Bestprofit Futures Jakarta

JAKARTA. Bursa Efek Indonesia (BEI) memperpanjang masa pemeriksaan terhadap PT Reliance Securities Tbk (RELI). Pemeriksaan ini terkait dugaan penipuan investasi yang melibatkan Larasati, bekas karyawan RELI.

“Kemarin pemeriksaan sudah seminggu. Tapi ternyata ada perkembangan sehingga ditambah seminggu lagi (pemeriksaannya),” ungkap Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan BEI, Hamdi Hassyarbaini, Selasa (14/6).

Namun, dia enggan menyebutkan secara rinci tentang pemeriksaan dimaksud. Presiden Direktur Reliance Securities, Jurgantara Usman, kemarin siang menyambangi kantor BEI. Dia bertemu dengan sejumlah direksi BEI.

Saat KONTAN meminta konfirmasinya, Jurgan memastikan pertemuan tersebut tidak berkaitan dengan proses pemeriksaan di BEI. “Hanya perkenalan. Saya kan baru diangkat (sebagai Dirut RELI),” ujar Jurgan.

Pada Kamis (2/6) dua pekan lalu, Jurgantara diangkat sebagai Direktur Utama Reliance Securities melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) perusahaan tersebut.

Kasus ini bermula ketika pada 2014 sejumlah nasabah ditawari produk investasi surat utang FR0035 oleh EP Larasati, yang mengaku sebagai karyawan Reliance. Nasabah diminta mentransfer dana melalui akun Magnus Capital yang dianggap sebagai pihak penampung dana.

Belakangan, investor tidak bisa menarik dana investasi mereka, yang nilai totalnya ditaksir mencapai Rp 150 miliar. Bukan pertama kali BEI memeriksa RELI. Sebelumnya, otoritas Bursa beberapa kali memeriksa sekuritas beraset Rp miliar ini.

Berdasarkan catatan KONTAN tanggal 2 Juni lalu, Jurgan bilang, dalam beberapa hari sebelumnya BEI sudah mendatangi langsung kantor Reliance untuk melakukan pemeriksaan dan verifikasi data.

Sebelum proses ini, RELI juga sudah lebih dulu diperiksa oleh OJK. Ia mengaku sudah mematuhi tiap panggilan pemeriksaan dan memenuhi semua data yang diminta oleh OJK. Data yang dilampirkan termasuk data transaksi nasabah dan dana yang masuk ke akun rekening Reliance.

“Untuk pemeriksaan OJK, kami sudah memenuhi semua data yang diminta. Sementara itu, pemeriksaan bursa sedang berlangsung,” ujarnya di Jakarta, Kamis (2/6).

Agung Kameswara, Direktur Reliance menambahkan, pemeriksaan BEI yang dilakukan meliputi pelaporan Modal Kerja Disesuaikan Bersih (MKBD), pengawasan internal dan aspek risk management.

Menurutnya, setiap harinya ada 400 hingga 500 item transaksi yang masuk ke rekening Reliance. “Data transaksi itu juga diminta oleh OJK. Sehingga bisa dibayangkan, ada 240.000 berkas transaksi selama dua tahun yang harus dilaporkan, termasuk memonya. Ya pemeriksaan ini jadi menambah pekerjaan kami,” imbuh Jurgan.

(mfs – Bestprofit Futures Jakarta)