.

Kondisi salah ini bila didiamkan berakibat fatal. Dua contoh di atas yang paling sering terjadi di masyarakat dan masyarakat sudah kehilangan jutaan bahkan miliaran rupiah uang mereka gara-gara salah melangkah. Kalau uang saja mungkin masih bisa dicari, tapi waktu yang telah terbuang (ada yang curhat baru sadar beli asuransi setelah 10 tahun), waktu tidak bisa kembali lagi. Oleh sebab itu jangan sampai salah melangkah. Belajar dulu dengan baik dan benar.

Investasilah untuk diri sendiri berupa ilmu, ambil workshop dan kelas-kelas perencanaan keuangan dan investasi yang benar. Beberapa di antaranya kami adakan. Salah satunya adalah workshop mengelola keuangan simple, infonya bisa dibuka atau workshop tentang belajar berinvestasi, info bisa dibuka. Akan lebih bagus bila kita belajar secara lengkap seperti kelas Basic Financial Planning beberapa hari ini, info bisa dibuka .

Masalah keuangan dalam keluarga bukan saja dilakukan hanya oleh Ibu atau Ayah saja, tapi merupakan hal yang harus bisa dikomunikasikan dan dilakukan secara bersama. Sayangnya dengan kesibukan kita sering kali kita bermasalah dalam berkomunikasi dengan pasangan apalagi dengan orang lain. Hal tersebut bisa diperbaiki dengan workshop, agar tujuan keluangan keluarga dapat tercapai dengan baik dan benar.

Salah melangkah dan mengambil keputusan bisa berakibat fatal bagi keuangan anda. Ketika anda memutuskan untuk mengelola keuangan dan berinvestasi tanpa adanya perencanaan dan ilmu yang benar, sebenarnya anda seperti mengendarai mobil dengan mata tertutup. Bayangkan dan rasakan seperti apa bahayanya mengendarai mobil anda dengan mata tertutup? Yes, itulah risiko yang anda tanggung dengan keuangan anda. Ingat, invest ke diri anda sendiri sekarang.

(mfs – Bestprofit Futures Jakarta)