http://bisniskeuangan.kompas.com

JAKARTA, KOMPAS.com – Kembali pulihnya situasi politik dan prospek ekonomi dalam negeri membuat investasi asing yang masuk ke dalam negeri kembali bergeliat. Dalam waktu sekitar satu bulan terakhir ini saja sudah ada sejumlah pemain asing yang telah meresmikan pabrik barunya dan sejumlah pihak asing yang mengaku minat memperbesar investasinya di Indonesia.

Terbaru, ada PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) yang baru saja meresmikan pabrik barunya di Karawang, Jawa Barat. Pabrik baru pengganti pabrik sebelumnya yang terletak di Pondok Ungu, Bekasi ini menelan biaya investasi Rp 1,7 triliun.

Pabrik baru tersebut memiliki kapasitas produksi 52.000 unit truk per tahun. Jika dibutuhkan, kapasitasnya bisa dinaikkan jadi 80.000 unit per tahun. Pabrik itu fokus untuk produksi truk kelas ringan dan menengah, contohnya Isuzu Elf dan Isuzu GIGA.

Tidak menutup kemungkinan jika pabrik ini bakal menjadi basis produksi untuk pasar luar negeri. Meski masih merahasiakan detailnya, namun manajemen memastikan jika Isuzu akan mulai mengekspor produknya.

“Mungkin rencananya tahun depan akan melakukan ekspor,” ujar Presiden Direktur IAMI Yohanes Nangoi kepada Kontan belum lama ini.

Selain Isuzu, ada juga PT Coca-Cola Amatil Indonesia (CCAI) yang mulai mencairkan kucuran duit segar dari induknya di negeri Paman Sam sana, The Coca-Cola Company. Nilainya tak tanggung-tanggung, mencapai 500 juta dollar AS.

Pencairannya dilakukan secara bertahap, sesuai dengan kebutuhan agenda investasi yang sedang dilakukan. Catatan saja, CCAI bakal memiliki tiga line produksi baru. Dua di antaranya sudah mulai beroperasi dan diresmikan hari ini. “Ada satu lagi masih dalam tahap konstruksi, tapi beberapa bulan lagi akan mulai beroperasi,” tambah Kadir Gunduz, Presiden Direktur CCAI.

Dus, dalam waktu dekat CCAI bakal memiliki total lima line produksi. Kelima line tersebut mampu memproduksi 60.000 botol per jam. Secara tahunan, kapasitas CCAI bakal memiliki kapasitas produksi hingga 450 juta liter per tahun. Selama ini, kapasitas produksi perseroan sebesar 190 juta liter per tahun.

Untuk catatan, kapasitas produksi itu tidak hanya untuk produksi minuman berkarbonasi, tapi juga untuk seluruh produk minuman CCAI seperti teh, jus dan lainnya. Dengan kapasitas baru ini, maka kapasitas produksi pabrik Cikedokan bakal berkontribusi 10 persen terhadap total kapasitas 9 pabrik yang dimiliki CCAI.

PT Denso Indonesia (DNIA) juga baru saja meresmikan pabrik ketiganya di Kawasan Industri Bekasi Matra, Cikarang Barat, Bekasi, Jawa Barat dengan luas lahan 21 hektare.

Selain yang sudah terealisasi, masih ada sejumlah aliran investasi asing yang berpotensi bakal meramaikan geliat bisnis di Indonesia baik itu untuk pasar dalam negeri maupun luar negeri. Salah satunya adalah, Toyota yang bakal investasi di Indonesia Rp 20 triliun untuk penambahan kapasitas produksi.

Tak ketinggalan, sektor maritim juga menjadi sektor yang dilirik pihak asing untuk membenamkan investasinya. Potensi investasi yang masuk juga sangat besar, 9,34 miliar dollar AS. Komitmen tersebut umumnya datang dari pelaku bisnis asal Australia, China,  Jepang, dan Korea Selatan. (Dityasa H Forddanta)