Bestprofit Futures

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari ini Senin (3/4/2017) diperkirakan turun di tengah masih lambatnya penyaluran kredit perbankan. Bestprofit Futures

Pada Februari penyaluran kredit perbankan hanya tumbuh 8,4 persen secara tahunan (YoY), naik tipis dari posisi Januari yang sebesar 8,2 persen.

Selain penyaluran kredit perbankan, mahalnya valuasi saham IHSG ketimbang indeks bursa Asia lainnya juga menjadi faktor pendorong tekanan.

Analis dari MNC Securities Edwin Sebayang memperkirakan, IHSG akan bergerak dalam rentang 5.521-5.609. Sedangkan Rupiah diperkirakan berada di rentang 13.265-13-395.

“Rekomendasi buy untuk PTBA, ITMG, ADHI, PTPP, TOTL, ISSP, SMGR, JPFA, dan BBNI. Sementara itu, rekomendasi sell untuk BWPT, AALI, dan LSIP,” ujar Edwin kepada Kompas.com, Senin.

Edwin juga mengatakan, perkiraan turunnya IHSG pada perdagangan hari ini juga didorong mulai rasionalnya pelaku pasar bahwa spekulasi kenaikan rating Indonesia, kemungkinannya kecil terjadi.

Terakhir, kejatuhan kinerja sektor properti juga diprediksikan bakal berpengaruh terhadap perdagangan pasar hari ini. Beberapa saham di sektor ini mengalami penurunan kinerja seperti DILD, CTRA, DMAS, SSIA, serta ASRI.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah di penghujung perdagangan akhir pekan ini, Jumat (31/3/2017).

Indeks sejak awal perdagangan berayun di antara zona hijau dan merah, seiring dengan aksi jual oleh asing. Memasuki paruh kedua perdagangan, indeks semakin tertekan hingga bergerak di teritori negatif.

Investor memilih untuk melakukan aksi ambil untung setelah aktif melakukan pembelian di lantai bursa.

Pukul 16.00 IHSG ditutup turun sebesar 0,44 persen atau 24,84 poin di posisi 5.568,1. Sebanyak 196 saham diperdagangkan menguat, 138 saham melemah dan 91 saham stagnan.

Volume perdagangan mencapai 11,49 miliar saham senilai Rp 7,73 triliun. Net sell pemodal asing di seluruh pasar mencapai Rp 176,8 miliar dan di pasar reguler Rp 228,8 miliar.

Saham-saham yang membebani pergerakan bursa di antaranya ASII (Rp 8.625), TLKM (Rp 4.130) dan BBCA (Rp 16.550).

Sementara itu, saham-saham yang menahan indeks dari pelemahan lebih dalam meliputi BBNI (Rp 6.475), SRIL (Rp 350), MYRX (Rp 142) dan BBRI (Rp 12.975).

Sementara itu, dari 10 indeks sektoral di Bursa Efek Indonesia, enam di antaranya berakhir melemah, dengan dimpimpin oleh sektor konsumer (-1,25 persen). Sektor lain yang ditutup turun yakni pertambangan (-0,05 persen), aneka industri (-0,49 persen), manufaktur (-0,83 persen), perdagangan (-0,61 persen), dan keuangan (-0,31 persen).

Sektor lain yang menguat mencakup agribisnis (0,51 persen), invfrastruktur (0,17 persen), industri dasar (0,17 persen) dan properti (0,61 persen).

Dari regional, bursa di kawasan Asia Pasifik bergerak mixed akibatInvestor memilih untuk melakukan penyesuaian portofolio di akhir kuartal I 2017 ini.

Indeks Nikkei 225 di bursa Tokyo ditutup turun 0,81 persen menjadi 18.909,26. Sementara itu indeks Hang Seng di bursa Hong Kong juga ditutup turun yakni sebesar 0,78 persen di level 24.111,59. Adapun bursa Shanghai ditutup menguat 0,39 persen di level 3.222,6.

Seiring dengan pelemahan IHSG, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS ditutup turun. Mengutip Bloomberg, rupiah diperdagangkan di Rp 13.322 per dollar AS.

( mfs – Bestprofit Futures )