Bank Dunia Tempatkan Indonesia Peringkat 10 Ekonomi Dunia

MENARAnews, Jakarta –  Sebuah kabar baik. Bank Dunia menempatkan Indonesia pada peringkat ekonomi ke-10 dunia, ditilik dari Gross Domestic Product (GDP).Kabar tersebut disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada Peluncuran Nama dan Logo Baru Rajawali Televisi (rtv) di Jakarta Convention Center, Sabtu (3/5) malam.”Alhamdulillah, Indonesia ditetapkan sebagai ekonomi nomor 10 dunia,” kata Presiden SBY.

Presiden SBY mendapat laporan tentang capaian Indonesia tersebut dari Menkeu Chatib Basri tadi pagi. Menurut laporan Bank Dunia, Indonesia berada peringkat ekonomi ke-10 di dunia, setelah AS, Tiongkok, India, Jepang, Jerman, Rusia, Brazil, Perancis, dan Inggris.

“Tentu ini awal yang baik, tapi masih panjang perjalanan kita, masih banyak masalah yang harus diatasi,” Presiden menambahkan.

Capaian ini harus disyukuri. Presiden meminta agar masyarakat yang mempunyai pikiran ‘Ah, Indonesia mana bisa’ untuk mengubah pikirannya. “Insya Allah Indonesia bisa,” Presiden menegaskan.

Mengenai Rajawali Televisi (rtv), Presiden SBY berharap dapat menyiarkan berita yang akurat dan berdasar pada kebenaran. Presiden mengatakan hal ini karena melihat ada sejumlah televisi yang memberikan pemberitaan dengan tidak fair dan tidak balance.”Itu berbahaya. Lakukan peliputan dan penyiaran dengan cara yang fair dan balance,” ujar SBY.

Kepala Negara mengibaratkan pemberitaan yang tidak akurat seperti memberikan masyarakat minuman yang keruh dimana lama kelamaan akan menimbulkan penyakit. Demikian juga dengan tayangan berita yang tidak fair dan balance.

“Jika masyarakat kita yang mendapat informasi yang tidak akurat, fair, dan balance, maka masyarakat juga akan sakit. Siarkan berita yang akurat, mengandung kebenaran, fair, dan balance,” SBY berpesan.

Selain itu, SBY juga berharap rtv dapat ikut berkontribusi dalam membangun masyarakat yang baik, good society. Yaitu masyarakat yang ceria, bahagia, rukun, toleran dan sayang menyayangi satu sama lain, tertib dan patuh hukum. Utamanya adalah masyarakat yang berkeadaban. “Saya sungguh ingin Rajawali Televisi dapat berkontribusi untuk ikut membangun good society,” ujar SBY.

Selain itu, Kepala Negara juga berharap rtv ikut mengubah jiwa dan alam pikiran masyarakat, dari manusia yang selalu pesimis menjadi manusia optimis. “Itu bisa diubah termasuk dengan kontribusi Rajawali Televisi, maka bangsa ini akan segera menuju masa keemasan dan jangan sebaliknya,” kata SBY.(GL)

Hati-hati! masih banyak makanan berpengawet formalin

LENSAINDONESIA.COM: Penggunaan zat berbahaya dalam pengolahan makanan masih marak. Misalnya, pemakainan formalin dalam pengawetan ikan.

Menyikapi hal tersebut, Pemerintah Kota  Surabaya menempuh sejumlah upaya agar pedagang ikan tak lagi menggunakan bahan yang biasa dipakai untuk mengawetkan jenazah itu.

Baca juga: Sudin Peternakan gelar razia Ayam berformalin di Kebayoran Lama

Aris Munandar, Kepala Bidang Perikanan dan Kelautan, Dinas Pertanian (Distan) Surabaya, mengatakan, pihaknya rutin melakukan pembinaan, baik kepada pedagang ikan maupun pelaku usaha produk hasil olahan perikanan. Pesannya jelas, agar mereka tidak menggunakan formalin ke dalam produk makanannya.

“Kami juga memberikan materi pengemasan dan pemasaran produk yang baik dan benar,” ujarnya saat dikonfirmasi pada Jumat (17/1/2014).

Lebih lanjut, Aris menerangkan, para pedagang perlu menyadari bahaya formalin bagi tubuh manusia. Jika dikonsumsi terus-menerus dalam jangka panjang, bisa menyebabkan kerusakan organ dalam. Seperti, saluran pencernaan, hati, paru-paru, saraf, ginjal, hingga organ reproduksi.

