Perang Dagang Mulai Mereda, IHSG Menguat 52,10 Poin

PT Bestprofit Futures , Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mampu bertahan di zona hijau pada perdagangan saham Selasa pekan ini. Rupiah masih menguat jadi penopang IHSG.

Pada penutupan perdagangan saham, Selasa (21/8/2018), IHSG menguat 52,10 poin atau 0,88 persen ke posisi 5.944,30. Indeks saham LQ45 mendaki 0,89 persen ke posisi 934,38. Seluruh indeks saham acuan kompak menghijau.

Sebanyak 213 saham menguat sehingga angkat IHSG. 157 saham melemah dan 123 saham diam di tempat. Pada Selasa pekan ini, IHSG sempat berada di level tertinggi 5.953,90 dan terendah 5.899,29.

Total frekuensi perdagangan saham sekitar 378.582 kali dengan volume perdagangan saham 7,9 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 7,4 triliun.

Investor asing jual saham Rp 25,64 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat berada di kisaran Rp 14.578.

Sebagian besar sektor saham menghijau kecuali sektor saham tambang turun 0,77 persen dan sektor saham infrastuktur susut 0,14 persen.

Sementara itu, sektor saham industri dasar menguat 2,54 persen, dan catatkan penguatan terbesar. Disusul sektor saham barang konsumsi mendaki 2,4 persen dan sektor saham manufaktur menanjak 2,17 persen.

Saham-saham yang menguat antara lain saham ANDI naik 25 persen ke posisi 530 per saham, saham FILM melonjak  13,60 persen ke posisi 1.545 per saham, dan saham ERAA mendaki 11,58 persen ke posisi 2.890 per saham.

Sedangkan saham-saham yang merosot antara lain saham SDMU turun 15,53 persen ke posisi 87 per saham, saham PYFA susut 10,05 persen ke posisi 170 per saham, dan saham GLOB tergelincir 9,55 persen ke posisi 154 per saham.

Sebagian besar bursa saham Asia menghijau. Indeks saham Hong Kong Hang Seng naik 0,56 persen, indeks saham Korea Selatan Kospi mendaki 0,99 persen, dan indeks saham Jepang Nikkei menguat 0,09 persen.

Sementara itu, indeks saham Shanghai menanjak 1,31 persen dan indeks saham Taiwan menguat 0,87 persen. Sedangkan indeks saham Thailand turun 0,50 persen dan indeks saham Singapura susut 0,15 persen.

Analis PT Binaartha Sekuritas, Nafan Aji menuturkan, IHSG melanjutkan kenaikan didorong faktor eksternal dan internal.

“Secara internal, pemerintah masih mampu menjaga stabilitas fundamental makro ekonomi domestik yang inklusif dan berkesinambungan di tengah-tengah gejolak perekonomian global yang tidak menentu,” ujar dia.

Sedangkan secara eksternal, adapun sentimen perang dagang antara AS dan China sudah mulai mereda ketika para pelaku pasar global apresiasi agenda pertemuan antara AS dengan China yang akan berlangsung di Washington pada pekan ini.

“Diharapkan agar hasil perundingan tersebut mampu hasilkan kesepakatan yang komprehensif dalam rangka meredanya tensi perang dagang di antara kedua negara itu,” tutur dia.

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan penguatannya pada Selasa 21 Agustus 2018 pagi ini. Kenaikan IHSG ditopang aksi beli yang dilakukan investor.

Pada pra pembukaan perdagangan saham, IHSG menguat tipis 7,106 poin atau 0,12 persen ke posisi 5.899,29. Pada pukul 09.00 WIB, IHSG mendaki 18,153 poin atau 0,31 persen ke posisi 5.910,345.

Indeks saham LQ45 menguat 0,30 persen ke posisi 929,63. Seluruh indeks saham acuan kompak menguat, kecuali indeks Sri Kehati ang melemah tipis 0,04 persen.

Pada awal sesi perdagangan, IHSG sempat berada di level tertinggi 5.912,92 dan terendah 5.899,298. Sebanyak 126 saham menguat sehingga mengangkat IHSG. 42 saham melemah dan 94 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan saham 13.127 kali dengan volume perdagangan 184,2 juta saham. Nilai transaksi harian saham Rp 196,6 miliar. Investor asing beli saham Rp 54,2 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran 14.570.

Hampir semua sektor saham menguat, kecuali sektor aneka industri, keuangan dan perdagangan yang berada di zona merah. Sektor konsumer catatkan penguatan terbesar 1,21 persen. Disusul sektor saham manufaktur menanjak 0,78 persen dan sektor saham industri dasar mendaki 0,54 persen.

Saham-saham yang catatkan penguatan antara lain saham ANDI mendaki 25 persen ke posisi 530 per saham, saham NICK naik 14,62 persen menjadi Rp 1.530 per saham.

