Benarkah Puasa Menyehatkan?

http://aritunsa.com

“Berpuasalah maka kalian akan sehat”

Kalimat tersebut sudah sering dikatakan oleh para Da’i saat menyampaikan ceramah agama disela-sela waktu antara sholat isya dan sholat tarawih. Atau mungkin pada ceramah-ceramah agama menjelang bulan ramadhan. Tapi pertanyaannya benarkah puasa itu dapat menyehatkan?

Pertanyaan itu mungkin menjadi tanda tanya besar bagi sebagian orang. Jika puasa itu bisa menyehatkan tentu orang yang sedang sakit akan sembuh dengan berpuasa. Akan tetapi pada kenyataannya justru sebaliknya, tidak sedikit orang sehat yang berpuasa tapi malah sakit.

Bagaimana pula dengan ayat Al-Quran yang membolehkan orang sakit untuk tidak berpuasa dan menggantinya di hari lain setelah sembuh. Jika puasa dapat menyehatkan, tentu seharusnya ada dalil yang menunjukkan bahwa orang sakit harus puasa agar bisa sembuh dari penyakitnya. Dan suatu hal yang mustahil jika ada dalil yang bertentangan dengan Alquran, berarti ada salah satu yang salah.

Untuk mengetahui apakah puasa dapat menyehatkan, berikut ini tinjauan dari sisi dalil dan sisi medis yang telah dilakukan penelitian.

Tinjauan Dalil Sehatnya Puasa

Salah satu hadits yang digunakan para penceramah bahwa puasa itu menyehatkan diriwayatkan oleh Abu Nu’aim, kurang lebih artinya seperti ini:

“Berpuasalah, kalian akan sehat”

Ternyata hadits tersebut termasuk hadits lemah (dhaif) yang tidak boleh dijadikan dasar. Sebagaimana dikatakan oleh Al-Hafidz Al-Iraqi dalam kitab Takhrijul Ihya (3/108). Untuk lebih jelas mengenai detailnya silakan baca artikel sebelumnya tentang hadits lemah seputar bula ramadhan.

Namun bagaimana tinjauan puasa dari sisi medis, apakah puasa bisa menyehatkan. Sebab kita tahu bahwa tidak ada syariat dari Allah yang tidak ada gunanya. Semua pasti mengandung hikmah, termasuk puasa. Tidak ada dalil kuat bukan berarti amalan puasa itu sendiri tidak punya hikmah. Berikut ini tinjuan manfaat puasa dari sisi medis yang bisa Anda ketahui.

Puasa Menurut Ilmu Kesehatan

Ditinjau dari segi ilmu kesehatan, puasa berarti tidak makan dan minum yang menyebabkan organ-organ pencernaan dalam tubuh tidak bekerja, alias istirahat. Hal itu berakibat pada miliaran sel dalam tubuh bisa bertahan lebih bagus. Oleh karenanya puasa berfungsi untuk mengeluarkan racun/ toksin dalam tubuh, meremajakan sel-sel dalam tubuh dan memperbarui sel-sel yang sudah rusak, serta memperbaiki fungsi hormon.

Kulit menjadi sehat dan meningkatkan daya tahan tubuh karena manusia mempunyai kelebihan terapi alamiah. Manusia mempunyai cadangan energi alamiah yang bisa bertahan selama 25 jam. Saat berpuasa, cadangan energi tersebut akan dikeluarkan / dibakar menjadi energi karena tidak ada asupan makanan yang bisa dijadikan energi. Sehingga melegakan organ tubuh dan sel-sel penyimpanannya. Hal itulah yang disebut peremajaan sel, dan bisa meningkatkan kekebalan tubuh.