Karena itulah, dia menambahkan, oknum yang kedapatan menggunakan formalin sebagai bahan pengawet makanan, bisa dijerat dengan sanksi pidana.

Surabaya merupakan salah satu kota dengan tingkat konsumsi ikan tertinggi di Indonesia. Ada sembilan kecamatan yang punya potensi menonjol di bidang perikanan. Yaitu, Kenjeran, Bulak, Asemrowo, Krembangan, Benowo, Gununganyar, Rungkut, Sukolilo dan Mulyorejo.

Dikatakan Aris, Distan juga secara berkala mengambil sampel ikan di lokasi-lokasi tersebut, untuk kemudian dilakukan uji lab. “Itu dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat kandungan zat berbahaya di dalamnya,” terangnya.

Berdasar pantauan di lapangan, Munief, salah seorang pedagang ikan mengatakan, ikan-ikan hasil tangkapan nelayan Surabaya tidak mengandung formalin. Justru, ikan-ikan kiriman dari luar kota yang mayoritas masih mengandung zat berbahaya.@iwan_chrsitiono

Subsidi Beras Miskin, Dinikmati Orang Tak Miskin

http://finance.detik.com

Jakarta -Tidak jarang kita mendengar subsidi yang tak tepat sasaran. Misalnya subsidi bahan bakar minyak (BBM) yang justru sebagian besar dinikmati oleh pengguna kendaraan pribadi, alias mereka yang mampu. Namun bukan hanya subsidi BBM bermasalah.

Subsidi lain yang juga mengundang banyak pertanyaan adalah beras untuk masyarakat miskin (raskin). Tahun ini, pemerintah mengalokasikan dana Rp 18,8 triliun untuk subsidi ini.

Berdasarkan data Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang dikutip detikFinance, raskin sedianya diberikan kepada 15,5 juta Rumah Tangga Sasaran (RTS) dengan volume penyaluran 15 kg/RTS/bulan selama 12 kali dengan harga Rp 1.600 per kg.

Kebijakan ini bertujuan untuk menyediakan beras dengan harga terjangkau kepada masyarakat berpenghasilan rendah. Kemudian memberikan akses pangan yang baik (beras tersedia di titik distribusi dekat) maupun ekonomi (harga jual yang terjangkau) kepada RTS.

Seperti halnya subsidi BBM, anggaran untuk raskin pun terus mengalami kenaikan. Pada 2011, anggaran raskin ditetapkan Rp 15,27 triliun dengan jumlah 15 kg/bulan selama 12 kali untuk 17,4 juta RTS atau 25% dari jumlah penduduk dengan ekonomi terendah di Indonesia.

Kemudian pada 2012, anggarannya naik tipis menjadi Rp 15,70 triliun dengan volume penyaluran beras dan sasaran RTS yang sama dari tahun sebelumnya.

Sementara pada 2013, anggaran raskin naik lagi menjadi Rp 17,1 triliun. Padahal RTS yang dituju sudah berkurang menjadi 15,5 juta. Pertengahan 2013, pemerintah menambah anggaran raskin menjadi Rp 21,4 triliun sebagai mitigasi dari kenaikan harga BBM bersubsidi.

Namun di lapangan, pelaksanaan dari program ini dinilai tidak tepat. Terutama dari sisi beras yang disediakan.

“Melihat bentuk raskin itu sedih sekali, banyak yang tidak layak. Jadi ini programnya menyedihkan,” kata Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia Lana Soelistianingsih, pekan lalu.

Tidak hanya dari penampakan berasnya, ternyata penyaluran raskin juga dinilai bermasalah. Bahkan ini pernah terendus oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Ada 6 indikator yang dinilai tidak tepat oleh KPK yaitu tidak tepat sasaran, jumlah, mutu (kualitas), waktu, harga, dan administrasi. Oleh karena itu, program raskin perlu diperbaiki secara menyeluruh.

Bank Dunia pun pernah mengeluarkan hasil riset mengenai raskin pada 2003. Saat itu disebutkan raskin yang disalurkan salah sasaran, karena 74% diterima oleh kelompok non miskin.

Bahkan dilihat dari alokasi dananya, anggaran Rp 4,83 triliun yang dialokasikan ke Bulog saat itu hanya 18% yang benar-benar dinikmati kelompok miskin. Sementara 52% lainnya menjadi subsidi untuk kelompok non miskin, dan 30% sisanya habis untuk biaya operasional dan keuntungan Bulog.

