Bestprofit Futures Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Ahok memprediksi Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI Jakarta 2017 naik menjadi Rp 3,4 juta. Jumlah tersebut naik sekitar Rp 300 ribu dari UMP tahun ini, yakni Rp 3,1 juta.

“Saya enggak tahu (berapa pastinya), mungkin Rp 3,2 juta, naik sedikit saja, atau Rp 3,4 juta, enggak tahu,” kata pemilik nama Basuki Tjahaja Purnama itu di Balai Kota Jakarta, Rabu (19/10/2016).

Ahok mengatakan, perhitungan UMP sudah memiliki rumusnya. Pemprov DKI tetap memakai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 Tahun 2015 Tentang Pengupahan untuk menentukan UMP DKI.

“Ikuti PP saja, UMP tahun ini ditambah dengan inflasi dan pertumbuhan ekonomi jadilah UMP tahun depan, kan di PP-nya begitu, bukan survei KHL (Kebutuhan Hidup Layak),” jelas Ahok.

Menurut Ahok, inflasi DKI Jakarta berada di posisi paling rendah dibandingkan daerah lainnya. “Kecil sekali (inflasi), cuma 3 persen lebih,” Ahok memungkas.

Anggota Dewan Pengupahan DKI Jakarta dari Unsur Buruh, Dedy Hartono, mengungkapkan, survei berlangsung pada September 2016 di tujuh pasar tradisional dan dua pasar modern di Jakarta.
Pasar tersebut antara lain Pasar Cempaka Putih, Pasar Gondangdia, Pasar Jatinegara, Pasar Cengkareng, Pasar Santa, Pasar Sunter, dan Pasar Koja serta‎ Hero Kemang dan Carrefour Buaran.
“Ini survei kebutuhan hidup layak (KHL) yang diambil dari pasar modern dan tradisional‎. Ini angka yang realistis, kami ambil pertimbangan dari pasar modern, karena di sekitar perumahan mereka (buruh) berada jauh dari pasar tradisional tapi dekat dengan ritel modern seperti Alfamart, Indomaret dan lain-lain. Ini jadi dasar untuk pasar modern patut disurvei, ini cukup fair juga kita hitung kebutuhan hidup layak,” ujar dia dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (10/10/2016).

Dia menjelaskan, sejumlah aspek yang dihitung dalam survei ini dalam satu bulan antara lain makanan dan minuman, sandang dan pakaian, perumahan, transportasi, kesehatan, pendidikan serta tabungan dan rekreasi‎.

Di Pasar Cempaka Putih dari hasil survei ‎keluar angka Rp 3.416.983, di Pasar Gondangdia Rp 3.539.249, di Pasar Jatinegara Rp 3.399.043, di Pasar Cengkareng Rp 3.305.479, di Pasar Santa Rp 3.183.415, di Pasar Sunter Rp 3.572.936 dan di Pasar Koja Rp 3.615.610. Sehingg rata-rata di pasar tradisional sebesar Rp 3.397.086.

Kemudian di pasar modern yaitu di Hero Kemang sebesar Rp 3.551.726 dan Carrefour Buaran sebesar Rp 3.586.129. Rata-rata di pasar modern sebesar Rp 3.586.129.

“Jadi rata-rata nilai survei di pasar modern dan pasar tradisional sebesar Rp 3.491.607,” kata dia.

(mfs – Bestprofit Futures Jakarta)