Sedangkan saham-saham yang tertekan antara lain saham PALM turun 14,57 persen ke posisi Rp 340 per saham, saham VRN merosot 6,84 persen ke posisi Rp 110 per saham, dan saham DWGL susut 5,61 persen ke posisi Rp 101 per saham.

 

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan penguatannya pada Selasa (21/8/2018) pagi ini. Kenaikan IHSG ditopang aksi beli yang dilakukan investor.

Pada pra pembukaan perdagangan saham, IHSG menguat tipis 7,106 poin atau 0,12 persen ke posisi 5.899,29. Pada pukul 09.00 WIB, IHSG mendaki 18,153 poin atau 0,31 persen ke posisi 5.910,345.

Indeks saham LQ45 menguat 0,30 persen ke posisi 929,63. Seluruh indeks saham acuan kompak menguat, kecuali indeks Sri Kehati ang melemah tipis 0,04 persen.

Pada awal sesi perdagangan, IHSG sempat berada di level tertinggi 5.912,92 dan terendah 5.899,298. Sebanyak 126 saham menguat sehingga mengangkat IHSG. 42 saham melemah dan 94 saham diam di tempat.

 

Total frekuensi perdagangan saham 13.127 kali dengan volume perdagangan 184,2 juta saham. Nilai transaksi harian saham Rp 196,6 miliar. Investor asing beli saham Rp 54,2 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran 14.570.

Hampir semua sektor saham menguat, kecuali sektor aneka industri, keuangan dan perdagangan yang berada di zona merah. Sektor konsumer catatkan penguatan terbesar 1,21 persen. Disusul sektor saham manufaktur menanjak 0,78 persen dan sektor saham industri dasar mendaki 0,54 persen.

Saham-saham yang catatkan penguatan antara lain saham ANDI mendaki 25 persen ke posisi 530 per saham, saham NICK naik 14,62 persen menjadi Rp 1.530 per saham.

Sedangkan saham-saham yang tertekan antara lain saham PALM turun 14,57 persen ke posisi Rp 340 per saham, saham VRN merosot 6,84 persen ke posisi Rp 110 per saham, dan saham DWGL susut 5,61 persen ke posisi Rp 101 per saham.

 

Indeks IHSG diperkirakan akan bergerak menguat pada perdagangan Selasa pekan ini. Namun penguatan tersebut tidak akan besar.

Head of Research Reliance Sekuritas Lanjar Nafi meramalkan, IHSG akan cenderung menguat tipis pada perdagangan saham Selasa pekan ini.

“IHSG akan bergerak menguat tertahan kembali mendekati level psikologis 6.000 pada rentan pergerakan 5.887-5.964,” jelas dia.

Senada, analis PT Binaartha Parama Sekuritas Muhammad Nafan Aji memprediksi IHSG bakal perkasa pada perdagangan indeks saham.

“Masih lanjutkan penguatan. IHSG berpotensi bullish di kisaran 5.795-5.967,” ujarnya.

Sedangkan Analis Senior CSA Research Institute Reza Priyambada meminta kepada investor untuk mewaspadai entimen-sentimen yang sekiranya dapat menurunkan IHSG.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan bergerak menguat pada perdagangan Selasa pekan ini. Namun penguatan tersebut tidak akan besar.

Head of Research Reliance Sekuritas Lanjar Nafi meramalkan, IHSG akan cenderung menguat tipis pada perdagangan saham Selasa pekan ini.

“IHSG akan bergerak menguat tertahan kembali mendekati level psikologis 6.000 pada rentan pergerakan 5.887-5.964,” jelas dia, Selasa (20/8/2018).

Senada, analis PT Binaartha Parama Sekuritas Muhammad Nafan Aji memprediksi IHSG bakal perkasa pada perdagangan indeks saham.

“Masih lanjutkan penguatan. IHSG berpotensi bullish di kisaran 5.795-5.967,” ujarnya.

Sedangkan Analis Senior CSA Research Institute Reza Priyambada meminta kepada investor untuk mewaspadai entimen-sentimen yang sekiranya dapat menurunkan IHSG.

Lanjar Nafi merekomendasikan saham-saham sektor perbankan, infrastruktur dan pertambangan.

Saham tersebut antara lain PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI), dan PT Harum Energy Tbk (HRUM).

Kemudian ia juga memilih saham PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), PT Indika Energy Tbk (INDY), serta PT Medco Energy International Tbk (MEDC).

Saham-saham karya menjadi pilihan Muhammad Nafan Aji pada hari ini. Adapun saham-saham yang disarankan Nafan antara lain PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA), PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON), PT Krakatau Steel Tbk (KRAS), dan juga PT Indosat Tbk (ISAT).

best jakarta, profit jakarta, futures jakarta, bpf jakarta, bestprofit jakarta, best profit,
best profit futures jakarta, pt bestprofit, pt best profit, PT Bestprofit Futures, pt best profit futures jakarta