Bestprofit Futures Jakarta

Untuk kesekian kalinya, Teater Lantai Merah menyelenggarakan kembali sajian teater yang akan menggugah Anda.Pementasan teater kali ini mengangkat cerita yang memiliki latar belakang budaya Jawa di sekitar tahun 60-an hingga 70-an. Menceritakan tentang seorang ibu yang di mana suami dan anaknya mengalami kecelakaan kapal. Naas, jenasah sang suami ditemukan, namun jenazah anak laki-lakinya tidak ditemukan Bestprofit Futures Jakarta.

Melihat kenyataan bahwa jenazah anak laki-lakinya tidak ditemukan, sang ibu merasa bahwa anaknya masih hidup. Karena merasa anaknya masih hidup, sang ibu selalu menjahitkan baju untuk anak laki-lakinya.

“Sebenarnya ceritanya simple sih tapi nanti juga ada konflik si ibu dengan anak perempuannya karena anak perempuannya merasa diabaikan,” ujar Bintang Pradipta, penulis, sutradara sekaligus koreografer dari pementasan teater “Bara” ini.

Saat dihubungi KompasTravel, Senin (6/9/2016), Bintang mengungkapkan bahwa pementasan ini merupakan murni ide dari dirinya. Ide itu muncul ketika dirinya terinspirasi dengan salah satu tempat makan yang menggunakan meja dengan kaki seperti mesin jahit.

“Jadi waktu itu kan lagi makan di Joglo, Kemang. Kaki mejanya kan mesih jahit gitu ya, terus kepikiran kayaknya lucu nih kalau bikin cerita yang ada properti mesin jahitnya,” ujar Bintang yang merupakan mahasiswa Universitas Indonesia angkatan 2013.

Bagi Bintang merupakan sebuah tantangan ketika harus menyajikan pementasan dengan latar belakang kebudayaan Jawa yang kental. Apalagi dirinya bukanlah etnis Jawa jadi harus cukup hati-hati dalam mengolah dan jangan sampai keluar dari aturan Jawa sendiri.

“Kesulitannya, saya sendiri kan bukan orang Jawa tapi harus mengangkat something yang Jawa di tahun 60-an,” ujar Bintang.

Namun untuk menyiasatinya, Bintang berusaha untuk mempelajari adat Jawa di berbagai sumber. Misalnya Bintang belajar kepada teman-temannya yang sudah cukup berumur dan mengerti adat Jawa. Selain itu karena bekerja sama dengan sinden dari Wayang Orang Bharata, Bintang bisa belajar dan bertanya mengenai adat Jawa.

Dalam pementasan ini nantinya akan melibatkan mahasiswa Universitas Indonesia sebagai pemainnya. Sedangkan dalam pembuatan tembang, Teater Lantai Merah akan dibantu oleh mahasiswa dari Institut Kesenian Jakarta (IKJ) dan Wayang Orang Bharta sebagai sinden.

Walaupun mengangkat tema budaya Jawa di tahun 60-an, Bintang juga memadukan dengan sesuatu yang modern. Baik tarian dan musik nantinya akan dipadukan dengan kontemporer. Ini merupakan suatu inovasi agar anak muda pun tidak memandang bahwa suatu adat itu sangatlah membosankan.

Pentas teater “Bara” ini akan dilaksanakan di Graha Bhakti Budaya, Taman Izmail Marzuki. Penayangannya pada Jumat, 16 September 2016, pukul 19.00. Tiket yang dijual mulai dari harga Rp 50.000 hingga Rp 125.000. Anda bisa memesan tiket pre-salenya melalui GO-TIX di 0813-1730-3378.

(mfs – Bestprofit Futures Jakarta)