Beda pandangan Dahlan – bos KAI soal kereta cepat

Hai salam PT Bestprofit Futures, ini artikel dari merdeka.com

best profit 123Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan menyatakan akan terus membangun kereta cepat di Indonesia. Tujuan pembangunan kereta cepat ini adalah untuk mengalihkan pengguna kendaraan pribadi ke transportasi bermoda rel. Oleh karenanya, memberikan pilihan moda transportasi cepat sangatlah penting.

 

Kementerian Perhubungan menyatakan uji kelaikan pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung diharapkan selesai tahun ini. Sementara, untuk proyek Jakarta-Surabaya bakal selesai tak lama setelahnya.

 

“Memang sedang dalam program jangka panjang, ada di rencana induk perkeretaapian nasional. Jakarta-Surabaya maupun Jakarta-Bandung. Karena ini memerlukan biaya besar, studynya harus bagus,” ujar Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Hermanto Adiatmoko.

 

Proyek kereta cepat Jakarta-Surabaya sepanjang 750 Km diperkirakan memakan waktu penyelesaian 4 tahun sampai 5 tahun. Hermanto enggan menjanjikan kapan proses konstruksi terealisasi.

 

Proyek ini merupakan hasil kerjasama pemerintah Indonesia dengan METI (ministry of economy, trade and industry japan). Kajian untuk kereta cepat pun digodok oleh Kementerian PPN/Bappenas. Saat itu, Direktur Kerja Sama Pemerintah-Swasta atau Public Private Partnership (PPP) Kementerian PPN/Bappenas Bastary Panji Indra mengaku sudah menyelesaikan pra studi kelayakan untuk mega proyek sistem transportasi ini.

 

Dalam kajian awal yang dilakukan Bappenas yang bekerja sama dengan Kementerian Transportasi Jepang tersebut, proyek ini dibagi menjadi tiga bagian.

 

Pertama, jalur Jakarta-Bandung. Kedua, jalur Bandung-Cirebon. Ketiga, Cirebon-Surabaya.

 

Di kalangan pemerintah sendiri sudah terjadi beda pendapat. Ialah Dirut KAI Igasius Jonan dan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan.

 

Berikut merdeka.com mencoba mengungkap beda pendapat antara bos dan anak buahnya ini.a