Kepala Ekonom Bank Mandiri Destry Damayanti menyatakan program ini sebenarnya bertujuan baik. Namun yang menjadi masalah adalah pelaksanaan. Pemerintah harus mengawasi secara intensif agar subsidi yang dikeluarkan tidak menjadi percuma.

“Tujuannya baik, melindungi masyarakat yang ada di kelas bawah. Namun masalahnya adalah implementasi. Harusnya diperhatikan supaya efisien,” kata Destry.

Cintai Kegagalan Anda

https://id.berita.yahoo.com

Lucu memang, tapi baru saja beberapa hari yang lalu saya menjenguk seorang teman yang sedang dirawat di rumah sakit. Bukan bermaksud menertawakan teman yang sedang terkena musibah, namun tertawaan itu lebih saya tujukan bagi diri sendiri. Sambil terkapar lemas karena sakit tifus, teman saya tadi bercerita jika memang ia sedang dilanda stres yang luar biasa. Ia gagal mengeksekusi suatu proyek besar dan merasa tertekan karena dituding merugikan perusahaan hingga miliaran Rupiah. Apalagi yang bisa saya berikan kecuali dukungan moral, bersabar, dan cepat sembuh. Dalam perjalanan pulang, saya cukup termenung dengan obrolan bersama teman yang sedang jatuh sakit.

Gagal. Satu kata yang mungkin memuakkan untuk didengar. Semakin bertambah usia, kata yang harus sering-sering saya telan pasti tidak jauh dari segala macam bentuk kesuksesan. Achievement apa yang sudah diraih, prestasi apa yang sudah ditorehkan, bagaimana proyeksi masa depan, ini dan itu. Lantas kemudian di tengah jalan menggapai kata sukses itu, Anda harus dihadapkan dengan suatu kegagalan. Bagaimana Anda menyikapinya? Mengelus dada, atau menikmati keterpurukan itu? Well, setiap manusia pasti mempunyai cara masing-masing dalam menghadapi kegagalan. Saya yakin dari cara yang paling smooth sampai paling ekstrem pun ada.

Jika mau menggunakan rasa manusiawi, rasanya kegagalan itu adalah rasa pahit yang memang harus dirasakan setiap manusia. Gagal itu adalah kesuksesan yang tertunda, kata pepatah zaman dulu seperti itu. Saya pun muak mendengar kata-kata itu sampai saya mencoba memahaminya dengan buah pikir paling sederhana dalam kemanusiaan saya. Saya memang harus gagal untuk tahu apa artinya sukses. Rasanya, orang sesuci apa pun, semua pernah merasakan yang namanya gagal. Kalah dalam perang, kalah dalam tender besar, gagal melobi orang-orang penting, gagal mengajukan kenaikan gaji, sampai gagal mendapatkan cinta wanita yang disukai. Itu biasa, dan itulah hakekat hidup sebagai manusia.

Sekian lama menjalani kehidupan, saya pun sudah merasakan sekian banyak kegagalan. Gagalnya pun macam-macam, dari urusan keluarga, pendidikan, karier, sampai finansial. Tapi itulah yang menurut saya menjadikan saya manusia seutuhnya. Dalam tulisan ini, setidaknya saya mencoba untuk berbagi apa yang saya pahami mengenai suatu kegagalan.

The brick walls are there for a reason

Anda mungkin pernah merasakan di mana situasi begitu menjepit diri kanan kiri depan belakang. Anda tidak tahu harus berbuat apa, yang Anda tahu semuanya menekan Anda. Dalam analogi saya, kegagalan itu adalah sebuah tembok yang akan membuntukan Anda dalam meraih kesuksesan. Di balik tembok itulah kesuksesan itu ada (menurut Anda). Tapi apa betul kesuksesan itu pasti ada di balik tembok yang membuat Anda jatuh depresi? Bisa ya, bisa juga tidak.

Semuanya kembali pada perspektif Anda. Saat Anda merasa jatuh dan terbentur dalam tembok kegagalan, cobalah untuk menengok ke belakang. Bisa jadi, saat Anda mengalami kemunduran, saat itulah Anda siap untuk melompat lebih jauh mendobrak tembok kegagalan itu. Kata orang jangan pernah menengok ke belakang dan terus optimis melihat ke depan. Maaf, ungkapan itu kadang tidak berlaku bagi saya. Karena dengan berjalan mundur, saya tahu jika mungkin saya telah melupakan beberapa kesempatan emas begitu saja dan belajar untuk tidak mengulanginya lagi.

