Bestprofit Futures Jakarta

Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia pada perdagangan hari ini, Senin (25/7), dibuka menguat sebesar 4,19 poin di tengah optimisme pasar terhadap sentimen amnesti pajak.

IHSG BEI dibuka naik 4,19 poin atau 0,08 persen menjadi 5.201,44, sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 bergerak menguat 1,04 poin (0,12 persen) menjadi 895,67.

“Sentimen amnesti pajak masih menjadi salah satu katalis positif bagi pasar saham Indonesia ke depan. Pemerintah optimistis akan ada banyak masyarakat yang melaporkan asetnya,” kata Vice President Research and Analysis Valbury Asia Securities Nico Omer Jonckheere di Jakarta, Senin (25/7).

Ia menambahkan sentimen positif domestik lainnya, yakni Kementerian Keuangan mencatat realisasi belanja modal akhir Juni 2016 mencapai Rp 44 triliun atau lebih tinggi dari realisasi Juni 2015 yang sebesar Rp 26,9 triliun. “Penyerapan belanja modal itu didukung oleh percepatan pembangunan infrastruktur,” katanya.

Kendati demikian, lanjut dia, masih adanya kekhawatiran oleh sebagian investor terhadap dampak yang belum jelas atas keluarnya Inggris dari Uni Eropa (Brexit) masih mempengaruhi mayoritas pasar keuangan global. Situasi itu, dinilai masih mempengaruhi pasar saham global dan berimbas ke pasar saham Indonesia.

Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jumat (22/7), ditutup melemah sebesar 19,72 poin seiring dengan bursa saham di kawasan Asia yang mayoritas bergerak di area negatif. IHSG BEI ditutup turun 19,72 poin atau 0,37 persen menjadi 5.197,25. Sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 bergerak melemah 4,23 poin (0,47 persen) menjadi 894,62.

“Bursa saham di kawasan Asia yang mayoritas bergerak melemah berdampak negatif bagi laju IHSG,” kata Kepala Riset Universal Broker Indonesia Satrio Utomo di Jakarta, Jumat.

Kondisi itu, ujar dia, menjadi salah satu faktor yang mendorong investor asing di pasar reguler dalam negeri melakukan aksi lepas saham sehingga tercatat jual bersih dalam transaksi hariannya. Berdasarkan data BEI, investor asing kembali membukukan jual bersih atau foreign net sell sebesar Rp 230,806 miliar pada akhir pekan ini (Jumat, 22/7). “Kondisi IHSG saat ini menunjukan mulai masuk dalam area konsolidasi yang baru,” katanya.

Sementara itu, Analis Asjaya Indosurya Securities William Surya Wijaya mengatakan bahwa pergerakan IHSG BEI pada akhir pekan ini (22/7) merupakan koreksi sehat yang dapat dimanfaatkan investor untuk melakukan akumulasi pembelian dengan target jangka waktu untuk menengah-panjang. “Perekonomian Indonesia yang masih dalam kondisi stabil dapat mengembalikan kepercayaan investor untuk kembali melakukan akasi beli saham,” katanya.

Sementara itu tercatat, frekuensi perdagangan saham di BEI mencapai 229.966 kali transaksi dengan total jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 5,662 miliar lembar saham senilai Rp 5,986 triliun. Di bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng melemah 36,22 poin (0,16 persen) ke level 21.964,27, indeks Nikkei turun 182,97 poin (1,09 persen) ke level 16.627,25, dan Straits Times melemah 1,08 poin (0,04 persen) ke posisi 2.939,40.

(mfs – Bestprofit Futures Jakarta)