Kata Para Ahli Kesehatan Tentang Puasa

Berikut pernyataan beberapa ahli kesehatan dunia tentang fenomena sehatnya orang yang berpuasa:

1. Allan Cott, M.D

Seorang ahli dari Amerika, telah menghimpun hasil pengamatan dan penelitian para ilmuwan berbagai negara, lalu menghimpunnya dalam sebuah buku “Why Fast” membeberkan berbagai hikmah puasa, antara lain: a) To feel better physically and mentally (merasa lebih baik secara fisik dan mental). b) To look and feel younger (melihat dan merasa lebih muda). c) To clean out the body (membersihkan badan). d) To lower blood pressure and cholesterol levels (menurunkan tekanan darah dan kadar lemak). e) To get more out of sex (lebih mampu mengendalikan seks). f) To let the body health it self (membuat badan sehat dengan sendirinya). g) To relieve tension (mengendorkan ketegangan jiwa). h) To sharp the senses (menajamkan fungsi indrawi). i) To gain control of oneself (memperoleh kemampuan mengendalikan diri sendiri). j) To slow the aging process (memperlambat proses penuaan).

2. Dr. Yuri Nikolayev

Direktur bagian diet pada Rumah Sakit Jiwa Moskow menilai kemampuan untuk berpuasa yang mengakibatkan orang yang bersangkutan menjadi awet muda, sebagai suatu penemuan (ilmu) terbesar abad ini. Beliau mengatakan: what do you think is the most important discovery in our time? The radioactive watches? Exocet bombs? In my opinion the bigest discovery of our time is the ability to make onself younger phisically, mentally and spiritually through rational fasting. (Menurut pendapat Anda, apakah penemuan terpenting pada abad ini? Jam radioaktif? Bom exoset? Menurut pendapat saya, penemuan terbesar dalam abad ini ialah kemampuan seseorang membuat dirinya tetap awet muda secara fisik, mental, dan spiritual, melalui puasa yang rasional).

3. Alvenia M. Fulton

Direktur Lembaga Makanan Sehat “Fultonia” di Amerika Serikat menyatakan bahwa puasa adalah cara terbaik untuk memperindah dan mempercantik wanita secara alami. Puasa menghasilkan kelembutan pesona dan daya pikat. Puasa menormalkan fungsi-fungsi kewanitaan dan membentuk kembali keindahan tubuh (fasting is the ladies best beautifier, it brings grace charm and poice, it normalizes female functions and reshapes the body contour).

Referensi:

kaahil.wordpress.com/2010/07/30/tinjauan-hadits-puasalah-kalian-niscaya-akan-sehat-hikmah-dan-manfaat-puasa-untuk-kesehatan-tubuh-ketenangan-jiwa-dan-kecantikan

Ada Yang Berpuasa Malah Sakit?

Tinjuan dari segi ilmu kesehatan menyatan bahwa puasa itu menyehatkan, akan tetapi sering kali terjadi dan kita lihat ada orang yang berpuasa tapi malah sakit? Berarti teori para ahli kesehatan salah dong?

Tunggu dulu, ada beberapa orang yang berpuasa tapi malah sakit karena tidak sesuai anjuran. Dalam islam ada sunnah-sunnah atau adab-adab berpuasa, insya Allah jika dilakukan baik untuk kesehatan, salah satunya menyegerakan berbuka, mengakhirkan makan sahur, tidak makan besar terlebih dahulu, dan tidak berlebihan dalam menyantap makanan malam harinya.

Sebaliknya orang-orang yang tidak merasakan dampak kesehatan setelah berpuasa pasti ada kesalahan dalam pelaksanaannya. Diantaranya karena masih banyak yang berpuasa dengan “balas dendam” ketika berbuka. Kita disunnahkan menyegerakan buka, tapi tidak dibolehkan memakan makanan yang berlebihan. Selain bisa membuat malas sholat tarawih, pencernaan kita juga belum siap.

Saat berbuka, kita dianjurkan konsumsi 3 biji kurma dan segelas air putih bukan tanpa sebab. Perut yang seharian kosong tidak kaget ketika hanya makan sedikit. Jangan sampai kita puasa menahan lapar dan haus di siang hari tapi malam harinya ‘balas dendam’, justru malah menyebabkan penyakit.

So, benarkah puasa menyehatkan, tergantung bagaimana Anda menjalaninya. Semoga saja puasa kita yang telah lalu, meski tidak mendapatkan manfaat kesehatannya tapi mendapat ridho-Nya dan diterima oleh Allah.