http://economy.okezone.com

JAKARTA – Menyisihkan sedikit pendapatan untuk keperluan masa depan menjadi hal rutin yang kini dilakukan banyak orang. Investasi menjadi salah satu pilihan selain membuat tabungan deposito dan asuransi jiwa.

Seperti bisnis kontrakan atau kos-kosan di Indonesia yang sedang tumbuh agresif dan terus meningkat saat ini, memang banyak dilirik berbagai kalangan sebagai lahan investasi menguntungkan. Tak hanya investasi kontrakan, tapi investasi emas juga banyak yang digandrungi oleh masyarakat.

Perencana keuangan Ahmad Gozali mengatakan, investasi di emas atau kontrakan, keduanya mempunya fungsi yang berbeda. Jika investasi kontrakan memiliki fungsinya yaitu mendapatkan penghasilan per bulannya.

“Kalau fungsinya investasi di emas menjadi pilihan yang tepat untuk mengamankan kekayaan kita dari gerusan kalau terjadi inflasi,” ujar Gozali, saat dihubungi Okezone di Jakarta.

Oleh karena itu, Gozali melanjutkan, maka investasi di emas dapat disimpan, tapi tidak mendapatkan penghasilan bulanannya seperti investasi di kontrakan hingga jutaan.

“Investasi di emas dan kontrakan sama-sama memiliki waktu jangka panjang dan manfaatnya berbeda. Kalau investasi kontrakan buat jaga-jaga, sedangkan kalau misalnya terjadi krisis keuangan perlu investasi di emas,” ucapnya.

Namun perlu diingat, agar pertumbuhan nilainya maksimal, maka dalam berinvestasi emas dibutuhkan waktu yang tidak sebentar, karena paling tidak harus menyimpannya dalam waktu jangka panjang.

“Tapi, investasi emas juga ada batasnya, 5-10 persen sudah cukup digunakan untuk misalnya pendidikan anak,” ungkapnya.