Bestprofit Futures Jakarta

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang lanjutkan penguatan pada perdagangan saham awal pekan ini. Data ekonomi positif dan aliran dana investor asing masih jadi katalis positif.

Analis PT Asjaya Indosurya Securities William Suryawijaya menuturkan pergerakan IHSG masih terlihat kuat untuk naik. Target level resistance berada di kisaran 5.548 dan support di kisaran 5.366.

William menuturkan, aliran dana investor asing masih terus masuk ke pasar modal Indonesia ditambah pertumbuhan ekonomi kuartal II 2016 mencapai 5,18 persen menambah kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia. Selain itu, rilis cadangan devisa Juli yang kembali meningkat juga menunjukkan semakin kuatnya kestabilan ekonomi Indonesia.

“IHSG masih berada dalam pola uptren. Jadi setiap masa koreksi sehat dapat dimanfaatkan untuk akumulasi beli,” ujar William dalam ulasannya, Senin (8/8/2016).

Kepala Riset PT NH Korindo Securities Reza Priyambada juga menuturkan rilis data ekonomi kuartal II yang berada di atas konsensus membuat IHSG mendapatkan angin segar. Selain itu, dana investor asing yang terus bertambah juga membuat IHSG berpeluang terus mencari level tertingginya. Reza memperkirakan, IHSG bergerak di kisaran support 5.360-5.399 dan resistance 5.435-5.458.

“Meski peluang kenaikan masih ada seiring ada sentimen positif namun tetap mewaspadai potensi perubahan yang umumnya terjadi setelah IHSG sempat sentuh level tertinggi baru,” ujar Reza.

Dalam riset PT Sinarmas Sekuritas menyebutkan IHSG akan bergerak variasi di kisaran 5.388-5.486. Sebelumnya penutupan perdagangan saham Jumat 5 Agustus 2016, IHSG naik 46,38 poin atau 0,86 persen ke level 5.420,24.Aksi beli investor asing mencapai Rp 1,4 triliun. Tercatat aksi beli investor asing mencapai Rp 7,62 triliun pada pekan lalu. Total pembelian investor asing di pasar modal Indonesia mencapai Rp 32,50 triliun sepanjang 2016.

Adapun saham-saham yang dapat dicermati oleh riset PT Sinarmas Sekuritas antara lain saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Summarecon Agung Tbk (SMRA), dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF).

Sedangkan Reza memilih saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dan PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE).

(mfs – Bestprofit Futures Jakarta)