Hai salam PT Bestprofit Futures, ini artikel dari viva.co.id

212886_aktivitas-di-bursa-efek-new-york_663_382Indeks saham utama Amerika Serikat ditutup lebih rendah dalam volume perdagangan ringan pada akhir perdagangan Selasa waktu New York.

 

Seperti dikutip dari laman CNBC, Rabu 13 Agustus 2014, hal itu karena investor melihat perkembangan terakhir di Ukraina dan Rusia.

 

Volume komposit yang diperdagangkan di Bursa Efek New York adalah 2,57 miliar unit saham di bawah rata-rata 3,1 miliar unit saham, terendah sejak 3 Juli lalu.

 

Kim Forrest, Senior Equity Analyst di Fort Pitt Capital, mengatakan tidak ada pedagang yang cukup untuk mendorong pasar. “Saya pikir, pasar memerlukan berita merger atau akuisisi,” ungkapnya.

 

Para analis mengatakan, dirilisnya data penjualan ritel dan pendapatan dari perusahaan sektor konsumen memang penting, tetapi diperkirakan tidak akan menggerakkan pasar.

 

Randy Warren, Chief Investment Officer di Warren Financial Service, mengatakan investor menunggu beberapa jenis resolusi untuk permasalahan geopolitik.

 

Kantor berita Reuters melaporkan bahwa pada Selasa, Rusia telah mengirimkan 280 truk konvoi ke Ukraina untuk membawa bantuan kemanusiaan.

 

Namun, NATO mengkhawatirkan bahwa bantuan tersebut mungkin menjadi penyamaran untuk menyerang Ukraina, setelah aneksasi atas wilayah Crimea pada Maret lalu. Ketidakpastian terkait niat Rusia ini mempengaruhi pasar.

 

Beberapa analis lain mengatakan, penurunan saham tersebut akibat pengaruh dari kebijakan ekonomi Eropa.

 

Laporan ZEW, Jerman menunjukkan bahwa semangat investor turun ke level terendah sejak Desember 2012, yakni dengan indeks DAX lebih rendah dari 1 persen dan FTSEurofirst 300 sekitar 0,20 persen lebih rendah.

 

Presiden AS, Barack Obama, pada Senin mengatakan, Irak telah membuat langkah penting menuju rebuffing militan, melalui penunjukan perdana menteri baru. Dia mendesak pembentukan pemerintahan yang inklusif.

 

Indeks Dow Jones Industrial Average berakhir turun 9,44 poin (0,06 persen) ke level 16.560,54 dengan saham United Technologies dan General Electric menjadi saham bluechip yang mengalami penurunan terbesar dari 16 pada 30 komponen penyokong utama indeks.

 

Sementara itu, indeks S&P 500 melemah 3,17 poin (0,16 persen) ke level 1.933,75. Adapun indeks Nasdaq kehilangan 12 poin (0,27 persen) ke level 4.389,25.

 

The CBOE Volatilitas Index (VIX), yang secara luas dianggap sebagai ukuran terbaik dari kecemasan di pasar, levelnya turun menjadi 14,20 dari 14,33. (one)