Fail again. Fail better

Nikmati kegagalan Anda setiap detik, setiap sakit yang Anda rasakan. Anda gagal mempertahankan hubungan dengan wanita yang dicintai? Anda gagal mewujudkan proyek besar yang sudah Anda presentasikan sedemikian rupa hingga mengundang decak kagum para atasan? Anda gagal membahagiakan orang tua Anda di hari tua mereka? Nikmati. Rasakan betul-betul jika kegagalan itu adalah cambuk yang harus Anda terima untuk menjadikan Anda manusia yang tahu diri. Apa gunanya menikmati kegagalan? Jelas, kebahagiaan setelahnya. Dari situlah Anda tahu saat gagal, jiwa dan pikiran begitu bersinergi menciptakan satu strategi untuk mencobanya lagi.

Anda menangis saat kegagalan itu di depan mata, sah-sah saja. Toh Anda bukan superhero yang bisa menggenggam dunia selamanya. Waktu berlalu, dan saat Anda bangkit kembali, semuanya yang akan Anda terima adalah senyuman dan kepuasan jika Anda berhasil melaluinya. Anda masih hidup, masih bernapas, dan kesempatan akan datang kembali untuk Anda kesekian kalinya.

People who avoid failure, also avoid success

Jujur saja, saat menjenguk teman saya yang sedang terkapar sakit tadi, saya sempat menanyakan satu hal yang mungkin tidak selayaknya saya tanyakan saat itu juga. “Loe enggak terima kalo loe gagal, sampai stres begini?“, tanya saya. Dengan sedikit terdiam, ia pun mengakui jika ia begitu kecewa dengan kegagalannya. Begitu banyak ekspektasi yang sudah terbayang dalam benaknya, dan semuanya lenyap begitu saja. Saya pun pernah ada dalam posisi itu. Saat begitu menggebu ingin bergabung dalam satu perusahaan Public Relations agency ternama, dan ternyata saya gagal melalui tahap sesi wawancara. Merasa rendah diri itu pasti. Tapi akhirnya waktu juga yang membuat saya sadar bahwa tembok kegagalan yang membuntukan jalan saya itu bukan akhir dunia.

Sadar akan kegagalan itu penting dibanding terlena dalam kesuksesan. Coba perhatikan teman atau kolega di sekitar Anda, pasti semuanya begitu antusias saat menceritakan apa yang terlah berhasil diraihnya. Tapi pernahkah Anda berjumpa dengan orang yang begitu bangga dengan kegagalan yang pernah dialaminya? Camkan, jika Anda bertemu orang seperti itu, angkat topi dan berikan rasa salut bagi dirinya. Karena kelak, orang itulah yang akan menggenggam sukses dengan rasa syukur yang mendalam. So, who’s with me?

Harga Emas Melonjak karena Kekerasan di Ukraina Meningkat

investasi emas

investasi emashttp://www.suarapembaruan.com

[CHICAGO] Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir naik pada Jumat (Sabtu pagi WIB), karena meningkatnya kekerasan di Ukraina mendorong permintaan emas sebagai aset “safe haven”.

Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Juni, melonjak 19,5 dolar AS atau 1,52 persen, menjadi menetap di 1.302,9 dolar AS per ounce. Peningkatan ketegangan di Ukraina mengimbangi kerugian sebelumnya dari laporan positif ketenagakerjaan AS yang membawa tingkat pengangguran turun menjadi 6,3 persen, terendah sejak 2008, lapor Xinhua.

Dewan Keamanan PBB mengadakan pertemuan darurat pada Jumat untuk membahas Ukraina. Rusia meminta pertemuan untuk membahas “eskalasi kekerasan yang serius di Ukraina,” lebih lanjut membantu kenaikan emas sebagai aset “safe haven”.

Dalam konferensi pers pada Jumat siang, Presiden AS Barack Obama dan Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan, mereka akan memantau pemilu 25 Mei di Ukraina sebelum memutuskan untuk menjatuhkan sanksi ekonomi lebih lanjut kepada Rusia.

Analis mengatakan bahwa minggu depan semua mata akan tertuju pada eskalasi kekerasan antara pasukan Ukraina dan pro-Rusia. Analis lain percaya pasar belum sepenuhnya bereaksi terhadap laporan pekerjaan AS menggembirakan pada Jumat dan emas mungkin mempertahankan reaksinya hingga minggu depan.

Perak untuk pengiriman Juli naik 50,3 sen, atau 2,64 persen, menjadi ditutup pada 19,546 dolar AS per ounce, sedangkan platinum untuk pengiriman Juli mendaki 13,2 dolar AS, atau 0,92 persen, menjadi berakhir pada 1.440,7 dolar AS per ounce.